Makna Lagu Do You Believe – Ali Gatie, Marshmello, dan Ty Dolla $ign tentang Keyakinan dan Keberanian Mencintai
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 23 February 2026 | 10:16 AM


Lagu Do You Believe yang dibawakan oleh Ali Gatie, Marshmello, dan Ty Dolla $ign pada 2021 menjadi salah satu anthem cinta yang sederhana, tetapi emosional. Lagu ini bukan sekadar tentang romansa, melainkan tentang keberanian untuk percaya pada cinta di tengah keraguan dan ketidakpastian.
Sejak awal, Ali Gatie membuka lagu dengan ajakan spontan untuk pergi bersama tanpa rencana matang. Potongan lirik seperti "we could leave this second" dan "fly without no wings" menggambarkan keinginan untuk melarikan diri dari realitas yang terasa menyesakkan. Ini bukan soal benar-benar kabur, melainkan metafora tentang dua orang yang ingin menciptakan dunia mereka sendiri—ruang aman di mana cinta menjadi pusatnya.
Tema "kita tidak cocok di tempat ini" juga terasa kuat lewat bagian "we don't belong in this place anyway". Kalimat itu mencerminkan perasaan terasing dari lingkungan sekitar. Dalam banyak wawancara, Ali Gatie dikenal sering mengangkat tema cinta yang rapuh dan penuh keraguan, seperti juga terlihat dalam lagu-lagunya yang lain. Di Do You Believe, ia kembali memainkan emosi tersebut, tetapi dengan nada yang lebih optimistis.
Refrain lagu menjadi titik paling penting. Pertanyaan "do you believe in love?" diulang berkali-kali, seolah bukan hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga kepada pendengar. Ini adalah pertanyaan reflektif: apakah kita masih percaya pada cinta setelah kecewa? Apakah kita masih berani membuka hati?
Masuknya Ty Dolla $ign memberikan warna berbeda. Pada bagiannya, ia menyebut "ride out to the moon" dan "city of the angels", yang merujuk pada Los Angeles sebagai simbol mimpi dan kebebasan. Imaji bulan dan bintang memperkuat kesan bahwa cinta dalam lagu ini terasa seperti perjalanan kosmik—jauh, luas, dan tanpa batas. Namun, di balik gaya santainya, terselip pesan tentang kejujuran dan kepercayaan, seperti pada potongan "give me your honesty, I'll give you my trust". Cinta, menurut lagu ini, bukan soal janji muluk, tetapi soal saling percaya.
Secara produksi, Marshmello menghadirkan aransemen elektronik yang lembut dan atmosferik. Beat-nya tidak agresif, justru memberi ruang pada vokal Ali Gatie yang khas—rapuh, intim, dan personal. Perpaduan ini membuat lagu terasa seperti percakapan malam hari antara dua orang yang sedang mempertanyakan masa depan hubungan mereka.
Menariknya, Do You Believe dirilis di masa ketika banyak orang merasa terisolasi secara emosional akibat pandemi global. Tema tentang ingin "pergi bersama" dan mencari tempat yang lebih baik terasa relevan dengan kondisi tersebut. Lagu ini seakan menjadi pelarian emosional bagi generasi muda yang lelah dengan tekanan sosial dan hanya ingin menemukan seseorang untuk dipercaya.
Ali Gatie sendiri dikenal sebagai penyanyi yang kerap menulis lagu berdasarkan pengalaman pribadi dan perasaan autentik. Gaya penulisannya yang lugas membuat pesan lagu mudah dipahami. Dalam Do You Believe, ia tidak menawarkan definisi cinta yang rumit. Ia hanya mengajukan satu pertanyaan sederhana, tetapi mendalam: apakah kamu percaya?
Pada akhirnya, makna lagu Do You Believe adalah tentang keyakinan. Bukan hanya percaya pada pasangan, tetapi juga percaya bahwa cinta layak diperjuangkan. Lagu ini mengajak pendengar untuk menurunkan ego, menepis keraguan, dan mengambil "perjalanan" tanpa harus tahu seluruh rencananya. Karena terkadang, seperti yang tersirat dalam liriknya, kita tidak perlu memahami segalanya—cukup berani melangkah dan percaya.
Do You Believe menjadi pengingat bahwa cinta selalu dimulai dari satu hal paling mendasar: kepercayaan. Dan pertanyaan itu akan selalu relevan, kapan pun dan kepada siapa pun ia ditujukan.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
3 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago

