Sabtu, 4 April 2026
Amandit FM
Ekonomi

Mengenal Sri Prakash Lohia Bos Indorama Berharta 134 Triliun

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 25 March 2026 | 03:00 PM

Background
Mengenal Sri Prakash Lohia Bos Indorama Berharta 134 Triliun
Sri Prakash Lohia (Wikipedia/Sri Prakash Lohia)

Mengenal Sri Prakash Lohia: Sosok di Balik Kerajaan Plastik Berharta Rp134 Triliun

Pernahkah kalian membayangkan berapa banyak nol yang ada di angka 134 triliun rupiah? Kalau uang segitu dipakai buat beli seblak, mungkin satu provinsi bisa kenyang sampai tujuh turunan. Atau kalau ditumpuk, mungkin tingginya bisa menyentuh awan. Nah, angka fantastis itulah yang sekarang melekat pada nama Sri Prakash Lohia, bos besar Indorama Corporation yang menduduki jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$8,6 miliar.

Tapi, jangan bayangkan Sri Prakash Lohia adalah sosok yang suka pamer kemewahan atau hobi bikin konten 'split bill' yang viral di media sosial. Beliau adalah tipe "old money" yang bergerak senyap namun mematikan di dunia bisnis. Namanya mungkin nggak sepopuler pesohor startup yang sering wara-wiri di podcast, tapi produk buatan pabriknya? Wah, jangan salah, kemungkinan besar barang itu ada di tangan kalian sekarang atau minimal terselip di dalam kulkas kalian.

Berawal dari Purwakarta, Bukan Dari Menara Gading

Kisah sukses Sri Prakash Lohia ini sebenarnya sangat sinematik. Beliau bukan asli Indonesia, melainkan pindah dari India ke tanah air pada tahun 1970-an bersama sang ayah. Bayangkan, anak muda umur 21 tahun, baru lulus kuliah, langsung "dilempar" ke sebuah kota kecil bernama Purwakarta di Jawa Barat. Saat itu, Purwakarta jelas bukan pusat bisnis yang gemerlap seperti Jakarta. Namun, di sanalah benih kerajaan bisnis bernama Indorama Synthetics mulai ditanam.

Awalnya, mereka cuma memproduksi benang pintal. Ya, benang biasa. Tapi yang membedakan Sri Prakash dengan pengusaha lainnya adalah visinya yang melampaui zaman. Di saat orang lain sibuk main aman di pasar domestik, beliau sudah mencium aroma cuan dari pasar global. Beliau nggak mau cuma jadi jago kandang. Perlahan tapi pasti, lini bisnisnya melebar ke polyester, botol plastik (PET), hingga bahan kimia cair. Intinya, kalau kalian minum air mineral dari botol plastik, besar kemungkinan bahan baku botol itu berasal dari gurita bisnis Lohia.

Kenapa Bisa Tajir Melintir? Strateginya Bukan Kaleng-Kaleng

Banyak yang bertanya, kok bisa kekayaannya stabil bahkan terus meroket padahal kondisi ekonomi dunia sering naik-turun kayak wahana di Dufan? Jawabannya ada pada diversifikasi dan keberanian ekspansi. Sri Prakash Lohia dikenal sebagai raja akuisisi. Beliau hobi banget membeli pabrik-pabrik yang lagi "sakit" atau hampir bangkrut di luar negeri, lalu disulap jadi mesin uang yang efisien.

Sekarang, Indorama sudah punya kaki di puluhan negara, mulai dari Nigeria di Afrika sampai ke Uzbekistan di Asia Tengah. Di Nigeria, beliau punya salah satu pabrik pupuk urea terbesar di dunia. Coba bayangkan, seorang pengusaha dari Indonesia (beliau sudah jadi WNI sejak lama, lho) bisa menguasai pasar pupuk di benua seberang. Ini membuktikan kalau mindset bisnisnya emang sudah level dewa. Beliau nggak cuma jualan barang, tapi membangun ekosistem yang dibutuhkan orang banyak.

Sisi Lain Sang Sultan: Kolektor Buku Langka

Meskipun hartanya bikin geleng-geleng kepala, Sri Prakash punya hobi yang cukup unik dan berkelas. Alih-alih mengoleksi mobil sport yang suaranya berisik di jalan raya, beliau lebih memilih menghabiskan waktu dengan buku-buku tua. Beliau adalah salah satu kolektor buku langka dan litograf (seni cetak kuno) terbesar di dunia. Konon, koleksinya sangat lengkap, terutama yang berkaitan dengan sejarah India dan Asia Tenggara.

Hobi ini menunjukkan kalau beliau bukan tipe orang yang cuma mikirin angka di neraca keuangan. Ada apresiasi mendalam terhadap sejarah dan estetika. Mungkin dari buku-buku tua itulah beliau belajar tentang kesabaran dan bagaimana sebuah peradaban (atau dalam hal ini, perusahaan) dibangun dari fondasi yang kuat, bukan sekadar viral sesaat.

Pelajaran Buat Kita yang Masih Berjuang

Melihat angka US$8,6 miliar atau Rp134,35 triliun memang bikin kita merasa "kecil". Tapi kalau kita bedah perjalanan Sri Prakash Lohia, ada beberapa poin penting yang bisa kita petik. Pertama, konsistensi. Beliau sudah berkecimpung di industri tekstil dan kimia selama puluhan tahun. Nggak ada yang instan, semua butuh proses dari nol sampai jadi raksasa.

Kedua, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Kalau dulu beliau nggak berani pindah dari India ke Indonesia, atau nggak berani ekspansi ke Afrika, mungkin namanya nggak akan masuk daftar Forbes. Dan yang terakhir, tetaplah "low profile". Meskipun tajir melintir, beliau jarang banget masuk berita karena skandal atau pamer harta. Beliau membuktikan kalau kesuksesan sejati itu nggak butuh pengakuan dari netizen, tapi terlihat dari seberapa besar dampak bisnis kita bagi dunia.

Jadi, kalau hari ini kalian masih merasa capek kerja atau bingung mau mulai bisnis apa, ingatlah sosok Sri Prakash Lohia yang mulai dari pabrik benang di Purwakarta. Siapa tahu, sepuluh atau dua puluh tahun lagi, giliran nama kalian yang dibahas di artikel-artikel seperti ini. Semangat cari cuan, ya!

Tags