Minggu, 26 Juli 2026
Amandit FM
Habar Banua

50 Ulama HSS Perdalam Wawasan Keagamaan dan Pendidikan di Jawa Timur

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 24 July 2026 | 12:25 PM

Background
50 Ulama HSS Perdalam Wawasan Keagamaan dan Pendidikan di Jawa Timur
50 Ulama HSS Perdalam Wawasan Keagamaan dan Pendidikan di Jawa Timur (Facebook/Kominfo HSS)

amanditmedia.id, Hulu Sungai Selatan — Sebanyak 50 ulama dan tokoh pendidikan keagamaan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperluas wawasan melalui kegiatan Peningkatan Wawasan Ulama di Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/7) hingga Minggu (19/7).

Dipimpin Wakil Bupati HSS H. Suriani, S.Sos., M.AP., kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus studi lapangan untuk memperkaya wawasan peserta terkait pendidikan keagamaan, pembinaan karakter generasi muda, wawasan kebangsaan, hingga moderasi beragama.

Peserta terdiri atas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) HSS, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis ta'lim, ustaz, mubalig, serta pejabat pendamping dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda HSS.

Salah satu agenda utama dilakukan melalui kunjungan ke SMA Taruna Madani Pasuruan. Rombongan mempelajari sistem pendidikan yang memadukan prestasi akademik, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Rombongan juga mengunjungi Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah dan kediaman K.H. Kholil untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pesantren, pembinaan akhlak santri, serta penguatan tradisi keilmuan Islam.

Selain studi lapangan, peserta melakukan ziarah ke sejumlah maqam Wali Songo dan ulama kharismatik, seperti Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, dan Sunan Gresik. Ziarah juga dilakukan ke Maqam K.H. Abdul Hamid Pasuruan, Habib Hasan Baharun, Guru Bangil, serta menghadiri Haul Bangil.

Wabup HSS H. Suriani mengatakan ulama memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan sekaligus membangun moral dan karakter masyarakat.

"Tantangan teknologi dan perubahan sosial saat ini menuntut kita semua, termasuk para ulama, untuk terus meningkatkan kapasitas agar mampu memberikan pembinaan yang adaptif, moderat, dan relevan dengan kebutuhan zaman," ujarnya.

Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan di HSS. Sinergi ulama dan pemerintah pun diharapkan semakin kuat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, sejahtera, dan berakhlak mulia.

Tags