Selasa, 26 Mei 2026
Amandit FM
Hiburan

Bukan Cuma Sate, Ini Sunnah Pagi Iduladha yang Sering Terlupa

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 26 May 2026 | 12:00 PM

Background
Bukan Cuma Sate, Ini Sunnah Pagi Iduladha yang Sering Terlupa
(Pexels.com/ Arya Suraj )

Bukan Cuma Soal Daging Kurban: Panduan Sat-Set Amalan Sunnah Sebelum Salat Iduladha

Bayangkan pagi hari yang tenang, suara takbir berkumandang sahut-menyahut dari corong masjid, dan aroma embun pagi yang bercampur dengan semangat untuk berangkat ke lapangan. Ya, Iduladha selalu punya vibes yang beda dibanding Idulfitri. Kalau Idulfitri itu kental dengan aroma opor dan kue kering, Iduladha lebih ke arah 'perjuangan' dan bau-bau sate yang akan segera dieksekusi. Tapi, sebelum kita sibuk mikirin jatah daging kurban atau cara ngolah torpedo kambing biar nggak bau prengus, ada satu hal yang sering terlupakan: memaksimalkan pagi hari kita dengan amalan sunnah.

Sering nggak sih kita berangkat salat Iduladha dengan kondisi yang seadanya? Bangun tidur, cuci muka, ganti baju, langsung lari ke masjid karena takut ketinggalan rakaat pertama. Padahal, Nabi Muhammad SAW sudah ngasih kita 'cheat code' atau panduan biar hari raya kita nggak cuma sekadar ritual formalitas belaka, tapi juga dapet limpahan pahala yang auto-berkah. Yuk, kita bahas amalan sunnah sebelum salat Iduladha dengan gaya yang santai tapi tetap berbobot.

Mandi Janabah-Style: Ritual Glow Up Spiritual

Amalan pertama yang wajib banget masuk list adalah mandi. Tapi, ini bukan sekadar mandi 'beberes' biasa yang cuma lima menit kelar. Mandi sunnah Iduladha itu filosofinya adalah menyucikan diri secara total sebelum menghadap Sang Pencipta di lapangan atau masjid. Bayangkan lo mau ketemu gebetan atau bos besar, pasti mandi sebersih mungkin, kan? Nah, ini levelnya jauh di atas itu.

Secara teknis, mandi ini dimulai sejak fajar menyingsing. Niatnya simpel, cukup dalam hati untuk mandi sunnah Iduladha. Efeknya? Selain bikin badan segar dan mata nggak ngantuk pas dengerin khutbah, mandi ini bikin kita lebih "hadir" secara mental. Kalau badan udah segar, biasanya mood untuk ibadah juga bakal naik drastis. Nggak lucu kan kalau pas takbiratul ihram lo malah sibuk nguap gara-gara belum mandi?

OOTD Terbaik dan Aroma yang Menenangkan

Setelah mandi, saatnya urusan penampilan alias outfit of the day (OOTD). Sunnahnya adalah memakai pakaian terbaik yang kita punya. Catat ya: "terbaik", bukan berarti harus "terbaru" atau "termahal". Kalau lo punya baju koko yang harganya diskonan tapi rapi, bersih, dan wangi, itu sudah masuk kategori terbaik. Ini adalah bentuk penghormatan kita pada hari besar agama.

Bagi kaum adam, memakai wewangian atau parfum juga sangat dianjurkan. Pilih aroma yang soft, jangan yang baunya menusuk hidung sampai bikin jamaah di sebelah pusing tujuh keliling. Kenapa harus wangi? Karena di tempat salat nanti kita bakal kumpul sama banyak orang. Menjaga aroma tubuh tetap segar adalah bagian dari adab bersosialisasi sekaligus menjalankan sunnah. Sayangnya, untuk perempuan, urusan parfum ini harus lebih bijak ya, jangan terlalu mencolok alias berlebihan saat keluar rumah.

Strategi "Puasa" Singkat Sebelum Salat

Nah, ini nih perbedaan paling mencolok antara Idulfitri dan Iduladha. Kalau pas Idulfitri kita disunnahkan makan dulu (biasanya kurma atau camilan kecil) sebelum berangkat ke tempat salat, di Iduladha justru kebalikannya. Kita disunnahkan untuk menahan makan alias nggak sarapan dulu sampai salat Id selesai dilaksanakan.

Lho, kenapa gitu? Hikmahnya keren banget. Sunnahnya adalah agar makanan pertama yang masuk ke perut kita di hari itu adalah daging dari hewan kurban kita sendiri atau hasil kurban masyarakat. Ini semacam simbol rasa syukur dan kedekatan kita dengan proses berbagi daging kurban itu sendiri. Jadi, buat lo yang biasanya tim 'sarapan bubur sebelum beraktivitas', tahan dulu dikit ya. Rasa lapar itu bakal bikin momen makan daging kurban nanti jadi berkali-kali lipat lebih nikmat.

Memilih Rute Berangkat dan Pulang yang Berbeda

Ini salah satu sunnah yang paling unik dan seru kalau dipraktekkan. Nabi Muhammad SAW biasa mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat Id. Tujuannya apa? Ada banyak opini. Ada yang bilang supaya kita bisa menyapa lebih banyak orang (silaturahmi lewat sapaan tipis-tipis), ada juga yang bilang supaya setiap jalan yang kita lalui menjadi saksi ibadah kita di hari kiamat nanti.

Secara psikologis, lewat jalan yang berbeda itu bikin kita lebih aware sama lingkungan sekitar. Mungkin pas berangkat lewat jalan utama, eh pas pulang lewat gang sempit, lo baru sadar kalau ada tetangga yang lagi butuh bantuan atau sekadar bisa ngucapin "Selamat Iduladha" ke orang-orang baru. Ini cara yang asik buat memperluas social circle secara alami tanpa harus jadi ekstrovert yang berlebihan.

Takbiran: Soundtrack Kemenangan Sejati

Jangan biarkan bibir lo mengatup rapat selama perjalanan menuju tempat salat. Kumandangkan takbir! Takbiran bukan cuma tugas marbot masjid pakai pengeras suara, tapi tugas kita semua. Takbir adalah cara kita mengagungkan kebesaran Allah dan merayakan keberhasilan kita (dan saudara kita yang sedang haji) dalam menjalankan perintah-Nya.

Membaca takbir dari rumah sampai ke tempat salat itu bikin suasana hati jadi lebih 'khidmat'. Di zaman sekarang, mungkin banyak orang yang malu takbiran sendiri sambil jalan kaki atau naik motor. Padahal, itu adalah ekspresi keberagamaan yang paling jujur. Nggak perlu teriak-teriak kayak lagi demo, cukup dengan suara yang terdengar oleh diri sendiri dan orang sekitar, itu udah cukup buat menghidupkan syiar Iduladha.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Ritual

Mengikuti amalan sunnah sebelum salat Iduladha itu sebenarnya bukan beban, melainkan gaya hidup. Semua ritual kecil di atas—mulai dari mandi, dandan rapi, nggak makan dulu, sampai pilih rute jalan—semuanya didesain untuk membuat kita lebih menghargai hari raya ini. Iduladha bukan cuma soal eksekusi sapi atau kambing di siang hari, tapi soal bagaimana kita mempersiapkan diri sejak mata terbuka di pagi hari.

Dengan melakukan amalan-amalan ini, kita nggak cuma dapet daging yang mengenyangkan perut, tapi juga 'nutrisi' yang mengenyangkan jiwa. Jadi, besok pas Iduladha tiba, coba deh terapin semua tips di atas. Rasakan bedanya, pasti Iduladha lo bakal terasa lebih berkesan dan nggak cuma berakhir di piring sate. Selamat merayakan hari raya kurban, jangan lupa bagi-bagi dagingnya ke yang membutuhkan, ya!

Tags