Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 24 June 2026 | 03:36 PM


Loksado kembali bersiap menjadi pusat perhatian wisatawan melalui gelaran Festival Bamboo Rafting Loksado 2026 yang akan berlangsung pada 26–28 Juni 2026. Event yang masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.
Mengusung keunikan wisata alam dan budaya lokal, festival ini menawarkan pengalaman tak terlupakan berupa bamboo rafting atau balanting paring, tradisi menyusuri Sungai Amandit menggunakan rakit bambu yang telah menjadi ikon wisata Loksado.
Menikmati Keindahan Alam Pegunungan Meratus
Loksado dikenal sebagai kawasan wisata alam yang berada di kaki Pegunungan Meratus. Hamparan hutan tropis, udara sejuk, sungai yang jernih, serta kehidupan masyarakat adat Dayak Meratus menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan ini berbeda dari destinasi wisata lainnya di Kalimantan Selatan.
Melalui Festival Bamboo Rafting, pengunjung tidak hanya menikmati petualangan di atas rakit bambu, tetapi juga dapat merasakan langsung suasana alam yang masih asri dan alami.
Bukan Sekadar Wisata, Tapi Perayaan Budaya
Festival Bamboo Rafting 2026 tidak hanya menghadirkan aktivitas arung sungai menggunakan rakit bambu. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
Mulai dari bazar UMKM dan ekonomi kreatif, festival budaya Mahumbal, pertunjukan seni tradisional, hingga pagelaran hiburan yang melibatkan pelaku seni lokal.
Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Hulu Sungai Selatan kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Bamboo Rafting, Ikon Wisata Loksado
Puncak acara akan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, melalui kegiatan bamboo rafting di Sungai Amandit. Peserta akan menyusuri aliran sungai menggunakan rakit bambu yang dirangkai secara tradisional.
Perjalanan ini menawarkan sensasi tersendiri karena wisatawan dapat menikmati panorama hutan, perbukitan Meratus, serta aliran sungai yang menjadi jalur transportasi masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu.
Aktivitas ini menjadi salah satu wisata paling populer di Kalimantan Selatan dan selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Loksado.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Masuknya Festival Bamboo Rafting ke dalam KEN 2026 menjadi bukti pengakuan terhadap potensi wisata Loksado di tingkat nasional. Kehadiran festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan sektor ekonomi kreatif, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Dengan perpaduan wisata alam, budaya, dan petualangan, Festival Bamboo Rafting Loksado 2026 menjadi momentum tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda di jantung Pegunungan Meratus.
Bagi pencinta alam dan budaya, Loksado bukan sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah pengalaman yang menghadirkan keindahan alam Kalimantan dalam balutan tradisi yang masih terjaga hingga kini.
Next News

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
16 days ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
16 days ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
16 days ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
16 days ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
16 days ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
17 days ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
17 days ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
17 days ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
17 days ago

F4: Dari Fenomena Meteor Garden hingga Menua dengan Gaya Masing-Masing
17 days ago





