Nostalgia 2011: Bagaimana 5SOS Memulai Karier Musik Mereka
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 03 March 2026 | 09:00 PM


Mengenal 5 Seconds of Summer: Lebih dari Sekadar Boyband dengan Alat Musik
Kalau kita balik lagi ke sekitaran tahun 2011 atau 2012, internet lagi seru-serunya. YouTube baru aja mulai jadi ladang emas buat musisi-musisi kamar yang punya mimpi gede. Di tengah gelombang itu, muncul empat remaja asal Sydney, Australia, yang hobi cover lagu sambil bercanda seru di depan kamera. Mereka adalah Luke Hemmings, Michael Clifford, Calum Hood, dan nggak lama kemudian disusul Ashton Irwin. Itulah awal mula 5 Seconds of Summer, atau yang akrab kita panggil 5SOS.
Jujurly, pada masa awal kemunculannya, banyak orang yang skeptis. "Ah, paling cuma boyband yang dikasih gitar biar kelihatan keren," begitu kira-kira komentar nyinyir netizen kala itu. Tapi kalau kita telisik lebih dalam, narasi itu sebenarnya agak meleset. 5SOS itu tumbuh dari skena pop-punk yang lebih dekat sama pengaruh Green Day atau Blink-182 daripada koreografi boyband ala Westlife. Mereka adalah sekelompok anak tongkrongan yang emang beneran bisa main alat musik dan nulis lagu sendiri sejak masih bau kencur.
Dari Kamar Tidur ke Panggung Dunia Bareng One Direction
Perjalanan mereka itu kayak cerita film remaja yang plotnya mulus banget. Luke Hemmings awalnya cuma iseng unggah video cover lagu di channel YouTube pribadinya, "hemmo19". Terus, temen-temen sekolahnya, Michael dan Calum, ikutan gabung. Karena butuh drummer biar suaranya nggak kosong-kosong amat, masuklah Ashton Irwin setelah mereka sempat manggung di sebuah pub kecil bernama Annandale Hotel. Katanya sih, penontonnya cuma belasan orang, itu pun mungkin setengahnya temen sendiri.
Titik balik paling gila dalam karir mereka adalah ketika Louis Tomlinson dari One Direction nggak sengaja nonton video mereka. Louis langsung jatuh cinta sama energi mereka dan ngajak 5SOS buat jadi band pembuka di tur dunia "Take Me Home". Bayangin aja, dari main di pub yang bau keringat, tiba-tiba harus berdiri di depan puluhan ribu orang di stadion megah. Di sinilah nama 5SOS meledak. Lagu "She Looks So Perfect" jadi anthem anak muda di seluruh dunia, lengkap dengan lirik ikonik soal American Apparel underwear yang legendaris itu.
Evolusi Musik: Saat Remaja Tanggung Berubah Jadi Musisi Matang
Banyak band yang redup setelah masa kejayaan remaja mereka lewat, tapi 5SOS beda. Mereka sadar kalau mereka nggak bisa selamanya jualan imej anak punk rebel yang pakai skinny jeans robek-robek. Lewat album "Youngblood" yang rilis tahun 2018, 5SOS melakukan manuver yang cukup berani. Mereka mulai eksperimen dengan sound yang lebih pop-rock, synth, bahkan sentuhan industrial. Hasilnya? Lagu "Youngblood" meledak parah dan jadi bukti kalau mereka bukan sekadar 'one hit wonder'.
Glow up mereka nggak cuma dari segi penampilan, tapi juga kualitas musik. Kalau di album pertama mereka masih kerasa banget pengaruh pop-punk tahun 2000-an, di album-album selanjutnya kayak "CALM" dan "5SOS5", mereka terdengar lebih dewasa dan reflektif. Mereka berani ngomongin kesehatan mental, kegagalan hubungan yang lebih kompleks, sampai proses pendewasaan diri. Ini yang bikin fans mereka tetap setia. Fansnya ikut tumbuh bareng mereka. Dari yang dulu dengerin lagu mereka pas masih berseragam SMP, sekarang mungkin sudah jadi budak korporat yang dengerin 5SOS sambil ngejar deadline.
Kenapa 5SOS Masih Relevan Sampai Sekarang?
Ada satu hal yang bikin 5SOS tetap solid selama lebih dari satu dekade: persahabatan mereka yang nggak dibuat-buat. Di saat band-band lain sering gontok-gontokan atau gonta-ganti personil, 5SOS tetap berempat. Mereka punya dinamika yang unik. Ada Luke yang kalem tapi vokalnya powerfull, Michael yang punya jiwa rocker sejati, Calum dengan bassline yang groovy dan suara khas, serta Ashton yang bukan cuma drummer tapi juga motor kreatif band.
Selain itu, mereka itu sangat 'down to earth' sama fansnya yang disebut 5SOS Family. Mereka nggak jaim buat tampil konyol di media sosial atau jujur soal kesulitan yang mereka hadapi sebagai band independen setelah lepas dari label besar. Keaslian atau authenticity inilah yang mahal banget di industri musik zaman sekarang yang serba settingan.
Secara musikalitas, 5SOS juga nggak pernah berhenti belajar. Mereka sering kolaborasi sama produser-produser hebat tapi tetap menjaga warna musik mereka sendiri. Mereka membuktikan bahwa sebutan "boyband" atau "pop-punk band" itu cuma label yang nggak penting-penting amat. Yang penting adalah mereka berkarya, lagunya enak didengar, dan mereka happy jalaninnya.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Nostalgia
Melihat 5 Seconds of Summer hari ini, kita melihat sebuah band yang sudah melewati banyak badai. Dari dicibir sebagai band 'titipan' One Direction sampai akhirnya diakui sebagai salah satu band pop-rock terbesar di generasi ini. Mereka berhasil mematahkan stigma dan terus berevolusi tanpa harus kehilangan jati diri.
Buat kamu yang mungkin dulu sempat dengerin "Amnesia" sambil galau di pojokan kamar, coba deh dengerin karya terbaru mereka. Vibes-nya beda, tapi nyawanya tetap sama. 5SOS adalah bukti bahwa konsistensi, kemauan buat belajar, dan persahabatan yang tulus bisa membawa sekumpulan anak pinggiran Sydney menuju puncak dunia. Dan jujur saja, kita semua butuh sedikit energi dari mereka buat ngelewatin hari-hari yang kadang kerasa flat ini. So, tetap semangat ya, boys. Ditunggu karya-karya gokil selanjutnya!
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
2 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago





