Arti Lagu Bercinta Lewat Kata – Donne Maula dan Romansa yang Sederhana
Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 February 2026 | 03:58 AM


Dirilis pada 26 Juli 2023 sebagai salah satu track di album Daur Hidup, Bercinta Lewat Kata menampilkan Donne Maula dengan nuansa cinta yang lebih reflektif dan intim. Alih-alih menggambarkan cinta dramatis atau kisah romantis yang bombastis, lagu ini menekankan keindahan komunikasi dan pemahaman dalam hubungan yang sederhana.
Di bagian awal lagu, Donne Maula menyinggung pertanyaan eksistensial dalam percintaan:
"Apakah cinta masih sama jika kau tahu ujungnya? Satu, perkenalan. Dua, pendekatan. Apa kau bosan?"
Lirik ini menunjukkan kerentanan seseorang saat menghadapi awal hubungan. Ada kesadaran bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan manis, tapi juga tentang bagaimana pasangan memahami perjalanan emosional masing-masing—dari fase perkenalan hingga pendekatan yang hati-hati.
Pre-chorus membawa realisme yang lebih nyata:
"Bencana-bencana di luar rencana, janji-janji fana membuat merana."
Kalimat ini menegaskan bahwa cinta tidak selalu berjalan mulus; rencana bisa berubah dan janji yang dibuat bisa mengecewakan. Namun, hal ini bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses belajar dalam hubungan.
Chorus menjadi inti pesan lagu:
"Cerita kita takkan seperti di layar-layar kaca, gemas, romantis, tak masuk logika. Cerita kita 'kan berjalan perlahan dan sederhana, saling mengerti hanya lewat bicara."
Disini Donne Maula menekankan romantisme yang tidak perlu dibuat dramatis atau sesuai standar media. Yang penting adalah saling memahami melalui kata-kata, bukan gestur atau momen besar. Lirik "lepas dan hangat bercinta lewat kata" menutup chorus dengan indah, menunjukkan bahwa komunikasi adalah inti dari keintiman yang nyata dan tahan lama.
Lagu ini mengajak pendengar untuk merayakan kesederhanaan dalam cinta: tidak ada efek khusus, tidak perlu adegan dramatis, cukup kata-kata dan pemahaman satu sama lain. Donne Maula berhasil menangkap romantisme yang dewasa, di mana cinta bukan tentang bagaimana terlihat, tetapi bagaimana terasa—melalui percakapan yang hangat dan jujur.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
2 months ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
3 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
3 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
3 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
3 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
3 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
3 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
3 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
3 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
3 months ago





