Sabtu, 7 Maret 2026
Amandit FM
Kesehatan

Gorengan atau Buah Mana Pilihan Terbaik untuk Berbuka Puasa

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 26 February 2026 | 08:00 PM

Background
Gorengan atau Buah Mana Pilihan Terbaik untuk Berbuka Puasa
Buah (Pexels.com/AS Photography)

Tips Memilih Buah Biar Puasa Nggak Berakhir dengan Lemas dan Drama Perut Melilit

Mari kita jujur-jujuran saja. Saat azan Maghrib berkumandang, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita? Es teh manis yang es batunya masih gemeretak, atau gorengan hangat yang minyaknya masih menetes-netes menggoda? Buat sebagian besar dari kita, buah-buahan seringkali cuma jadi pajangan atau opsi ke-sekian setelah bakwan dan kolak pisang yang santannya kental itu. Padahal, kalau mau jujur sama badan sendiri, buah itu kunci biar puasa kita nggak cuma sekadar menahan lapar, tapi tetap bisa produktif tanpa drama "ngantuk berat" setelah buka.

Masalahnya, nggak semua buah diciptakan sama buat urusan perut yang kosong seharian. Salah pilih buah pas buka atau sahur bukannya bikin badan segar, malah bisa bikin asam lambung naik atau perut terasa begah nggak karuan. Nah, biar ibadah puasa kamu makin asyik dan nggak gampang tumbang, yuk kita obrolin jenis buah apa saja yang sebenarnya paling "pengertian" buat sistem pencernaan kita selama bulan Ramadan.

Si Kecil nan Legendaris: Kurma

Bicara soal puasa ya wajib hukumnya bahas kurma. Ini bukan cuma soal mengikuti sunah, tapi secara sains, kurma itu memang "cheat code" buat tubuh yang kekurangan energi. Bayangkan saja, setelah belasan jam nggak kemasukan apa-apa, kadar gula darah kita pasti merosot tajam. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa yang gampang banget diserap tubuh. Jadi, energi yang hilang itu kayak di-charge instan. Makan tiga butir saja sudah cukup buat "membangunkan" sistem pencernaan yang lagi mode hemat daya.

Tapi ingat, jangan mentang-mentang sehat terus kamu makan satu kotak sendirian ya. Segala sesuatu yang berlebihan itu tetap nggak baik, apalagi kurma kan manisnya cukup nendang. Intinya, kurma adalah pembuka yang sopan buat perut kamu sebelum dihajar makanan berat.

Semangka: Hidrasi dalam Sekali Gigit

Kalau kamu tipe orang yang gampang dehidrasi atau merasa kulit jadi kering kerontang pas puasa, semangka adalah sahabat terbaikmu. Sekitar 92 persen kandungan semangka itu air. Makan semangka pas buka puasa itu rasanya kayak minum air mineral tapi ada bonus rasa manis dan tekstur yang renyah. Selain air, semangka juga kaya akan likopen yang bagus banget buat menangkal radikal bebas.

Buat yang sering merasa "panas dalam" pas puasa, semangka punya efek mendinginkan yang alami banget. Tapi sedikit tips nih, jangan langsung makan semangka yang keluar dari freezer dalam jumlah banyak pas perut benar-benar kosong. Suhu yang terlalu kontras kadang bisa bikin perut kaget. Santai saja, potong kecil-kecil, dan nikmati kesegarannya perlahan.

Pisang: Baterai Cadangan Buat Sahur

Kalau semangka dan kurma itu jagonya pas buka, nah kalau pisang ini jagoannya pas sahur. Kenapa? Karena pisang itu kaya akan kalium dan serat. Serat dalam pisang bikin rasa kenyang bertahan lebih lama di perut. Jadi, kamu nggak bakal ngerasa keroncongan baru jam 10 pagi. Selain itu, kaliumnya membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan fungsi otot agar tetap optimal.

Pernah nggak sih ngerasa lemas banget padahal sudah makan nasi banyak pas sahur? Mungkin kamu kurang asupan energi jangka panjang. Pisang memberikan energi yang dilepaskan secara bertahap. Jadi, dia kayak baterai cadangan yang menjaga kamu tetap tegak sampai sore nanti. Plus, pisang itu praktis, nggak perlu dikupas pakai pisau rumit, cocok buat kaum yang mepet bangun sahurnya.

Pepaya: Solusi "Macet" di Kamar Mandi

Ini masalah klasik yang sering malu-malu dibahas: susah buang air besar pas lagi puasa. Karena pola makan berubah dan asupan cairan berkurang, pencernaan kadang jadi "ngambek". Di sinilah peran pepaya jadi sangat krusial. Pepaya mengandung enzim papain yang sangat membantu proses pemecahan protein dalam lambung.

Makan beberapa potong pepaya pas buka atau setelah makan malam bisa jadi jaminan besok pagi ritual di kamar mandi lancar jaya. Teksturnya yang lembut juga sangat ramah buat lambung yang seharian sedang istirahat. Jadi, jangan abaikan buah yang harganya merakyat ini, karena khasiatnya buat urusan "belakang" beneran nggak main-main.

Alpukat: Lemak Baik yang Bikin Bahagia

Buat kamu yang ingin menjaga berat badan tetap stabil atau malah pengen sedikit lebih sehat selama Ramadan, alpukat jangan sampai lewat. Berbeda dengan buah lain yang didominasi karbohidrat dan gula, alpukat ini isinya lemak sehat. Lemak ini penting banget buat memberikan rasa puas dan kenyang yang lebih dalam. Makan alpukat pas sahur bisa bantu kamu nggak gampang lapar mata pas lihat tukang jualan takjil di sore hari.

Tapi ya gitu, jangan dicampur kental manis cokelat dan gula pasir berlebihan ya, karena itu namanya mah makan dessert, bukan makan buah sehat. Cukup dikerok aslinya atau dicampur sedikit madu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan manfaat maksimalnya.

Hindari Buah yang Terlalu Asam

Sedikit catatan tambahan, walaupun jeruk atau nanas itu menggoda karena segar, sebaiknya hindari memakannya pertama kali saat berbuka kalau kamu punya riwayat maag atau asam lambung sensitif. Rasa asam yang kuat bisa memicu produksi asam lambung melonjak drastis saat perut masih kosong melompong. Kalau memang pengen banget, makanlah setelah perut sudah terisi makanan lain sebagai penutup saja.

Pada akhirnya, puasa itu bukan soal balas dendam saat Maghrib. Memasukkan buah ke dalam menu harian selama Ramadan adalah bentuk investasi supaya badan nggak gampang "tumbang" di tengah jalan. Kita seringkali terlalu fokus sama makanan enak tapi lupa sama apa yang benar-benar dibutuhkan sel-sel tubuh kita. Jadi, mulai nanti sore atau sahur besok, coba deh sisihkan ruang di piring atau mangkuk kamu buat potongan buah. Percaya deh, badan kamu bakal berterima kasih banget nantinya.

Tags