Sabtu, 4 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 31 March 2026 | 01:00 PM

Background
Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
Fokus ujian (Pexels.com/Andy Barbour)

Bayangkan ini: Kamu sudah duduk di kursi plastik yang agak keras, AC ruangan berdengung tipis, dan di depanmu ada layar monitor yang menampilkan hitung mundur. Di sebelah kananmu, ada peserta yang kayaknya ambis banget, ngetik keyboard dengan kecepatan cahaya, sementara di sebelah kirimu ada yang terus-terusan menghela napas panjang seolah-olah beban hidup seluruh dunia ada di pundaknya. Selamat datang di arena "Hunger Games" versi kearifan lokal bernama UTBK.

Masalahnya, persiapan berbulan-bulan, ikut try out sana-sini sampai langganan aplikasi belajar bermacam-macam, bisa mendadak menguap kalau fokusmu buyar. Menjaga konsentrasi selama berjam-jam mengerjakan soal penalaran umum atau literasi bahasa Inggris itu bukan cuma soal pinter-pinteran, tapi soal ketahanan mental. Kalau otak sudah panas dan mata mulai sepet, huruf-huruf di layar bisa mendadak berubah jadi tarian cacing yang nggak masuk akal. Nah, biar kamu nggak kena "mental breakdown" di tengah jalan, yuk kita bahas gimana caranya tetap fokus tanpa harus jadi robot.

1. Ritual Pagi: Jangan Jadi Zombie Karena SKS

Banyak anak ambis yang merasa berdosa kalau nggak belajar sampai jam 2 pagi di malam sebelum ujian. Padahal, musuh terbesar UTBK itu bukan soal yang susah, tapi otak yang lemot karena kurang tidur. Sistem Kebut Semalam (SKS) itu cuma bikin kamu jadi zombie di hari H. Kalau kamu kurang tidur, bagian otak yang namanya prefrontal cortex—yang tugasnya buat mikir logis—bakal mogok kerja.

Tips simpelnya: H-1 itu waktunya istirahat total. Simpan bukumu, tonton film komedi, atau dengerin musik yang enak. Tidur minimal 7-8 jam. Saat bangun pagi, pastikan perut terisi. Tapi ingat, jangan makan yang terlalu berat atau terlalu pedas. Bayangkan lagi asyik-asyiknya ngerjain soal kuantitatif tiba-tiba perutmu mules gara-gara seblak level 10 semalam. Itu bencana nasional, kawan. Fokusmu bakal pindah dari layar monitor ke pintu toilet.

2. Menjinakkan Panic Attack di 5 Menit Pertama

Begitu soal muncul, biasanya detak jantung bakal lebih kencang dari biasanya. Itu normal. Yang nggak normal adalah kalau kamu langsung panik begitu melihat soal nomor satu yang ternyata susahnya minta ampun. Di sini, fokusmu diuji. Banyak orang kehilangan waktu 15 menit cuma buat bengong gara-gara kaget lihat soal.

Gunakan teknik "grounding". Ambil napas dalam-dalam, rasakan pijakan kakimu di lantai, dan sadari bahwa ini cuma ujian, bukan akhir dunia. Kalau soal nomor satu bikin kamu pengen nangis, skip aja. Jangan gengsi buat melewati soal yang susah. Fokus itu soal manajemen energi. Kalau kamu habiskan energi cuma buat satu soal yang nggak ketemu jawabannya, otakmu bakal capek duluan sebelum sampai ke soal-soal yang sebenarnya bisa kamu kerjain dengan mudah.

3. Abaikan "Gnoise" (Gangguan Noise) dari Peserta Lain

Di ruang ujian, bakal selalu ada satu orang yang seolah-olah jenius banget. Dia klik mouse berkali-kali dengan mantap, atau minta kertas coret-coretan tambahan ke pengawas padahal ujian baru jalan setengah jam. Secara psikologis, ini bisa merusak fokusmu. Kamu bakal mulai berpikir, "Duh, dia udah selesai? Gue kok masih di sini-sini aja?"

Pahami satu hal: Kecepatan klik mouse atau banyaknya kertas coretan bukan indikator kecerdasan. Bisa jadi dia cuma lagi stres atau emang hobi corat-coret aja. Pakailah "kacamata kuda" secara mental. Fokus cuma pada layarmu sendiri. Dunia luar itu nggak ada. Anggap aja kamu lagi main game RPG di mana kamu adalah karakter utamanya dan soal-soal itu adalah monster yang harus dikalahkan satu per satu.

4. Trik 10 Detik Saat Otak Mulai Nge-lag

Manusia itu punya batas konsentrasi. Setelah 60 menit menatap layar, biasanya ada fase di mana mata mulai blur atau kamu membaca satu kalimat yang sama sampai tiga kali tapi nggak paham-paham maknanya. Ini tandanya otakmu butuh restart singkat.

Jangan dipaksa. Berhenti sejenak selama 10 sampai 15 detik. Lepaskan pandangan dari monitor, lihat ke arah lain (tapi jangan ke jawaban orang ya, nanti kena diskualifikasi), regangkan jari-jari tangan, dan putar leher perlahan. Minum air putih sedikit kalau dibolehkan bawa botol. Jeda singkat ini bakal ngebantu otak buat dapet oksigen baru dan mengembalikan fokus yang sempat ambyar.

5. Manajemen Waktu Biar Nggak Kejar-kejaran

Seringkali yang bikin fokus hilang itu adalah liat timer di pojok layar yang terus berdetak. Rasa dikejar waktu itu bikin orang ceroboh. Strategi terbaik adalah jangan terpaku pada jam, tapi terpaku pada target per blok soal. Misalnya, dalam 20 menit kamu harus sudah menyelesaikan sekian soal.

Gunakan eliminasi jawaban. Kalau kamu bingung, cari jawaban yang paling nggak masuk akal dan coret dari pikiranmu. Ini bakal menyederhanakan pilihan dan bikin otakmu nggak terlalu berat mikirnya. Ingat, UTBK itu soal efisiensi. Fokuslah pada memberikan jawaban yang paling mungkin benar daripada mencari kesempurnaan di setiap soal yang malah menghabiskan waktu berharga.

6. Self-Talk yang Positif, Bukan Horor

Suara di dalam kepalamu itu pengaruhnya besar banget. Kalau dari awal kamu bilang, "Aduh, gue pasti gagal," atau "Gue nggak bakal masuk jurusan impian kalau begini," ya sudah, fokusmu bakal tersedot ke emosi negatif itu. Ubah narasinya. Bilang ke diri sendiri, "Oke, satu soal beres, lanjut soal berikutnya. Gue bisa."

Mungkin kedengarannya receh atau kayak motivator di TikTok, tapi secara sains, positive self-talk bisa menurunkan level kortisol (hormon stres). Makin rendah stresmu, makin jernih pikiranmu. Jernih pikiran artinya fokus tajam, setajam silet yang baru diasah.

Pada akhirnya, UTBK memang momen besar dalam hidup, tapi jangan biarkan ia mengintimidasi kamu sampai kamu lupa cara bernapas. Jaga fokus, jaga kesehatan, dan percayalah bahwa usaha yang sudah kamu lakukan selama ini nggak bakal mengkhianati hasil. Setelah ujian selesai, barulah kamu boleh nge-galau atau tidur seharian. Tapi selama di dalam ruangan itu, pastikan kamu adalah penguasa atas pikiranmu sendiri. Gaspol!

Tags