Jumat, 22 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Tips Cegah Asam Urat Bagi Kamu yang Hobi Jajan dan Makan Enak

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 21 May 2026 | 12:00 PM

Background
Tips Cegah Asam Urat Bagi Kamu yang Hobi Jajan dan Makan Enak
Food ilustration (Pexels.com/ Jboy Designer )

Menolak Tua yang Terlalu Dini: Panduan Bertahan Hidup dari Terjangan Asam Urat

Bayangkan skenario ini: kamu masih muda, atau setidaknya merasa masih muda. Jiwa masih membara untuk eksplorasi kuliner dari satu festival makanan ke festival lainnya. Namun, tiba-tiba suatu pagi, jempol kaki kamu terasa seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum mikroskopis yang sedang demo menuntut kenaikan upah. Rasanya nyut-nyutan, panas, dan jangankan buat jalan, kena gesekan selimut saja rasanya pengen teriak minta ampun. Selamat datang di klub 'Asam Urat', sebuah kondisi yang dulu dianggap penyakit orang tua, tapi sekarang makin rajin menyapa anak muda yang gaya hidupnya hobi "balas dendam" di meja makan.

Secara teknis, asam urat atau gout ini terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat di sendi. Pemicu utamanya? Zat bernama purin. Sebenernya tubuh kita butuh purin, tapi kalau asupannya sudah kayak banjir bandang, ginjal kita angkat tangan. Hasilnya? Kristal-kristal tajam itu nongkrong di sendi dan bikin drama. Biar kamu nggak terus-terusan jadi pelanggan setia apotek buat beli obat pereda nyeri, mari kita bedah daftar makanan yang harus mulai kamu "unfollow" demi kedamaian sendi.

1. Jeroan: Sang Musuh Dalam Selimut yang Terlalu Enak

Jujur saja, siapa yang bisa menolak godaan sate usus, babat gongso, atau paru goreng yang gurihnya minta ampun itu? Di Indonesia, jeroan adalah kasta tertinggi dalam dunia persambalan dan penyetan. Sayangnya, bagi penderita asam urat, jeroan adalah "final boss" yang harus dihindari mati-matian. Kandungan purin dalam hati, limpa, usus, dan otak itu sangat tinggi. Mengonsumsi jeroan sama saja dengan mengundang pasukan jarum untuk berpesta di pergelangan kaki kamu. Kalau memang sayang nyawa dan sayang sendi, mulai sekarang kalau ke warung padang, skip dulu itu gulai tambusu atau otak sapi. Cukup pandangi saja dari jauh, anggap itu mantan yang sudah bahagia dengan orang lain.

2. Seafood: Enak di Lidah, Bencana di Jempol Kaki

Tren mukbang seafood memang seringkali bikin kita ngiler. Udang yang melimpah, kepiting yang gemuk, sampai kerang-kerangan yang disiram saus padang. Tapi ingat, di balik cangkang yang keras itu, terdapat kadar purin yang cukup buat bikin kamu pincang keesokan harinya. Tidak semua penghuni laut itu jahat, tapi kerang, udang, kepiting, dan lobster adalah kelompok yang paling tinggi purinnya. Ikan teri dan ikan sarden (terutama yang kalengan) juga punya reputasi buruk di mata penderita asam urat. Jadi, kalau diajak makan seafood, lebih baik pilih ikan yang dagingnya putih atau ya, cukup jadi penonton setia teman yang lagi makan saja sambil pegang segelas air putih hangat.

3. Daging Merah yang Terlalu Sering "Me Time"

Daging sapi, kambing, dan domba memang sumber protein yang luar biasa. Apalagi kalau sudah berubah wujud jadi steak medium rare atau rendang yang bumbunya meresap sampai ke sanubari. Masalahnya, daging merah ini mengandung purin dalam jumlah sedang menuju tinggi. Bukan berarti kamu harus jadi vegetarian dadakan, tapi porsinya harus benar-benar dijaga. Jangan mentang-mentang ada promo "all you can eat", kamu lalu kalap menghabiskan berlembar-lembar daging seolah besok dunia kiamat. Ingat, satu jam kebahagiaan di restoran bisa dibayar dengan tiga hari jalan merangkak di kamar.

4. Minuman Manis dan Alkohol: Pasukan Pengganggu Tersembunyi

Banyak orang mengira asam urat cuma urusan daging dan jerohan. Padahal, minuman manis yang mengandung fruktosa tinggi (high fructose corn syrup) juga punya peran antagonis. Fruktosa dalam minuman kemasan, soda, atau kopi kekinian yang gulanya minta ampun itu bisa memicu tubuh memproduksi lebih banyak asam urat. Belum lagi urusan alkohol, terutama bir. Bir mengandung ragi yang kaya purin dan alkoholnya menghambat pengeluaran asam urat lewat urine. Jadi, itu bir bukan cuma bikin perut buncit, tapi juga bikin sendi "auto-ngilu". Mulailah bersahabat dengan air putih atau jus buah tanpa tambahan gula pasir segunung.

5. Melinjo dan Sayuran Tertentu: Mitos atau Fakta?

Kalau kita bicara soal asam urat di tongkrongan, pasti ada yang bilang, "Jangan makan emping, nanti kambuh!" Nah, ini bukan sekadar mitos. Melinjo dan turunannya memang punya kadar purin yang cukup signifikan. Selain itu, ada beberapa sayuran seperti bayam, kangkung, dan kembang kol yang sering dituduh sebagai tersangka. Namun, riset terbaru sebenarnya menunjukkan bahwa purin dari sayuran tidak seberbahaya purin dari daging-dagingan. Tapi tetap saja, bagi yang kondisinya sudah cukup parah, moderasi adalah kunci. Jangan mentang-mentang sehat, kamu makan satu baskom kangkung tumis sendirian.

Kenapa Susah Banget Diet Asam Urat di Indonesia?

Mari kita bicara jujur. Hidup di Indonesia sebagai penderita asam urat itu tantangannya setara dengan ikut ujian CPNS tanpa belajar. Budaya kita adalah budaya "makan bareng". Arisan ada opor, lebaran ada rendang, nikahan ada gulai kambing, bahkan sekadar nongkrong di angkringan saja godaannya sate-satean yang isinya jeroan semua. Ada tekanan sosial yang bikin kita merasa nggak enak kalau menolak makanan. Tapi ya itu tadi, kesehatanmu adalah tanggung jawabmu, bukan tanggung jawab tuan rumah hajatan.

Menghindari makanan di atas bukan berarti hidup kamu jadi nggak berwarna. Kamu tetap bisa makan enak dengan pilihan yang lebih bijak. Ayam (tanpa kulit), telur, kacang-kacangan dalam porsi wajar, dan produk susu rendah lemak justru bisa membantu menurunkan risiko asam urat. Jangan lupa, perbanyak minum air putih supaya proses "pembersihan" sisa purin di tubuh berjalan lancar.

Akhir kata, asam urat itu sebenarnya adalah alarm dari tubuh kalau kita sudah terlalu "zalim" sama diri sendiri. Tubuh punya batas, dan dia punya cara unik untuk protes. Daripada hari-harimu dihabiskan dengan mengompres kaki pakai es sambil meringis kesakitan, lebih baik mulai sekarang pilih-pilih apa yang masuk ke mulut. Karena sungguh, tidak ada rasa makanan seenak apa pun yang sebanding dengan nikmatnya bisa berjalan tegak tanpa rasa nyeri yang menghujam.

Tags