Arti Lagu Hurts Like Hell dari Madison Beer, Amarah dan Kepuasan Setelah Dikhianati
Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 27 February 2026 | 01:40 AM


Lagu Hurts Like Hell yang dirilis pada 2018 memperlihatkan sisi Madison Beer yang lebih gelap dan penuh sikap. Jika banyak lagu patah hati berbicara tentang kesedihan, Hurts Like Hell justru berdiri di wilayah emosi yang berbeda. Lagu ini adalah tentang rasa sakit karena pengkhianatan, tetapi juga tentang keinginan melihat orang yang menyakiti akhirnya merasakan hal yang sama.
Sejak intro, pesan emosinya sudah sangat jelas lewat pengulangan "I really hope it hurts like hell." Kalimat ini bukan sekadar kutukan, tetapi ungkapan frustrasi yang lahir dari luka mendalam. "Hurts like hell" sendiri adalah idiom bahasa Inggris yang berarti sakitnya luar biasa, seolah seperti neraka. Dengan mengulanginya berkali kali, lagu langsung menegaskan bahwa ini bukan lagi soal sedih, melainkan kemarahan yang belum reda.
Cerita hubungan dimulai dari kenangan manis yang berubah pahit. Pada lirik "My baby said he loved me, gonna eat, sleep and breathe me out 'til the end", digambarkan janji cinta yang terdengar total dan meyakinkan. Frasa "eat, sleep and breathe me" adalah kiasan bahwa seseorang ingin menjadikan pasangannya pusat hidupnya. Ini membangun kontras kuat ketika kemudian hubungan itu runtuh.
Perubahan itu datang tiba tiba dalam "But then my baby went bad, I guess he had a relapse, had to sneak, cheat and bring me down." Kata "went bad" menunjukkan transformasi karakter, sementara "relapse" biasanya dipakai untuk seseorang yang kembali ke kebiasaan buruk. Artinya pengkhianatan itu bukan kecelakaan sekali, tetapi pola yang kembali terulang. Kata "sneak" dan "cheat" mempertegas adanya kebohongan dan perselingkuhan.
Bagian pre-chorus memberi detail emosional menarik: "He left me for a girl, but he regrets leaving me." Di sini muncul rasa kepuasan tersembunyi. Sang tokoh percaya bahwa mantannya akan menyesal. Ini bukan lagi harapan untuk balikan, melainkan keyakinan bahwa dirinya berharga dan sulit tergantikan.
Chorus menjadi inti pesan lagu: "You shoulda never let me go, I know I'm messing up your mind, the devil got you good this time." Kalimat ini menempatkan sang mantan sebagai orang yang membuat keputusan buruk. "The devil got you" menjadi metafora bahwa ia tergoda oleh pilihan salah yang akhirnya menghancurkan hubungan mereka.
Menariknya, lagu ini tidak hanya tentang balas dendam emosional, tetapi juga tentang pemulihan harga diri. Alih alih memohon cinta kembali, tokoh dalam lagu memilih berdiri tegak dan berkata bahwa kepergian sang mantan adalah kesalahan fatal. Harapan "semoga sakitnya luar biasa" lebih terdengar seperti pernyataan kekuatan diri daripada sekadar kebencian.
Secara keseluruhan, Hurts Like Hell adalah lagu tentang fase setelah patah hati ketika kesedihan berubah menjadi keberanian. Lagu ini menggambarkan momen ketika seseorang berhenti menyalahkan diri sendiri, lalu mulai percaya bahwa orang yang mengkhianatinya pada akhirnya akan merasakan konsekuensi emosionalnya.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
2 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago





