Minggu, 23 Agustus 2026
Amandit FM
Habar Banua

100 Guru PAUD dan Inklusif HSS Ikuti Pelatihan Deep Learning, Bunda PAUD Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 05 August 2026 | 12:48 PM

Background
100 Guru PAUD dan Inklusif HSS Ikuti Pelatihan Deep Learning, Bunda PAUD Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi
(Facebook/Kominfo HSS)

amanditmedia.id, Banjarbaru — Sebanyak 100 guru PAUD dan pendidikan inklusif di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) dan peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, di Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Kegiatan dihadiri Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Wasimin, M.Pd., Wakil Direktur HAPeCS Danang Bagus Yudistira, S.Si., M.Sc., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS Ronaldi Prana Putra beserta jajaran, Senior Eksekutif Yayasan Hasnur Center, serta sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan guru pendidikan inklusif.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari narasumber Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan BGTK Provinsi Kalimantan Selatan mengenai implementasi deep learning, strategi pembelajaran inovatif, serta penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Dalam sambutannya, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

"Anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan bahagia. Oleh karena itu, kualitas guru menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi setiap anak," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan belajar yang sama kepada seluruh anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

"Setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Pada satuan pendidikan inklusif tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Semua anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Saya berharap melalui pelatihan ini para guru semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan pembelajaran, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif," tambahnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi langkah strategis untuk menghadirkan proses belajar yang lebih efektif, inovatif, dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan, Bunda PAUD HSS secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan guru yang mengikuti pelatihan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara para pihak terkait sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan pengembangan pendidikan inklusif di Kabupaten HSS.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap para guru mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, berpusat pada peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan menghargai keberagaman. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi HSS yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tags