Rabu, 15 April 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Kapolda Kalsel Dorong Tanah Laut Jadi Sentra Jagung, Strategi Tutup Defisit Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 February 2026 | 04:57 AM

Background
Kapolda Kalsel Dorong Tanah Laut Jadi Sentra Jagung, Strategi Tutup Defisit Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan
Kapolda Kalsel Gelar FGD Akselerasi Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung (tribratanews.kalsel.polri.go.id/Humas Polda Kalsel)

amanditmedia.id, Tanah Laut - Kepala Polda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin Focus Group Discussion mengenai percepatan Kabupaten Tanah Laut sebagai pusat pengembangan jagung daerah. Pertemuan yang digelar di Balairung Tuntung Pandang pada Jumat (20/2) tersebut diikuti penyuluh pertanian lapangan serta jajaran Bhabinkamtibmas Polres Tanah Laut.

Diskusi dilaksanakan menyusul masih besarnya selisih antara produksi dan kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan. Produksi tahunan disebut baru berada di kisaran 130.000 ton, sementara kebutuhan masyarakat dan industri mencapai sekitar 325.000 ton, sehingga masih terjadi kekurangan pasokan cukup besar. Kondisi ini mendorong perlunya percepatan perluasan lahan dan peningkatan hasil panen.

Tanah Laut dinilai memiliki posisi strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Wilayah yang didominasi dataran rendah dianggap potensial untuk pengembangan pertanian jagung skala luas. Selain itu, kerja sama dengan PT Inhutani I telah menyiapkan total sekitar 3.700 hektare lahan, dengan 700 hektare di antaranya siap dimanfaatkan pada tahap awal penanaman.

Dalam forum itu juga ditegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi turut mengambil bagian dalam mendukung ekosistem pertanian. Dukungan tersebut mencakup pengawalan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran, menjaga stabilitas harga melalui Satgas Pangan, membantu membuka akses kerja sama dengan pembeli hasil panen, serta memberikan kepastian hukum terkait standar harga berbasis kualitas.

Peserta FGD turut menyepakati langkah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada masa tanam disiapkan bantuan alat berat, sarana produksi, dan bibit unggul gratis. Menjelang panen, empat unit mesin pemanen jagung akan dikerahkan untuk menekan biaya produksi petani. Setelah panen, difasilitasi proses pengeringan, penyimpanan gudang, serta sistem pembelian terintegrasi melalui offtaker.

Sebagai penguatan program berkelanjutan, juga disiapkan skema penghargaan bagi penyuluh dan Bhabinkamtibmas yang mampu meningkatkan produktivitas di wilayahnya.

"Kabupaten Tanah Laut kita proyeksikan sebagai sentra jagung Kalimantan Selatan. Model kolaborasi ini adalah wujud nyata dukungan kepolisian terhadap swasembada pangan nasional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045," tutup Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Tags