Backseat Rider – Sara Kays dan Makna Lagu tentang Pergeseran dalam Persahabatan
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 March 2026 | 04:31 PM


Dirilis pada 2021, Backseat Rider menampilkan narasi yang sederhana namun emosional dari Sara Kays. Lagu ini bukan tentang putus cinta romantis, melainkan tentang perubahan dalam persahabatan yang terasa pelan tetapi menyakitkan.
Bait awal membawa kita ke masa awal pertemanan. Mereka bertemu di halte bus dan duduk berdampingan di kursi ketiga dari belakang. Posisi fisik yang sejajar melambangkan kedekatan dan kesetaraan. Mereka berbicara sepanjang perjalanan, menunjukkan hubungan yang akrab dan alami.
Enam tahun kemudian, dinamika berubah. Ketika sahabatnya membeli mobil pertama, ia berharap akan duduk di kursi penumpang depan, tempat yang paling dekat dengan pengemudi. Namun ketika mobil itu berhenti di depannya, kursi tersebut sudah ditempati orang lain. Ia pun duduk di kursi belakang.
Metafora kursi menjadi inti lagu. Kursi penumpang depan melambangkan prioritas dan kedekatan emosional. Kursi belakang melambangkan jarak. Pada awalnya ia berkata itu tidak mengganggunya, tetapi setelah lima minggu duduk diam di belakang sementara sahabatnya berbicara dengan orang lain tentang hal-hal yang tidak ia pahami, ia menyadari bahwa posisinya memang telah berubah.
Baris "I realized that's how we used to be" menunjukkan kesadaran pahit. Percakapan yang kini terjadi dengan orang lain dulu adalah miliknya. Ia tidak marah secara eksplisit, tetapi ada rasa kehilangan yang dalam.
Lirik "Maybe it's my fault" memperlihatkan refleksi diri. Ia mempertanyakan apakah jarak itu terjadi karena dirinya yang menjauh lebih dulu. Lagu ini tidak menyalahkan satu pihak, melainkan menggambarkan perubahan relasi yang kadang terjadi tanpa konflik besar.
Penutup dengan adegan mengembalikan pakaian yang dulu dipinjam menandakan simbol perpisahan emosional. Tidak ada pertengkaran dramatis, hanya realitas bahwa ia bukan lagi orang yang duduk di depan.
Backseat Rider menggambarkan bagaimana waktu dan orang baru bisa menggeser posisi dalam sebuah hubungan. Kadang kita tidak benar-benar kehilangan sahabat, tetapi kita kehilangan tempat istimewa di hidupnya. Dan duduk di kursi belakang menjadi simbol paling sunyi dari perubahan itu.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
2 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago
