Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Kesehatan

Pasien Gagal Ginjal Terhambat Cuci Darah, Dokter Sebut Risiko Fatal

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 07 February 2026 | 04:41 PM

Background
Pasien Gagal Ginjal Terhambat Cuci Darah, Dokter Sebut Risiko Fatal
Ilustrasi cuci darah (Pexels.com/Charlie-Helen Robinson)

amanditmedia.id, Jakarta - Pasien gagal ginjal yang tidak menjalani cuci darah sesuai jadwal berisiko mengalami kondisi berbahaya. Hal ini disampaikan dokter menanggapi kasus pasien yang sempat gagal menjalani pengobatan karena status kepesertaan PBI BPJS Kesehatan nonaktif.

Terapi hemodialisis atau cuci darah merupakan prosedur vital bagi pasien gagal ginjal kronis. Proses ini berfungsi menggantikan kerja ginjal dalam menyaring racun serta kelebihan cairan dari dalam tubuh. Jika terlewat, zat beracun bisa menumpuk dan memicu komplikasi serius.

Dokter menjelaskan, pasien yang melewatkan jadwal dialisis berisiko mengalami sesak napas akibat penumpukan cairan, gangguan elektrolit, hingga gangguan irama jantung. Kondisi tersebut dapat berujung pada kegawatan medis bahkan kematian bila tidak segera ditangani.

Selain faktor medis, aspek administratif seperti status kepesertaan jaminan kesehatan turut memengaruhi kelangsungan terapi. Pada sejumlah kasus, pasien terhambat mendapat layanan karena kepesertaan PBI yang tercatat tidak aktif, sehingga prosedur perawatan tidak bisa langsung dilakukan.

Tenaga medis menekankan bahwa pasien gagal ginjal membutuhkan terapi rutin dan terjadwal. Dialisis bukan tindakan yang bisa ditunda tanpa risiko. Karena itu, koordinasi antara fasilitas kesehatan dan pihak penjamin menjadi krusial agar pasien tidak terputus dari layanan.

Di sisi lain, edukasi kepada pasien dan keluarga juga penting agar memahami jadwal terapi serta segera mengurus kendala administrasi sebelum waktu tindakan tiba. Keterlambatan beberapa hari saja dapat berdampak signifikan pada kondisi kesehatan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan layanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis sangat bergantung pada sistem yang berjalan selaras. Upaya perbaikan tata kelola kepesertaan dan akses layanan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Tags