Senin, 27 Juli 2026
Amandit FM
Habar Banua

HSS Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Titik Panas Mulai Terdeteksi

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 07 July 2026 | 08:58 AM

Background
HSS Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Titik Panas Mulai Terdeteksi
Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 (Facebook/Prokopim HSS)

amanditmedia.id, Banjarbaru — Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat menjelang puncak musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Karhutla yang digelar di Gedung KH Idham Chalid, Kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7).

Pemerintah Kabupaten HSS diwakili Wakil Bupati H. Suriani. Rakor dibuka Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Forkopimda Provinsi Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, kepala daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, perwakilan TNI dan Polri, BMKG, instansi vertikal, relawan, serta pegiat karhutla.

Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan titik panas mulai terdeteksi di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Tapin, Balangan, dan Hulu Sungai Selatan.

Meski demikian, menurutnya sebagian besar titik panas tersebut berada di kawasan pertambangan batu bara sehingga belum mengindikasikan kondisi darurat karhutla.

"Pada prinsipnya sampai saat ini Kalimantan Selatan masih aman. Tetapi kita tetap memerintahkan BPBD bersama tim untuk mengecek kondisi lahan gambut, apakah masih basah atau sudah mulai mengering," ujarnya.

Melalui rakor tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan langkah antisipasi agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini, terutama di wilayah yang mulai terpantau memiliki titik panas.

Tags