Minggu, 24 Mei 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Karhutla 2026 Diprediksi Lebih Parah, Dishut Kalsel Mulai Siaga

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 23 May 2026 | 12:45 AM

Background
Karhutla 2026 Diprediksi Lebih Parah, Dishut Kalsel Mulai Siaga
Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarbaru — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai diantisipasi lebih dini. Dinas Kehutanan Kalsel memperketat pengawasan kawasan hutan menyusul prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering akibat pengaruh El Nino.

Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Karhutla 2026 yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Kalsel belum lama ini.

Kepala Bidang PKSDAE Dinas Kehutanan Kalsel, Rudiono Herlambang, mengatakan berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun depan diprediksi datang lebih cepat dibanding kondisi normal.

"Puncaknya diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September. Seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari biasanya," ujarnya, Selasa (20/5).

Selain ancaman cuaca ekstrem, minimnya jumlah personel pengamanan hutan juga menjadi sorotan. Dari luas kawasan hutan mencapai sekitar 1,6 juta hektare, jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) di Kalsel saat ini hanya 68 orang.

Meski terbatas, Dinas Kehutanan memastikan pengawasan tetap dimaksimalkan lewat patroli lapangan dan dukungan teknologi digital seperti Global Forest Watch (GFW) hingga Smart Patrol.

"Keterbatasan personel bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan," tegas Rudiono.

Rakor tersebut turut dihadiri seluruh Kepala KPH se-Kalsel, UPTD Tahura Sultan Adam, serta jajaran pengamanan hutan dari berbagai wilayah kerja.

Melalui langkah ini, Dinas Kehutanan Kalsel berharap potensi karhutla dan gangguan kawasan hutan selama musim kemarau 2026 bisa ditekan lebih awal.

Tags