Sabtu, 30 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Kenali 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kamu Jadi Remaja Jompo karena Asam Urat

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 26 May 2026 | 09:00 PM

Background
Kenali 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kamu Jadi Remaja Jompo karena Asam Urat
(Pexels.com/Alejandra Montenegro)

Pernah nggak sih kamu merasa kalau tubuhmu ini usianya lebih tua dari yang tertera di KTP? Baru bangun tidur bukannya seger, malah ngerasa sendi kaki kaku banget. Mau jalan ke kamar mandi aja rasanya kayak lagi napak di atas duri-duri kecil. Kalau iya, selamat, mungkin kamu sudah resmi bergabung dalam klub eksklusif "Remaja Jompo". Dan salah satu tersangka utama di balik penderitaan ini biasanya adalah asam urat.

Dulu, asam urat itu identik sama penyakitnya kakek-kakek atau bapak-bapak yang hobi makan emping sama jeroan. Tapi sekarang, trennya sudah bergeser. Anak muda umur 20-an atau 30-an sudah banyak yang meringis kesakitan gara-gara jempol kakinya bengkak kemerahan. Masalahnya bukan cuma soal faktor usia atau keturunan, tapi lebih ke gaya hidup kita yang kadang emang agak "ngaco". Berikut adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar bikin asam urat kamu melonjak drastis.

1. Ritual "Self-Reward" yang Kebablasan

Siapa sih yang nggak suka "self-reward" setelah seminggu penuh dikejar deadline kantor atau tugas kuliah yang numpuk? Biasanya, bentuk apresiasi paling gampang adalah dengan makan enak. Masalahnya, definisi "makan enak" buat kebanyakan orang Indonesia itu nggak jauh-jauh dari menu All-You-Can-Eat (AYCE) daging sapi, seafood berlimpah, atau sate kambing yang lemaknya mengkilap banget.

Daging merah, jeroan (usus, babat, hati), dan makanan laut kayak udang atau kerang itu punya kandungan purin yang tinggi banget. Purin ini nih yang kalau diolah tubuh bakal jadi asam urat. Kalau kita terlalu sering "menghadiahi" diri sendiri dengan makanan-makanan ini tanpa kontrol, jangan kaget kalau sendi tiba-tiba protes. Niatnya mau healing, yang ada malah pening karena kaki bengkak.

2. Kecanduan Minuman Manis dan Boba Life

Banyak orang mengira asam urat cuma urusan daging. Padahal, gula—terutama fruktosa—adalah "partner in crime" yang nggak kalah jahat. Coba diingat-ingat, dalam sehari berapa cup kopi susu kekinian, boba, atau minuman soda yang masuk ke perut kamu? Fruktosa dalam minuman manis itu punya cara licik buat menstimulasi produksi asam urat di dalam tubuh sekaligus menghambat pengeluarannya lewat ginjal.

Jadi, meskipun kamu udah ngurangin makan daging, tapi tetap hobi nyedot minuman manis tiap sore, ya sama aja bohong. Kandungan gula yang tinggi ini bukan cuma nambah lingkar pinggang, tapi juga bikin kadar kristal asam urat di sendi makin betah nongkrong di sana.

3. Menjadi Penganut Aliran "Kaum Rebahan" Sejati

Kurang gerak atau gaya hidup sedenter itu akar dari banyak masalah kesehatan, termasuk asam urat. Saat kita males gerak, metabolisme tubuh jadi lambat banget. Akibatnya, proses pembuangan zat-zat sisa dalam tubuh—termasuk asam urat—jadi nggak lancar. Lemak yang numpuk gara-gara kurang olahraga juga bikin tubuh lebih rentan mengalami peradangan.

Lucunya, kadang kita ngerasa kalau olahraga itu berat banget. Padahal, sekadar jalan kaki sore atau peregangan tipis-tipis di sela kerjaan itu udah ngebantu banget supaya aliran darah lancar dan ginjal bisa kerja maksimal buat nyaring asam urat. Intinya, jangan sampai tubuhmu jadi kayak mesin tua yang karatan gara-gara jarang dipanasin.

4. Lupa Minum Air Putih karena Terlalu Fokus Kerja

Ini adalah kebiasaan paling sepele tapi dampaknya luar biasa. Kita sering banget ngerasa cukup minum cuma dari segelas kopi di pagi hari dan teh manis di siang hari. Padahal, air putih itu kunci utama buat "bilas" asam urat keluar dari tubuh. Ginjal butuh cairan yang cukup buat membuang asam urat lewat urine.

Kalau kamu dehidrasi, konsentrasi asam urat di dalam darah bakal makin pekat. Bayangin aja kayak selokan yang mampet gara-gara kekurangan air buat ngalirirn kotoran; ujung-ujungnya ya numpuk. Jadi, mulai sekarang, jangan cuma update status soal kerjaan yang numpuk, pastiin juga botol minum di meja kerja kamu selalu terisi dan habis.

5. Hobi Begadang dan Pola Tidur Berantakan

Apa hubungannya kurang tidur sama jempol kaki sakit? Ternyata ada banget. Begadang bikin jam biologis tubuh berantakan, yang ujung-ujungnya mengganggu fungsi organ-organ vital, termasuk ginjal. Saat kita tidur, tubuh sebenarnya lagi ngelakuin proses detoksifikasi besar-besaran. Kalau waktu tidurnya dipangkas buat marathon film atau main game, proses pembersihan asam urat jadi nggak optimal.

Selain itu, orang yang hobi begadang biasanya punya kecenderungan buat cari camilan di tengah malam. Dan biasanya, camilan malam itu nggak jauh-jauh dari mie instan atau gorengan yang penuh garam dan lemak. Kombinasi kurang tidur dan makan ngawur di jam malam ini adalah jalur tol menuju serangan asam urat yang menyiksa di pagi harinya.

Asam urat emang bukan penyakit yang langsung bikin kita nggak berdaya selamanya, tapi rasa sakitnya itu lho, benar-benar bisa ngerusak mood dan produktivitas. Rasanya kayak ada jarum-jarum kecil yang nusuk-nusuk di dalam sendi setiap kali kita gerak. Nggak mau kan, lagi di puncak masa muda tapi hobinya malah ngoleksi obat pereda nyeri?

Mulai sekarang, yuk lebih sadar sama apa yang masuk ke mulut dan gimana cara kita memperlakukan tubuh. Nggak perlu ekstrem langsung jadi vegetarian, cukup kurangi porsi "makanan jahat", banyakin minum air putih, dan sempatkan gerak. Ingat, sehat itu investasi, dan asam urat itu cicilan rasa sakit yang nggak pengen kita bayar di masa depan.

Tags