Rabu, 10 Juni 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Inflasi Kalsel Masih Terkendali, Beras Jadi Sorotan Utama

Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 10 June 2026 | 12:29 PM

Background
Inflasi Kalsel Masih Terkendali, Beras Jadi Sorotan Utama
Pemprov Perkuat Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarbaru — Inflasi Kalimantan Selatan masih berada dalam kondisi terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan harga beras dan potensi penurunan produksi pangan saat musim kemarau.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama pemerintah pusat, Senin (8/6).

Menurut Eddy, inflasi tahunan (year on year/yoy) Kalimantan Selatan tercatat sebesar 4,22 persen dan menempatkan provinsi ini di peringkat keenam nasional. Sementara inflasi bulanan (month to month/mtm) berada di angka 0,2 persen.

Ia menjelaskan, emas perhiasan dan beras masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Khusus secara bulanan, beras tercatat sebagai komoditas yang paling mendorong kenaikan harga.

Karena itu, pemerintah mendorong percepatan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama di daerah yang mengalami tekanan inflasi.

Selain menjaga pasokan pangan, pemerintah kabupaten dan kota juga diminta lebih aktif menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah untuk menekan gejolak harga di masyarakat.

Eddy menambahkan, masyarakat juga didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas strategis seperti cabai yang selama ini kerap memicu inflasi saat pasokan menurun.

"Sinergi semua pihak sangat penting agar harga tetap stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan baik," ujarnya.

Tags