Mengatur Pola Tidur Ramadan Agar Tak Ngantuk di Kantor
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 01 March 2026 | 01:00 PM


Seni Bertahan Hidup: Dilema Begadang dan Menjadi Vampir Dadakan Selama Ramadan
Ramadan selalu punya magisnya sendiri. Selain aroma kolak yang tiba-tiba tercium di setiap sudut gang dan suara petasan yang bikin kaget setengah mati, ada satu fenomena yang hampir dialami semua orang: pergeseran jam biologis. Entah kenapa, begitu masuk bulan puasa, mendadak separuh populasi Indonesia berubah jadi kaum nokturnal. Tidur jam sembilan malam rasanya seperti sebuah kemewahan yang mustahil diraih, sementara begadang sampai subuh justru jadi gaya hidup baru yang mau tak mau dijalani.
Kalau kita perhatikan, pola ini sebenarnya punya alasan logis—atau setidaknya, logika yang dipaksakan. Banyak dari kita yang merasa "nanggung" kalau harus tidur setelah tarawih. Bayangkan saja, selesai salat jam delapan atau sembilan malam, lalu harus bangun lagi jam tiga subuh untuk sahur. Daripada tidur cuma sebentar dan bangun dengan nyawa yang masih tertinggal di alam mimpi, mending sekalian saja tidak usah tidur sampai Imsak. Begitu pikirnya. Strategi ini sering kali dianggap jenius, padahal sebenarnya ini adalah awal dari penderitaan panjang di siang hari.
Ritual Malam Hari: Antara Mabar, Netflix, dan Warkop
Malam hari selama Ramadan itu rasanya lebih panjang dan hidup. Di kota-kota besar, warkop atau kafe-kafe biasanya penuh oleh gerombolan anak muda yang matanya merah tapi jempolnya masih lincah main Mobile Legends atau PUBG. Istilahnya "mabar sampai Imsak". Ini bukan sekadar main game, tapi sudah jadi ritual sosial. Obrolan yang awalnya ringan soal kerjaan atau kuliah, lama-lama bisa bergeser jadi diskusi filsafat tingkat tinggi gara-gara efek kurang tidur dan kebanyakan asupan kafein.
Ada juga tipe "movie marathoner". Mereka yang selama sebelas bulan sebelumnya nggak sempat nonton series, tiba-tiba punya energi ekstra buat menghabiskan satu season drama Korea atau serial thriller dalam semalam. Masalahnya, ketika matahari mulai terbit dan pekerjaan kantor atau tugas kuliah memanggil, di situlah penyesalan itu datang. Kita mulai merasa seperti zombie di film-film Walking Dead—jalan sempoyongan, mata sayu, dan kemampuan otak yang cuma tersisa sekitar sepuluh persen saja.
Jujurly, begadang memang asyik karena dunia terasa lebih tenang di malam hari. Nggak ada bunyi notifikasi email kerjaan yang bikin stres, atau suara bising knalpot di depan rumah. Tapi, tubuh kita bukan mesin yang bisa di-overclock terus-menerus tanpa efek samping.
Realita Pahit Saat Matahari Terbit
Pukul sepuluh pagi adalah waktu yang paling krusial. Ini adalah fase di mana efek begadang mulai memukul telak pertahanan diri. Di kantor, layar monitor mendadak terlihat seperti bantal empuk. Di kampus, suara dosen terdengar seperti lagu pengantar tidur yang sangat manjur. Bagi mereka yang memilih jalur "nggak tidur sampai sahur", jam-jam produktif di siang hari akan terasa seperti siksaan lahir batin. Fokus buyar, gampang tersinggung (baca: baperan), dan bawaannya ingin cepat-cepat jam lima sore supaya bisa tidur sebentar sebelum buka.
Masalah lainnya adalah pola makan yang berantakan. Saat kita begadang, hormon lapar (ghrelin) biasanya akan meningkat. Akhirnya, sahur jadi ajang "balas dendam" dengan porsi jumbo. Padahal, makan terlalu kenyang saat sahur setelah begadang semalaman justru bikin badan makin lemas dan ngantuk parah karena energi tubuh habis dipakai buat mencerna makanan berat itu.
Kesehatan yang Terpinggirkan
Secara medis—meski kita nggak mau terlalu kaku bahas ini—kurang tidur itu jelas merusak sistem imun. Padahal saat puasa, tubuh kita butuh daya tahan yang kuat karena nggak ada asupan nutrisi selama belasan jam. Jantung juga dipaksa kerja keras kalau kita terus-terusan mengonsumsi kopi atau minuman berenergi biar kuat melek sampai subuh. Jangan sampai niatnya mau ibadah dan kumpul seru, malah berakhir di ruang IGD gara-gara badan drop total.
Lalu, apa solusinya? Apakah kita harus jadi orang "cupu" yang tidur jam sembilan malam? Ya nggak juga sih. Kuncinya sebenarnya ada di manajemen waktu yang sedikit lebih manusiawi. Kalau memang terpaksa begadang karena ada pekerjaan atau acara, usahakan cari waktu buat power nap di siang hari. Tidur 15-20 menit saat jam istirahat kantor itu ajaib banget rasanya. Kayak habis restart komputer yang tadinya nge-lag parah.
Mencari Tengah-Tengah: Tips Biar Nggak Jadi Zombie Banget
Kalau kamu memang penganut aliran nokturnal selama Ramadan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan biar hidup tetap seimbang. Pertama, tetap hidrasi tubuh dengan benar saat buka sampai sahur. Jangan cuma minum kopi; air putih itu harga mati. Kedua, perhatikan asupan makanan saat sahur. Kurangi yang terlalu berminyak atau terlalu manis karena itu bakal bikin gula darah naik-turun nggak jelas yang ujungnya bikin kamu cepat capek.
Ketiga, coba atur jadwal begadangmu. Nggak perlu tiap hari juga kan mabar sampai subuh? Mungkin bisa dijadwal dua hari sekali, atau hanya di akhir pekan. Biarkan tubuhmu punya kesempatan buat recovery. Bagaimanapun juga, Ramadan itu bulan yang penuh berkah, tapi keberkahan itu bakal susah dinikmati kalau kamu sakit atau kerjaannya cuma marah-marah gara-gara kurang tidur.
Pada akhirnya, fenomena begadang saat puasa ini adalah bagian dari budaya kita yang unik. Ada sisi hangat saat berkumpul bareng teman menunggu sahur, tapi ada juga sisi pahit yang harus dibayar saat siang harinya. Bijak-bijaklah mengatur waktu. Jangan sampai karena mengejar serunya malam hari, kamu malah melewatkan esensi dan produktivitas di siang hari. Tetap semangat puasanya, dan ingat: bantal di rumah sudah rindu berat sama kepalamu!
Next News

Ambisi Six-pack di Tengah Deadline: Kesalahan Konyol yang Sering Kita Lakukan Saat Sok Sibuk Olahraga
15 days ago

Olahraga Tipis-Tipis Buat Kamu yang Sibuknya Ngalahin Menteri tapi Mau Tetap Sehat
15 days ago

Pinggang Jompo vs Deadline: Seni Olahraga Tipis-tipis di Tengah Kubikel Kantor
15 days ago

Olahraga Singkat: Cara Curang Biar Nggak Gampang Ngantuk Tanpa Harus 'Nyiksa' Diri di Gym
15 days ago

Panduan Bertahan Hidup: Jadwal Olahraga Mingguan buat Budak Korporat yang Punggungnya Sudah Jompo
15 days ago

Rahasia Tetap Bugar Buat Kaum Rebahan: Hidup Sehat Nggak Harus Nyiksa Diri di Gym
16 days ago

Olahraga Buat Si Paling Sibuk: Antara Wacana dan Realita Biar Nggak Gampang Jompo
16 days ago

Antara Deadline dan Treadmill: Gimana Caranya Tetap Olahraga Pas Lagi Sibuk-sibuknya?
15 days ago

Seni Tetap Bugar Buat Budak Korporat yang Waktunya Dirampok Meeting
16 days ago

Seni Bertahan Hidup: Tetap Olahraga Saat Jadwal Lagi Berantakan-berantakannya
16 days ago





