Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian untuk Diet yang Tepat
Anya - Sunday, 15 February 2026 | 07:00 AM


Sebelum mengurangi makan atau mengikuti program diet tertentu, langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah menghitung kebutuhan kalori harian. Tanpa tahu angka ini, diet jadi sekadar coba-coba.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penurunan berat badan yang sehat dan bertahap lebih efektif untuk jangka panjang. Artinya, kamu perlu tahu berapa kebutuhan kalori tubuhmu, lalu mengaturnya dengan tepat.
Berikut panduan sederhana dan praktis yang bisa langsung kamu gunakan.
1. Hitung BMR (Basal Metabolic Rate)
BMR adalah jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar seperti bernapas, memompa darah, dan menjaga suhu tubuh saat istirahat.
Rumus yang umum digunakan dalam praktik klinis adalah rumus Mifflin-St Jeor.
Rumus BMR:
Pria:
BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi badan dalam cm) − (5 × usia) + 5
Wanita:
BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi badan dalam cm) − (5 × usia) − 161
Contoh Perhitungan
Wanita, 25 tahun, berat 60 kg, tinggi 160 cm:
BMR = (10 × 60) + (6,25 × 160) − (5 × 25) − 161
BMR = 1.314 kalori per hari
Artinya, tubuh membutuhkan sekitar 1.314 kalori per hari hanya untuk fungsi dasar.
2. Hitung TDEE (Total Daily Energy Expenditure)
TDEE adalah total kalori yang dibakar dalam sehari, termasuk aktivitas fisik.
Untuk menghitung TDEE, kalikan BMR dengan faktor aktivitas berikut:
- Minim aktivitas: × 1.2
- Aktivitas ringan (1–3x/minggu): × 1.375
- Aktivitas sedang (3–5x/minggu): × 1.55
- Aktif (6–7x/minggu): × 1.725
Jika contoh tadi olahraga ringan 3 kali seminggu:
TDEE = 1.314 × 1.375
TDEE = 1.806 kalori per hari
Angka ini adalah kebutuhan kalori untuk mempertahankan berat badan.
3. Tentukan Target Diet
Setelah tahu TDEE, kamu bisa menentukan tujuan:
- Ingin mempertahankan berat badan: konsumsi sesuai TDEE.
- Ingin menurunkan berat badan: kurangi 300–500 kalori per hari.
- Ingin menaikkan berat badan: tambah 250–500 kalori per hari.
Menurut National Institutes of Health (NIH), defisit moderat lebih aman dan lebih mudah dipertahankan dibanding pembatasan ekstrem.
4. Jangan Terlalu Rendah
Secara umum, asupan di bawah 1.200 kalori per hari untuk wanita dan 1.500 kalori untuk pria tidak disarankan tanpa pengawasan medis.
World Health Organization (WHO) juga menekankan pentingnya kecukupan nutrisi saat menurunkan berat badan agar tidak terjadi kekurangan gizi.
Diet yang terlalu rendah kalori bisa menyebabkan:
- Kelelahan
- Kehilangan massa otot
- Gangguan metabolisme
- Risiko berat badan naik kembali
Ringkasan Praktis
- Hitung BMR dengan rumus.
- Kalikan dengan faktor aktivitas untuk mendapatkan TDEE.
- Sesuaikan dengan tujuan (defisit atau surplus).
- Evaluasi hasil setiap 2–4 minggu.
Menghitung kebutuhan kalori harian adalah fondasi diet yang tepat. Dengan angka yang jelas dan pendekatan yang terukur, kamu bisa menjalani diet secara lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.
Next News

Kandungan Nikotin pada Rokok dan Vape: Mana yang Lebih Bikin Ketagihan?
18 days ago

Efek Samping Vape bagi Paru-Paru: Benarkah Lebih Ringan dari Rokok?
18 days ago

Skincare untuk Kulit Berjerawat: Ingredients yang Wajib Ada dan Harus Dihindari
18 days ago

Skincare untuk Kulit Kering: Biar Nggak Crack dan Kusam Seharian
18 days ago

Skincare untuk Kulit Berminyak: Cara Mengatasi Wajah Kilang Minyak Tanpa Bikin Kering
18 days ago

Perbedaan Serum, Essence, dan Ampoule: Jangan Asal Pakai, Ini Bedanya!
18 days ago

Kandungan Skincare yang Lagi Viral: Niacinamide, Retinol, atau Salicylic Acid?
18 days ago

Skincare Mahal vs Skincare Murah: Emang Beda Hasilnya atau Cuma Branding?
18 days ago

Cara Memilih Skincare Sesuai Jenis Kulit Biar Nggak Boncos dan Salah Beli
18 days ago

Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar, Jangan Sampai Kebalik!
18 days ago





