Rahasia Biar Nggak Cuma Jadi Kaum Rebahan Selama Ramadan: Panduan Biar Puasa Lo Tetap On Point
Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 21 February 2026 | 01:00 PM


Ramadan datang lagi, dan jujur saja, setiap kali hilal sudah terlihat, perasaan kita biasanya campur aduk. Di satu sisi senang karena vibes-nya asyik, banyak takjil gratis, dan momen bukber yang (katanya) bakal jadi ajang reuni tapi ujung-ujungnya cuma wacana. Di sisi lain, ada kecemasan kecil yang selalu muncul di kepala: "Kuat nggak ya gue puasa sebulan penuh tanpa tumbang di tengah jalan?"
Masalahnya, banyak dari kita yang kalau puasa itu ibarat HP baterai bocor. Pas sahur masih 100 persen, eh baru jam 10 pagi pas lagi asyik-asyiknya scrolling TikTok, baterai energi tiba-tiba drop ke 10 persen. Badan langsung lemas, mata kiyap-kiyap, dan bawaannya pengen marah-marah kalau ada yang nanya "Kok mukanya pucat banget?". Padahal, puasa itu bukan alasan buat kita bertransformasi jadi zombie atau kaum rebahan garis keras yang kerjanya cuma pindah posisi tidur dari kamar ke sofa.
Nah, biar puasa lo kali ini nggak cuma sekadar nahan lapar dan haus yang berujung emosi, ada beberapa strategi "survival" yang perlu lo terapkan. Ini bukan soal ilmu gaib, tapi lebih ke manajemen logistik tubuh dan mindset biar tetap waras sampai adzan maghrib berkumandang.
Sahur Bukan Ajang Balas Dendam
Kesalahan paling klasik yang sering kita lakukan adalah menganggap sahur sebagai ajang "menimbun" makanan sebanyak mungkin. Kita mikir kalau makan nasi tiga piring pas sahur, kita bakal kenyang sampai minggu depan. Padahal, kenyataannya nggak gitu, Bosku. Kalau lo makan karbohidrat berlebihan pas sahur, kadar gula darah lo bakal naik drastis, terus turunnya juga drastis. Efeknya? Lo bakal merasa cepat lapar lagi dan ngantuk parah dua jam setelah subuh.
Kuncinya ada di serat dan protein. Cobalah makan yang "lambat" dicerna tubuh. Telur, oats, atau buah-buahan itu jauh lebih membantu daripada sebungkus mi instan pake nasi (meskipun nikmatnya nggak ada lawan). Dan satu lagi: jangan langsung tidur habis sahur. Selain nggak baik buat lambung, tidur pas perut lagi penuh itu bikin badan kerasa makin berat pas bangun nanti. Kasih jeda lah, minimal buat baca-baca berita atau stalking akun mantan sebentar biar adrenalin naik.
Strategi Hidrasi 2-4-2
Haus itu sebenarnya lebih menyiksa daripada lapar. Kulit kering, bibir pecah-pecah, dan konsentrasi buyar biasanya gara-gara kurang cairan. Tapi jangan juga pas sahur lo minum air satu galon sekaligus. Yang ada malah lo bolak-balik ke kamar mandi tiap sepuluh menit, dan cairan itu hilang gitu aja lewat urine.
Gunakan rumus 2-4-2 yang sudah legendaris itu. Dua gelas pas buka, empat gelas sepanjang malam (bisa dicicil pas santai atau setelah tarawih), dan dua gelas pas sahur. Hindari juga minuman yang terlalu manis atau kafein berlebih pas sahur. Kopi emang enak, tapi sifatnya diuretik yang bikin lo makin cepat haus. Kalau emang kecanduan kafein, ya satu cangkir kecil aja lah, jangan satu teko dibawa ke meja sahur.
Mindset Adalah Koentji
Pernah nggak sih lo merasa pas lagi sibuk banget, eh tiba-tiba udah mau buka aja? Tapi pas lagi bengong nungguin jam, rasanya satu menit itu kayak satu jam? Nah, di situlah letak kuncinya. Puasa itu sangat dipengaruhi oleh apa yang ada di pikiran kita. Kalau dari pagi lo udah mikir "Aduh, masih lama ya bukanya," ya sudah, selamat menikmati penderitaan psikologis.
Lakukan aktivitas yang bikin lo "lupa" kalau lagi puasa. Kerjakan hobi, selesaikan deadline kantor, atau main game yang butuh fokus tinggi. Tapi inget, jangan main game yang bikin emosi kayak Mobile Legends pas lagi lose streak, yang ada lo malah batal puasa gara-gara ngabsen isi kebun binatang. Intinya, buat diri lo sibuk tapi nggak capek secara fisik. Puasa itu momen buat melatih kontrol diri, bukan cuma kontrol perut.
Jangan Takut Gerak (Dikit)
Banyak orang mengira kalau puasa itu dilarang olahraga. Sebenernya nggak juga, sih. Gerak dikit itu perlu supaya aliran darah lancar dan badan nggak kaku kayak kanebo kering. Nggak perlu lari maraton, cukup jalan santai sore-sore sambil cari takjil (ngabuburit) itu sudah termasuk olahraga ringan yang efektif. Yang penting konsisten. Kalau badan nggak digerakkan sama sekali, hormon kebahagiaan alias endorfin nggak keluar, makanya lo jadi gampang uring-uringan dan baperan.
Terakhir, inget satu hal: puasa itu esensinya bukan buat menyiksa diri. Kalau lo merasa lemas banget sampai mau pingsan, ya perhatikan kondisi kesehatanmu. Tapi kalau cuma lemas karena "manja" atau kurang tidur gara-gara marathon serial Netflix semalaman, itu sih salah lo sendiri. Ramadan itu cuma sebulan sekali, sayang banget kalau dilewatkan cuma dengan muka ditekuk dan energi minus.
Jadi, sudah siap buat puasa yang tetap produktif dan nggak cuma jadi beban keluarga? Mulai dari sahur yang bener, minum yang cukup, dan jaga pikiran tetap positif. Semangat, dikit lagi lebaran kok (meskipun hilal Syawal masih jauh banget di depan mata)!
Next News

Kasus Campak Meningkat di Indonesia, Kenali Penyebab, Gejala, dan Faktor Risikonya
a day ago

Kasus Campak Meningkat, Indonesia Masuk Negara dengan KLB Tertinggi di Dunia!
a day ago

Menkes Soroti Selebgram Tetap Keluyuran Saat Sakit Campak, Ingatkan Risiko Penularan
a day ago

Mengenal Campak atau Gabag: Gejala, Mitos, dan Cara Penanganannya
8 days ago

Mengenal Campak: Bukan Sekadar Bintik Merah, Tapi Gimana Sih Cara Ngobatinnya?
8 days ago

Jangan Tunggu Sampai Merah-Merah: Panduan Santuy Tapi Serius Biar Nggak Kena Campak
8 days ago

Campak Bukan Sekadar Bintik Merah Biasa: Kenapa Kita Nggak Boleh Anggap Enteng Penyakit Jadul Ini
9 days ago

Jangan Sepelekan Campak! Ternyata Bukan Sekadar Bintik Merah Biasa
9 days ago

Bukan Cuma Bintik Merah Biasa: Kupas Tuntas Jenis-Jenis Campak yang Sering Bikin Salah Paham
9 days ago

Waspada Campak pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Menanganinya
9 days ago





