Kamis, 21 Mei 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

7 SPBU di Kalsel Disidak, Pemprov Awasi Ketat Distribusi Biosolar Subsidi

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 18 May 2026 | 05:22 AM

Background
7 SPBU di Kalsel Disidak, Pemprov Awasi Ketat Distribusi Biosolar Subsidi
Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Forkopimda Kalsel terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin — Distribusi biosolar subsidi di Kalimantan Selatan mulai diawasi lebih ketat menyusul maraknya sorotan terkait antrean dan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Dinas Perdagangan Kalsel bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak ke tujuh SPBU di wilayah Kalsel, Kamis (14/5).

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Ahmad Bagiawan mengatakan seluruh SPBU yang disidak terpantau aman dan antrean kendaraan berjalan tertib.

"Alhamdulillah semuanya lancar. Antreannya juga sesuai dan tertib," ujarnya.

Dalam sidak tersebut, pemerintah menekankan biosolar subsidi seharga Rp6.800 per liter harus benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri.

Pengelola SPBU juga diingatkan terkait pembentukan Satgas BBM yang akan memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar subsidi di lapangan.

"Jika terbukti menyalahgunakan penyaluran biosolar subsidi, tentu ada risiko hukum hingga penutupan operasional SPBU," tegas Bagiawan.

Pengawasan distribusi biosolar melibatkan berbagai instansi, mulai dari kepolisian, TNI, Dishub, DKP, hingga unsur Forkopimda lainnya.

Pemprov Kalsel memastikan sidak serupa akan terus dilakukan secara bertahap ke berbagai daerah guna mencegah penyelewengan distribusi BBM subsidi dan mengurangi antrean panjang di SPBU.

Tags