Cinta Selesai – Mahen: Arti Lagu tentang Menerima Akhir yang Menyakitkan
Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 20 March 2026 | 02:01 AM


Lagu "Cinta Selesai" dari Mahen yang dirilis pada 2020 dalam album Sebuah Cerita menghadirkan kisah tentang akhir sebuah hubungan yang tidak bisa lagi dipertahankan. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang telah berjuang sekuat mungkin, tetapi pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa cinta tersebut tidak lagi memiliki arah yang sama.
Di awal lagu, tokoh dalam cerita mempertanyakan makna dari perjuangannya selama ini. Ia merasa semua yang telah ia berikan tidak pernah benar-benar dihargai. Potongan lirik seperti "segala yang kuberi tak pernah ada arti" menunjukkan rasa kecewa yang mendalam. Perasaan ini semakin berat ketika ia menyadari bahwa orang yang dicintainya justru memilih orang lain, mengakhiri harapan yang selama ini ia jaga.
Masuk ke bagian chorus, terlihat jelas titik balik emosi dalam lagu ini. Tokoh dalam cerita mulai mempertanyakan apa lagi yang bisa dipertahankan jika salah satu pihak sudah ingin pergi. Lirik seperti "lalu apalagi jika ingin pergi" menggambarkan keputusasaan sekaligus penerimaan. Ia mulai sadar bahwa mempertahankan hubungan seorang diri tidak akan membawa hasil yang baik.
Lagu ini juga menyinggung tentang esensi cinta yang seharusnya saling memberi, bukan saling menyakiti. Ketika hubungan justru dipenuhi rasa benci dan patah hati, itu menjadi tanda bahwa hubungan tersebut sudah kehilangan maknanya. Di titik ini, tokoh dalam lagu memilih untuk berhenti, bukan karena tidak cinta, tetapi karena ia tidak ingin terus berada dalam hubungan yang menyakitkan.
Pada bagian bridge, terselip kejujuran yang sederhana namun dalam. Ia tidak menyalahkan sepenuhnya, tetapi hanya ingin orang yang dicintainya tahu bahwa perasaannya selama ini tulus. Ia mencintai bukan untuk melukai, melainkan dengan niat yang baik. Ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan berakhir, ia tetap ingin meninggalkan kesan yang jujur terhadap perasaannya.
Akhir dari lagu ini terasa seperti pelepasan yang berat, namun penuh kesadaran. Frasa "cinta t'lah selesai" bukan hanya tentang berakhirnya hubungan, tetapi juga tentang menerima kenyataan dengan lapang dada. Ada harapan agar air mata yang jatuh bisa menjadi bagian dari proses penyembuhan.
Lagu ini menggambarkan bahwa tidak semua cinta harus dipertahankan sampai akhir. Ada saat di mana melepaskan justru menjadi bentuk cinta yang paling tulus, karena itu berarti berhenti saling menyakiti dan memberi kesempatan bagi masing-masing untuk menemukan kebahagiaan yang baru.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
22 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
22 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
23 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
22 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
23 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
23 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
23 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
23 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
a month ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
24 days ago





