GERD: Penyebab, Gejala, dan Kenapa Asam Lambung Bisa Naik ke Tenggorokan
Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 30 January 2026 | 05:16 AM


Apa Itu GERD
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah gangguan kronis pada sistem pencernaan ketika asam lambung berulang kali mengalir kembali ke kerongkongan. Refluks sesekali sebenarnya bisa dialami siapa saja, terutama setelah makan banyak. Namun pada GERD, kondisi ini terjadi lebih sering, menimbulkan keluhan, dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan.
Kerongkongan tidak dirancang untuk menahan paparan asam lambung terus menerus. Lambung memiliki lapisan pelindung khusus, sedangkan kerongkongan tidak. Itulah sebabnya sensasi terbakar di dada bisa muncul.
Mekanisme Terjadinya Refluks
Di ujung bawah kerongkongan terdapat katup otot yang disebut Lower Esophageal Sphincter atau LES. Katup ini bekerja seperti pintu otomatis. Saat makanan turun ke lambung, ia terbuka. Setelah itu, ia menutup untuk mencegah isi lambung naik kembali.
Pada penderita GERD, fungsi katup ini terganggu. Katup bisa melemah atau membuka di waktu yang tidak tepat. Akibatnya, asam lambung dan isi lambung lain mengalir ke atas.
Tekanan dalam rongga perut juga berperan. Saat tekanan meningkat, isi lambung lebih mudah terdorong naik. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan obesitas, kehamilan, atau kebiasaan makan berlebihan.
Faktor Penyebab yang Berperan
GERD biasanya dipengaruhi banyak faktor:
- Lemahnya fungsi katup LES
- Konsumsi makanan tinggi lemak
- Makanan pedas dan asam
- Minuman berkafein dan bersoda
- Alkohol
- Kebiasaan makan larut malam
- Merokok
- Kelebihan berat badan
Beberapa obat tertentu juga dapat memperburuk refluks.
Gejala yang Sering Muncul
Keluhan paling umum adalah sensasi panas di dada setelah makan. Rasa ini bisa menjalar ke leher. Selain itu:
Rasa pahit atau asam di mulut
Sering bersendawa
Perut terasa penuh
Mual ringan
Batuk kering kronis
Suara serak terutama pagi hari
Rasa mengganjal di tenggorokan
Gejala bisa memburuk saat berbaring atau membungkuk.
Gejala yang Tidak Selalu Disadari
Sebagian orang tidak merasakan heartburn, tetapi mengalami keluhan lain seperti batuk lama, gangguan suara, atau nyeri dada yang disangka masalah jantung. Asam yang mencapai saluran napas atas dapat mengiritasi jaringan.
Perbedaan GERD dengan Maag Biasa
Maag atau dispepsia berfokus pada lambung. GERD berhubungan dengan aliran balik asam ke kerongkongan. Jika keluhan terjadi lebih dari dua kali seminggu dan berlangsung lama, kemungkinan besar termasuk GERD.
Risiko Jika Tidak Ditangani
Paparan asam kronis dapat menyebabkan peradangan, luka, penyempitan kerongkongan, hingga perubahan sel. Inilah alasan pentingnya pengelolaan sejak dini.
Faktor Gaya Hidup yang Memperburuk
Langsung berbaring setelah makan, mengenakan pakaian ketat di perut, kurang tidur, dan stres kronis bisa memperparah keluhan. Postur tubuh membungkuk lama juga memberi tekanan tambahan pada lambung.
Kapan Perlu Pemeriksaan Medis
Jika muncul kesulitan menelan, muntah darah, tinja berwarna gelap, atau nyeri dada berat, pemeriksaan segera diperlukan. Endoskopi sering digunakan untuk melihat kondisi kerongkongan.
Memahami bagaimana refluks terjadi membantu seseorang mengenali pemicu pribadi dan mulai mengatur kebiasaan sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Next News

Bukan Cuma Hura-hura, Ini Sisi Positif Game Online di Era Digital
a month ago

Mengapa Kamu Merasa Cemas Setelah Main Game? Ini Penjelasannya
a month ago

Seni Menikmati Game Tanpa Harus Jadi Budak Algoritma
a month ago

Tips Gaming Sehat: Jaga Durabilitas Tubuh Biar Gak Jompo
2 months ago

Tips Sehat Budak Korporat: Lawan Asam Lambung di Usia 30-an
2 months ago

Bahaya Begadang Bagi Anak Muda: Awas Darah Tinggi di Usia 30
2 months ago

Rahasia Tetap Bugar di Usia 30 Meski Pernah Jadi Anak Begadang
2 months ago

Leher Kaku Bukan Cuma Salah Bantal, Waspada Kolesterol Usia Muda
2 months ago

Sering Encok Saat Kerja? Hati-hati Penyakit Kronis Incar Milenial
2 months ago

Transisi Usia 20 ke 30: Mengapa Tubuh Tak Lagi Seperkasa Dulu?
2 months ago





