Berpisah Itu Mudah – Rizky Febian ft. Mikha Tambayong: Arti Lagu tentang Sulitnya Melupakan Kenangan
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 25 March 2026 | 07:10 PM


Lagu "Berpisah Itu Mudah" dari Rizky Febian yang berduet dengan Mikha Tambayong menyajikan realitas pahit dari sebuah hubungan yang berakhir. Lagu ini tidak sekadar bicara soal putus cinta, tetapi lebih dalam lagi tentang betapa sulitnya menghapus kenangan yang sudah terlanjur melekat.
Di bagian awal, lirik seperti "makan di resto terenak", "menonton pertunjukan musik", hingga "telusuri jalanan dari malam hingga pagi" menggambarkan momen-momen sederhana yang dulu terasa spesial. Ini menunjukkan bahwa hubungan mereka dibangun dari pengalaman bersama yang kuat dan penuh makna.
Kemudian muncul lirik "semua titik di kota ini adalah kita". Kalimat ini mempertegas bahwa hampir setiap tempat menyimpan kenangan, sehingga setelah berpisah, dunia terasa dipenuhi bayangan mantan.
Masuk ke bagian utama, "berpisah itu mudah, tak ada kamu di hidupku aku mampu" terdengar seperti bentuk penerimaan. Secara logika, seseorang bisa saja melanjutkan hidup tanpa pasangannya.
Namun, kontras langsung muncul di kalimat berikutnya: "menghapuskan semua kenangan kita adalah hal yang paling menyulitkan". Inilah inti lagu. Perpisahan secara fisik memang bisa terjadi dalam sekejap, tetapi secara emosional, prosesnya jauh lebih panjang dan menyakitkan.
Di bagian selanjutnya, "simpan baju kesayangan, tutup album foto, buang buku-buku puisi" menggambarkan usaha untuk move on. Ini adalah simbol menghapus jejak masa lalu.
Tetapi usaha tersebut gagal, yang ditegaskan lewat lirik "semua hal yang kucoba lupakan selalu berujung padamu". Ini menunjukkan bahwa kenangan tidak hanya tersimpan dalam benda, tetapi juga dalam pikiran dan perasaan.
Pengulangan "kamu lagi, kamu kamu lagi" menekankan betapa sulitnya lepas dari bayangan seseorang yang pernah begitu dekat.
"Berpisah Itu Mudah" pada akhirnya menyampaikan bahwa mengakhiri hubungan bukanlah bagian tersulit. Yang paling berat adalah berdamai dengan kenangan, karena mereka tidak bisa dihapus begitu saja. Lagu ini relevan bagi banyak orang yang pernah mencoba move on, tetapi masih terus dihantui masa lalu.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
2 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago





