Jumat, 22 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Bye Mata Merah! Tips Nyaman Pakai Softlens Saat Kencan

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 21 May 2026 | 07:00 PM

Background
Bye Mata Merah! Tips Nyaman Pakai Softlens Saat Kencan
(Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Biar Nggak Kelilipan Drama: Panduan Bertahan Hidup Buat Pengabdi Lensa Kontak

Pernah nggak sih kalian lagi asyik-asyiknya nongkrong di kafe yang estetik, eh tiba-tiba mata rasanya kayak kemasukan butiran pasir dari Gurun Sahara? Atau pas lagi kencan pertama, mata malah memerah kayak habis nangisin mantan tujuh hari tujuh malam? Buat kita-kita yang tergabung dalam sekte pengabdi lensa kontak alias softlens, drama kayak gini tuh udah jadi makanan sehari-hari. Antara pengen tampil kece tanpa kacamata yang hobi melorot, tapi di sisi lain harus berurusan sama benda kenyal yang kalau salah urus dikit aja bisa bikin dunia terasa buram.

Memang sih, pakai softlens itu rasanya kayak dapet mukjizat instan. Kita bisa bebas lari-larian, pakai makeup mata yang on point, sampai nggak perlu pusing kacamata berembun pas lagi makan bakso panas. Tapi, jangan salah. Di balik kemudahan itu, ada tanggung jawab besar yang seringkali kita sepelekan karena alasan "mager" atau "ah, dikit doang nggak apa-apa kok". Padahal, mata kita itu aset masa depan yang nggak ada onderdil cadangannya di bengkel manapun.

Cuci Tangan Adalah Koentji, Bukan Sekadar Formalitas

Sering banget kita denger nasihat "cuci tangan sebelum pegang mata". Kedengarannya klise banget, kan? Kayak nasihat guru TK. Tapi jujur deh, berapa banyak dari kita yang benar-benar cuci tangan pakai sabun sampai bersih sebelum nyolek softlens? Kadang kalau lagi buru-buru mau berangkat kerja, kita cuma bilas tangan pakai air doang, terus langsung hajar bleh pasang lensa. Padahal, tangan kita itu sarang bakteri, mulai dari sisa sambel geprek tadi siang sampai kuman dari layar HP yang jarang dibersihin.

Investasikan waktu satu menit aja buat cuci tangan pakai sabun yang nggak mengandung parfum atau pelembap berlebih. Kenapa? Karena sisa minyak atau bau melati di tangan bisa nempel di lensa dan bikin mata perih. Ingat, mata kamu itu sensitif banget, lebih sensitif daripada perasaan kamu pas ditanya "kapan nikah?" di acara lebaran.

Cairan Pembersih Bukan Air Keran, Gaes!

Ini nih kesalahan fatal yang masih sering kejadian: pakai air keran buat bilas softlens atau wadahnya. Plis, jangan pernah lakuin ini kalau kamu masih sayang sama penglihatan. Air keran, sebersih apapun kelihatannya, mengandung mikroorganisme bernama Acanthamoeba yang bisa bikin infeksi kornea parah. Cairan khusus softlens itu diciptakan bukan buat gaya-gayaan, tapi emang buat ngebunuh kuman dan protein yang nempel.

Satu lagi tips penting: jangan pernah "top up" cairan di wadah softlens. Maksudnya, cairan sisa semalam jangan ditambahin cairan baru terus dipakai lagi. Itu namanya penghematan yang bikin boncos di masa depan. Buang cairan lama, cuci wadahnya, keringkan, baru isi yang baru. Dan jangan lupa ganti wadah softlens secara rutin, minimal tiga bulan sekali. Wadah yang udah kelamaan itu biasanya udah jadi apartemen mewah buat koloni bakteri.

Durasi Pakai: Mata Juga Butuh Healing

Kadang kalau udah nyaman, kita suka lupa waktu. Pakai softlens dari jam tujuh pagi berangkat kantor, lanjut nongkrong sampai jam dua belas malam, baru dilepas pas udah di kasur. Ini namanya menyiksa mata secara perlahan. Secara ideal, mata kita itu butuh oksigen langsung dari udara. Lensa kontak, secanggih apapun teknologinya, tetap aja jadi penghalang buat oksigen masuk ke kornea.

Usahakan jangan pakai softlens lebih dari 8 sampai 10 jam sehari. Kalau emang aktivitas lagi padat banget, pastiin kamu selalu bawa obat tetes mata khusus softlens (lubricating drops) buat ngejaga kelembapan. Mata yang kering itu rasanya nggak cuma nggak nyaman, tapi juga rentan lecet. Dan yang paling haram hukumnya: tidur pakai softlens. Meskipun itu cuma tidur siang 15 menit di kereta, mending dilepas dulu deh. Tidur dengan lensa kontak itu kayak ngebungkus mata pakai plastik kedap udara. Pas bangun, jangan kaget kalau mata merah padam dan penglihatan kayak ketutup kabut asap.

Jangan Jadi Kaum "Pelit" Sama Kesehatan Sendiri

Ada tipe pengguna softlens yang suka memaksakan kehendak. Lensa yang harusnya dipakai buat sebulan, dipaksa sampai dua atau tiga bulan gara-gara merasa "masih enak dipakai kok". Wah, ini bahaya banget. Lensa kontak itu punya masa kedaluwarsa bukan tanpa alasan. Setelah lewat jangka waktunya, material lensa bakal mulai rusak dan pori-porinya tersumbat kotoran yang nggak bisa hilang cuma dengan direndam.

Kalau udah waktunya ganti, ya ganti aja. Jangan nunggu sampai mata merah atau kerasa ganjel baru mau beli yang baru. Lebih baik keluar duit sedikit buat beli stok softlens daripada harus bayar biaya dokter spesialis mata yang harganya bisa buat beli tiket konser. Kesehatan itu emang mahal, tapi sakit jauh lebih mahal plus bikin stres.

Dengarkan Sinyal dari Mata

Poin terakhir yang nggak kalah penting adalah peka. Mata kita itu pinter ngasih kode. Kalau tiba-tiba mata kerasa perih, gatal, penglihatan buram, atau sensitif banget sama cahaya, itu tandanya ada yang nggak beres. Jangan dipaksain tetap pakai softlens cuma demi penampilan. Copot segera, cuci, dan kalau perlu istirahatin mata dengan pakai kacamata dulu selama beberapa hari.

Memakai lensa kontak itu emang soal kenyamanan dan estetika, tapi jangan sampai kita mengabaikan aspek keamanan. Menjaga kesehatan mata bagi pengguna softlens itu sebenarnya nggak susah, cuma butuh kedisiplinan dan rasa nggak malas. Dengan perawatan yang benar, kita tetap bisa tampil kece tanpa harus drama urusan mata merah. Jadi, sudahkah kamu cuci tangan dan ganti cairan softlens hari ini?

Tags