Gila, Harta Jeff Bezos Tembus $255 Miliar: Kapan Lagi Bisa Beli Pulau Sambil Merem?
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 25 March 2026 | 03:00 AM


Bayangin deh, lo lagi bengong di pinggir jalan sambil megang es kopi susu lima belasan ribu, terus tiba-tiba denger kabar kalau ada orang yang hartanya nambah terus sampai nggak masuk akal. Kita nggak lagi ngomongin sultan komplek yang mobilnya ganti tiap bulan, tapi kita lagi ngomongin Jeff Bezos. Bos besar Amazon ini kabarnya punya kekayaan bersih mencapai angka fantastis, yakni 255 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan dengan kurs sekarang, angkanya sekitar 4.000 triliun rupiah lebih. Nolnya sampai pusing kalau mau dihitung satu-satu di kalkulator HP yang biasanya langsung muncul huruf E itu.
Duit sebanyak itu buat apa sih? Kalau kita yang dapet, mungkin pikiran pertama adalah resign dari kantor, beli pulau pribadi, terus bangun ternak lele terbesar se-Asia Tenggara. Tapi buat Bezos, angka $255 miliar itu bukan sekadar angka di rekening bank, melainkan simbol dominasi ekonomi global yang bikin kita semua cuma bisa melongo sambil bilang, "Kok bisa ya ada orang sekayak itu?"
Dari Garasi yang Sempit Sampai ke Luar Angkasa
Cerita Jeff Bezos ini sebenarnya klise banget, khas banget gaya "American Dream". Dimulai dari garasi rumahnya di Seattle tahun 1994, dia jualan buku lewat internet. Waktu itu orang-orang masih skeptis sama yang namanya belanja online. "Nanti kalau bukunya nggak nyampe gimana?" atau "Nanti kalau kena tipu gimana?" gitu lah kira-kira pikiran orang zaman dulu. Tapi ya namanya juga visioner, Bezos nggak peduli. Dia tetap gas pol sampai akhirnya Amazon bukan cuma jualan buku, tapi jualan semuanya. Mulai dari peniti sampai server internet buat perusahaan raksasa dunia ada di genggaman dia.
Gaya hidupnya juga berubah drastis. Kalau lo liat foto Bezos zaman dulu, dia kelihatan kayak bapak-bapak kutu buku biasa dengan kemeja kegedean dan rambut yang makin mundur. Tapi liat sekarang, Bezos sudah bertransformasi jadi sosok yang "alpha" banget. Badan berotot, kepala plontos kinclong, pakai kacamata hitam mahal, dan hobinya bukan lagi main golf, tapi naik roket ke luar angkasa lewat perusahaannya, Blue Origin. Istilahnya, kalau di bumi sudah nggak ada lagi yang bisa dibeli, ya beli aja tiket ke bulan.
Membandingkan Harta Bezos dengan Realita Kaum Mendang-Mending
Coba kita main simulasi kecil-kecilan biar makin terasa betapa ngerinya angka $255 miliar itu. Kalau lo punya uang segitu, lo bisa traktir seluruh rakyat Indonesia makan nasi padang pakai rendang dua porsi sehari selama entah berapa puluh tahun. Lo bisa beli klub sepak bola top Eropa kayak Manchester United atau Real Madrid, terus lo jadikan mereka tim cadangan buat main di liga antar kampung. Bahkan, APBN Indonesia saja mungkin kerasa "kecil" kalau dibandingin sama total aset pribadi satu orang ini.
Yang bikin makin kesel—atau kagum, tergantung perspektif lo—adalah betapa cepatnya harta ini bertambah. Kadang dalam sehari, kekayaan Bezos bisa naik beberapa miliar dolar cuma gara-gara saham Amazon naik beberapa persen. Bayangin, lo lagi tidur siang, pas bangun harta lo nambah 20 triliun rupiah. Sementara kita? Bangun tidur yang nambah cuma cucian kotor sama notif tagihan paylater.
Bukan Tanpa Kontroversi
Tapi ya gitu, di balik angka yang bikin silau itu, banyak juga kritik yang menghampiri. Banyak yang bilang kalau kekayaan Bezos itu hasil dari sistem yang "memeras" keringat buruh gudangnya. Kita sering denger berita tentang betapa ketatnya jam kerja di gudang Amazon, sampai-sampai ada isu kurir atau pekerjanya susah buat sekadar izin ke toilet. Belum lagi soal urusan pajak. Banyak aktivis yang teriak-teriak kalau orang terkaya di dunia ini harusnya bayar pajak lebih gede buat bantu fasilitas publik.
Namun, di sisi lain, kita nggak bisa mungkiri kalau layanan yang dia ciptakan itu emang ngebantu banget. Siapa sih di sini yang nggak pernah tergiur sama kepraktisan belanja online? Bezos paham betul kalau manusia itu makhluk yang malas dan pengen serba cepat. Dia jualan "kenyamanan", dan ternyata kenyamanan itu harganya mahal banget sampai bikin dia jadi orang paling tajir sejagat raya.
Hobi Baru: Flexing di Atas Kapal Pesiar Super
Belakangan ini, Bezos juga sering jadi omongan gara-gara kapal pesiar mewahnya yang dinamain "Koru". Kapal ini gedenya minta ampun sampai-sampai harus ngebongkar jembatan bersejarah di Belanda cuma biar kapalnya bisa lewat (walaupun akhirnya nggak jadi karena diprotes warga). Kapal pesiar ini punya helipad sendiri, punya kapal pendukung buat naro mainan-mainannya, dan tentu saja jadi tempat dia pamer kemesraan sama tunangannya, Lauren Sanchez.
Vibes Bezos sekarang tuh udah bukan lagi CEO tech yang serius, tapi udah kayak main character di film-film action yang punya markas rahasia di pulau terpencil. Dia menikmati hidup seolah-olah dunia ini cuma taman bermain pribadi buat dia. Dan jujur aja, kalau gue punya $255 miliar, mungkin gue bakal lebih parah lagi tingkahnya.
Pelajaran Buat Kita?
Terus, apa yang bisa kita ambil dari fenomena Jeff Bezos ini? Apakah kita harus kerja keras bagai kuda sampai tipes biar bisa kayak dia? Ya nggak juga sih. Kadang faktor keberuntungan, timing, dan modal awal juga sangat berpengaruh. Pelajaran yang paling masuk akal adalah: dunia ini emang nggak adil, tapi Bezos ngasih tahu kita kalau lo punya ide gila dan lo eksekusi dengan cara yang bener-bener disiplin (dan mungkin sedikit kejam), lo bisa dapet hasil yang nggak masuk di akal sehat.
Akhir kata, ngomongin harta Jeff Bezos emang nggak akan ada habisnya dan cuma bikin kita makin merasa miskin. Tapi ya sudahlah, mending kita lanjut kerja lagi, siapa tahu suatu saat nanti kita bisa dapet seperseribu persen aja dari hartanya dia. Minimal bisa buat bayar cicilan motor tanpa harus nunggu awal bulan, kan? Tetap semangat buat para pencari cuan, karena saingan kita bukan cuma tetangga sebelah, tapi juga orang-orang yang udah mulai mikir cara jualan martabak di Planet Mars.
Next News

Strategi Menentukan Skala Prioritas Materi UTBK: Karena Waktu Tak Bisa Disogok Pakai SKS Semalam
11 days ago

Lulus PTN Tanpa Kuras Rekening Orang Tua: Panduan Belajar UTBK Mandiri Buat Kamu yang Anti-Bimbel
12 days ago

Jangan Cuma Modal Nekat: Mengapa Tryout UTBK Itu Koentji dan Gimana Cara Biar Nggak Sia-sia
12 days ago

Qurban Online: Praktis Sih, Tapi Sah Enggak Ya? Yuk, Simak Kupas Tuntasnya!
14 days ago

Marina Budiman: Sosok di Balik Penyimpanan Data TikTok dan IG
18 days ago

Mengenal Lebih Dekat Jensen Huang Sosok di Balik Kesuksesan Nvidia
18 days ago

Profil Steve Ballmer: Pemain Lama yang Kini Makin Tajir Melintir
18 days ago

Mark Zuckerberg: Dari Meme Robot sampai Jadi Manusia 3.500 Triliun Rupiah
18 days ago

Sergey Brin: Si Ilmuwan Nyentrik dengan Harta 256 Miliar Dollar yang Bikin Kita Semua Merasa Miskin Berjamaah
18 days ago

Larry Ellison: Si "Bad Boy" Teknologi yang Diam-Diam Jadi Orang Terkaya Nomor Tiga di Dunia
19 days ago





