Seni Menjaga Badan Tetap Waras Saat Puasa: Biar Nggak Cuma Dapat Lapar dan Ngantuk Doang
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 February 2026 | 02:00 PM


Ramadan itu sebenarnya bulan yang penuh paradoks. Di satu sisi, kita diajak untuk menahan diri, tapi di sisi lain, seringkali kita malah jadi lebih konsumtif, terutama soal makanan. Coba lihat saja fenomena pasar kaget menjelang magrib. Semua yang digoreng, yang manisnya minta ampun, sampai yang warnanya mentereng tiba-tiba kelihatan sangat menggoda. Padahal, kalau dipikir-pikir secara logika, perut kita ini cuma satu dan ukurannya nggak seberapa.
Jujurly, menjaga kesehatan saat puasa itu susah-susah gampang. Masalahnya bukan cuma di rasa lapar, tapi gimana caranya supaya badan nggak terasa kayak "zombie" di jam-jam krusial seperti jam dua siang. Banyak dari kita yang akhirnya terjebak dalam siklus: lemas saat siang, lalu balas dendam saat buka puasa, berakhir dengan food coma alias ngantuk berat setelah makan, lalu malas sahur karena masih kenyang. Begitu terus sampai sebulan penuh.
Jebakan Betmen di Meja Buka Puasa
Kita harus mengakui kalau gorengan adalah koentji. Rasanya ada yang kurang kalau berbuka tanpa bakwan yang teksturnya tajam-tajam dikit di langit-langit mulut. Tapi ya itu, gorengan dan es sirup adalah duo maut yang bisa bikin kadar gula darah melonjak tiba-tiba terus drop lagi dengan cepat. Efeknya? Kita bakal merasa cepat capek dan kepala rasanya berat.
Tips dari banyak pakar kesehatan—dan ini masuk akal banget—adalah jangan langsung menghajar perut dengan porsi kuli. Bayangkan lambung kita itu seperti mesin motor yang sudah mati seharian. Kalau langsung digeber di kecepatan tinggi, ya bisa rontok. Mulailah dengan air putih suhu ruang dan sedikit kurma. Bukan cuma karena sunnah, tapi secara medis, kurma itu sumber energi yang cepat diserap tanpa bikin sistem pencernaan kaget. Jangan langsung "balas dendam" dengan porsi nasi yang menggunung plus lauk pauk yang berlemak semua. Kasihan lambungnya, dia juga butuh pemanasan.
Sahur Bukan Sekadar Formalitas "Yang Penting Kenyang"
Banyak dari kita yang penganut aliran "sahur mepet imsak". Karena ngantuknya lebih dominan daripada lapar, akhirnya kita cuma makan mie instan atau nasi goreng sisa semalam yang dipanasin. Ini kesalahan besar. Karbohidrat sederhana seperti itu memang bikin kenyang instan, tapi dalam dua jam juga sudah habis dibakar tubuh. Hasilnya, jam sembilan pagi perut sudah mulai konser keroncongan.
Coba deh, ganti sedikit strateginya. Masukkan unsur karbohidrat kompleks. Nggak harus nasi merah kalau memang nggak suka rasanya yang agak kasar. Bisa diganti dengan oatmeal, pisang, atau sekadar memperbanyak porsi sayur. Serat itu fungsinya seperti "rem" di perut, dia bikin proses pencernaan lebih lambat, jadi rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Dan satu lagi, jangan terlalu banyak minum kafein saat sahur. Kopi atau teh itu bersifat diuretik, yang ada malah bikin kita sering ke kamar mandi dan badan lebih cepat dehidrasi.
Manajemen Air Putih: Rumus 2-4-2
Dehidrasi itu musuh utama produktivitas saat puasa. Kulit kering, bibir pecah-pecah, sampai emosi yang gampang tersulut biasanya berawal dari kurang minum. Tapi masalahnya, gimana caranya minum delapan gelas sehari kalau waktu makannya cuma sebentar? Di sinilah rumus 2-4-2 jadi pahlawan.
Dua gelas saat berbuka (satu gelas saat baru membatalkan, satu gelas setelah makan berat), empat gelas di malam hari (dicicil sambil santai atau setelah tarawih), dan dua gelas saat sahur. Ini jauh lebih manusiawi daripada kamu menenggak dua liter air sekaligus pas mau imsak. Yang ada perut malah kembung dan kamu merasa seperti galon berjalan. Hidrasi yang pas bakal bikin otak lebih jernih dan nggak gampang pusing pas kena panas matahari di siang hari.
Tetap Bergerak, Jangan Cuma Jadi Kaum Rebahan
Ada anggapan kalau puasa itu artinya kita punya lisensi buat tidur seharian. Memang sih, tidur saat puasa itu berpahala, tapi kalau tidurnya dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, itu namanya simulasi pingsan. Badan yang terlalu lama diam malah bakal terasa makin lemas dan kaku.
Olahraga ringan itu wajib. Nggak perlu yang berat-berat sampai angkat beban atau lari maraton. Cukup jalan santai sore hari sambil cari takjil (tapi ingat, belinya jangan khilaf) atau sekadar peregangan di sela-sela kerjaan kantor. Gerak fisik ini fungsinya untuk melancarkan aliran oksigen ke otak. Kalau oksigen lancar, rasa ngantuk yang biasanya menyerang setelah salat luhur itu bisa sedikit teratasi.
Siklus Tidur yang Berantakan
Penyebab utama orang "tumbang" saat Ramadan sebenarnya bukan cuma karena nggak makan, tapi karena kurang tidur. Harus bangun sahur jam tiga pagi itu tantangan besar buat yang biasanya begadang. Kalau jadwal tidur nggak diatur, sistem imun bisa jeblok. Jangan paksakan begadang nonton bola atau maraton serial kalau besoknya harus kerja pagi.
Kalau memungkinkan, sempatkan power nap sekitar 15-20 menit di jam istirahat kantor. Singkat saja, yang penting kualitasnya. Ini jauh lebih efektif buat nge-charge energi daripada tidur berjam-jam tapi nggak berkualitas. Ingat, sehat saat puasa itu investasi supaya kita bisa ibadah dengan maksimal, bukan cuma bertahan hidup sampai hari lebaran tiba.
Kesimpulannya, sehat di bulan puasa itu soal keseimbangan. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, tapi jangan juga terlalu manja dengan alasan "lagi puasa". Makan enak boleh, rebahan boleh, tapi tahu batasnya. Akhir kata, selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan. Semoga lambung tetap aman, dompet tetap tenang, dan badan tetap bugar sampai hari kemenangan nanti!
Next News

Mengenal Campak atau Gabag: Gejala, Mitos, dan Cara Penanganannya
4 days ago

Mengenal Campak: Bukan Sekadar Bintik Merah, Tapi Gimana Sih Cara Ngobatinnya?
4 days ago

Jangan Tunggu Sampai Merah-Merah: Panduan Santuy Tapi Serius Biar Nggak Kena Campak
4 days ago

Campak Bukan Sekadar Bintik Merah Biasa: Kenapa Kita Nggak Boleh Anggap Enteng Penyakit Jadul Ini
5 days ago

Jangan Sepelekan Campak! Ternyata Bukan Sekadar Bintik Merah Biasa
5 days ago

Bukan Cuma Bintik Merah Biasa: Kupas Tuntas Jenis-Jenis Campak yang Sering Bikin Salah Paham
5 days ago

Waspada Campak pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Menanganinya
5 days ago

Sahur Pakai Mie Instan Memang Nikmat, tapi Siap-Siap "Tepar" Sebelum Dzuhur
5 days ago

Ritual Kecil di Jam Tiga Pagi: Efek Minum Yakult Pas Sahur, Beneran Bikin Perut Nyaman atau Cuma Sugesti?
6 days ago

Strategi Ngopi di Bulan Puasa Tanpa Ganggu Pencernaan
6 days ago





