Jumat, 22 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Kenapa Sih Asam Urat Suka Datang Tiba-tiba Kayak Tagihan Pinjol? Ini Biang Keroknya!

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 22 May 2026 | 09:00 PM

Background
Kenapa Sih Asam Urat Suka Datang Tiba-tiba Kayak Tagihan Pinjol? Ini Biang Keroknya!
(Pexels.com/ Pavel Danilyuk )

Bayangkan skenario ini: Kamu baru saja melewati akhir pekan yang sangat menyenangkan. Sabtu malam nongkrong bareng teman-teman di kedai sate kambing langganan, lanjut Minggu siang makan siang mewah dengan menu seafood yang melimpah sebagai bentuk self-reward setelah seminggu diperas kerjaan. Hidup terasa begitu indah, sampai akhirnya jam dua pagi kamu terbangun dengan sensasi jempol kaki yang rasanya seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum atau digencet pintu truk.

Gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba area sendi memerah, bengkak, dan disentuh sprei saja sakitnya minta ampun. Selamat, itu namanya serangan asam urat akut. Banyak orang mengira asam urat itu penyakitnya kakek-kakek yang hobi pakai koyo. Padahal kenyataannya, anak muda zaman sekarang yang hobi jajan sembarangan juga sering banget "kena mental" sama penyakit satu ini.

Lantas, kenapa sih asam urat itu suka kambuh secara tiba-tiba? Kenapa dia gak kasih aba-aba dulu kayak gebetan yang mau minta putus? Mari kita bedah satu-satu biar kamu nggak cuma bisa meringis sambil elus-elus kaki.

1. Pesta Purin yang Kelewat Batas

Pemicu paling klasik tentu saja urusan perut. Di dalam tubuh kita, asam urat sebenarnya produk sisa yang normal dari pemecahan purin. Masalahnya, kalau kamu memasok purin dari luar secara ugal-ugalan, ginjal kamu yang malang itu bakal kewalahan membuangnya. Akhirnya? Asam urat itu nimbun di sendi dan berubah jadi kristal tajam.

Makanan apa yang jadi primadona purin? Jeroan adalah juaranya. Hati, usus, babat, paru—semua yang biasanya ada di piring nasi padang atau soto itu adalah bom waktu bagi penderita asam urat. Selain itu, seafood seperti kerang, udang, dan kepiting juga punya kadar purin yang cukup tinggi. Jadi, kalau semalam kamu habis pesta mukbang seafood kiloan, jangan kaget kalau paginya kakimu protes keras.

2. Jebakan Batman Bernama Fruktosa

Ini yang sering luput dari radar. Banyak orang cuma takut sama sate kambing, tapi santai-santai saja minum boba atau kopi kekinian dengan gula tambahan yang tumpah-tumpah setiap hari. Padahal, gula jenis fruktosa adalah salah satu biang kerok asam urat kambuh secara mendadak.

Fruktosa, ketika masuk ke tubuh dalam jumlah besar, bakal mempercepat pemecahan nukleotida yang ujung-ujungnya memicu produksi asam urat. Jadi, buat kamu yang merasa sudah "diet" jeroan tapi kok masih sering kumat, coba cek lagi konsumsi minuman manis dan soda kamu. Mungkin di situlah masalahnya bersarang.

3. Kurang Minum Air Putih alias Dehidrasi

Kedengarannya sepele, ya? "Masa cuma gara-gara kurang minum jadi sakit kaki?" Eits, jangan salah. Air putih itu fungsinya kayak mobil penyiram jalanan yang membersihkan debu. Kalau kamu kurang minum, volume darah bakal lebih kental, dan konsentrasi asam urat di dalam tubuh pun meningkat drastis.

Saat tubuh dehidrasi, ginjal nggak bisa bekerja maksimal untuk membuang asam urat lewat urine. Akhirnya, asam urat yang harusnya terbuang malah "nongkrong" di sendi dan mengkristal. Makanya, kalau kamu lagi sibuk kerja sampai lupa minum, atau cuaca lagi panas-panasnya tapi kamu malah kebanyakan minum kopi yang bersifat diuretik, siap-siap saja disambangi rasa nyeri.

4. Efek Samping "Minuman Dewasa"

Buat yang suka party atau sekadar menyesap bir di akhir pekan, kamu perlu tahu kalau alkohol adalah musuh besar penderita asam urat. Bir, khususnya, mengandung banyak purin dari ragi yang digunakan dalam proses fermentasinya. Lebih parah lagi, alkohol bakal menghambat proses pembuangan asam urat melalui urine karena ginjal lebih sibuk memproses alkoholnya. Ini adalah kombinasi maut yang bikin asam urat langsung melesat naik tanpa permisi.

5. Cedera Fisik atau Olahraga Terlalu Ekstrem

Niatnya sih mau hidup sehat dengan olahraga, tapi kalau nggak pakai pemanasan atau terlalu memaksakan diri, sendi kamu bisa mengalami trauma kecil. Luka atau cedera pada sendi ternyata bisa memicu asam urat yang sudah ada di dalam darah untuk mengendap di area tersebut. Sering banget terjadi, orang yang habis lari maraton tanpa persiapan atau kakinya terantuk meja, malah berakhir dengan serangan asam urat di titik yang sama.

6. Stres dan Diet yang Terlalu Ketat

Ternyata pikiran yang ruwet juga bisa bikin kaki ikutan ruwet. Saat stres, tubuh memproduksi hormon tertentu yang bisa mempengaruhi keseimbangan kadar asam urat. Selain itu, diet yang terlalu ekstrem alias "nggak makan sama sekali" demi kurus cepat juga bahaya. Ketika tubuh kekurangan energi secara drastis, sel-sel tubuh akan pecah dan melepaskan purin ke aliran darah. Jadi, alih-alih sehat, diet ngawur malah bikin kamu jalan pincang.

Sebagai penutup, asam urat itu sebenarnya adalah sinyal dari tubuh kalau pola hidup kita lagi nggak benar. Dia kayak alarm yang berisik banget kalau kita sudah terlalu banyak mengonsumsi hal-hal yang sifatnya "berlebihan". Kunci utamanya bukan cuma minum obat antinyeri saat kumat, tapi mulai sadar diri dengan apa yang masuk ke mulut.

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih bersahabat dengan air putih, kurangi jeroan (cukup sekali-sekali saja buat syarat), dan jangan biarkan stres menguasai dirimu. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati, karena rasa sakit asam urat itu nyatanya lebih perih daripada dikhianati teman sendiri. Tetap sehat, ya!

Tags