Jumat, 22 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Begadang Terus? Awas, Mata Kamu Bisa Protes Lewat Cara yang Nggak Enak

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 22 May 2026 | 06:00 PM

Background
Begadang Terus? Awas, Mata Kamu Bisa Protes Lewat Cara yang Nggak Enak
(Pexels.com/cottonbro studio)

Pernah nggak sih, kalian ngerasa kayak zombie di pagi hari setelah semalaman suntuk scrolling TikTok atau maraton serial Netflix? Rasanya kepala berat, mood berantakan, dan yang paling kelihatan jelas: mata merah serta kantung mata yang udah kayak kantong belanjaan. Kita sering banget ngeremehin yang namanya tidur. Padahal, tidur itu bukan cuma soal mengistirahatkan badan yang capek setelah seharian beraktivitas, tapi juga soal memberikan waktu buat organ-organ tubuh kita melakukan 'maintenance', termasuk mata.

Jujurly, fenomena revenge bedtime procrastination itu nyata banget di kalangan kita. Itu lho, kondisi di mana kita sengaja menunda tidur karena merasa nggak punya waktu luang di siang hari akibat kerjaan atau kuliah yang numpuk. Akhirnya, malam hari jadi pelarian buat 'me-time'. Tapi sayangnya, harga yang harus dibayar mahal banget, dan mata kita adalah korban pertama yang bakal kena damage-nya.

Mata Panda Bukan Cuma Soal Skincare

Kalau kita bicara soal kurang tidur, hal pertama yang terlintas pasti adalah lingkaran hitam di bawah mata alias mata panda. Banyak orang langsung panik nyari eye cream paling mahal atau pakai concealer berlapis-lapis biar nggak kelihatan kayak kurang gizi. Padahal, mata panda itu bukan sekadar masalah estetika atau kulit yang menggelap begitu saja.

Secara medis, waktu kita kurang tidur, pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis itu bakal melebar (dilatasi). Karena kulit di area mata itu paling tipis dibanding bagian tubuh lainnya, pembuluh darah yang melebar ini jadi kelihatan membayang gelap. Belum lagi masalah retensi cairan yang bikin mata jadi sembab atau puffy eyes. Jadi, mau pakai skincare semahal apa pun, kalau jam tidur kamu masih berantakan, ya hasilnya bakal nihil. Mata panda itu sebenarnya kode keras dari tubuh yang bilang, "Tolong, gue butuh istirahat!"

Mata Kering yang Rasanya Kayak Ada Pasirnya

Pernah ngerasa mata perih, gatal, atau kayak ada sensasi mengganjal pas bangun tidur? Itu tandanya mata kamu kering kronis gara-gara kurang tidur. Normalnya, pas kita tidur, mata kita beristirahat dan memproduksi air mata buat melumasi seluruh permukaannya. Kalau waktu tidurnya dipangkas, produksi cairan pelumas ini jadi kacau.

Apalagi kalau begadangnya sambil main HP atau laptop. Tanpa sadar, frekuensi berkedip kita berkurang drastis pas lagi fokus natap layar. Akibatnya, penguapan air mata jadi lebih cepat. Efeknya nggak cuma perih doang, mata kering yang dibiarin terus-menerus bisa bikin iritasi parah sampai luka di kornea. Kalau sudah begini, tetes mata cuma jadi pertolongan pertama yang nggak bakal nyelesein masalah akarnya.

Kedutan yang Bukan Soal Mitos

Di Indonesia, ada mitos kalau mata kedutan sebelah kanan artinya mau dapat rezeki, kalau kiri mau nangis. Duh, mending buang jauh-jauh deh pikiran itu. Secara medis, kedutan atau myokymia itu adalah kontraksi otot kelopak mata yang nggak terkendali. Salah satu pemicu utamanya? Ya, kelelahan dan kurang tidur.

Otot-otot di sekitar mata itu ukurannya kecil dan sangat sensitif. Pas kita kurang tidur, sistem saraf kita jadi lebih tegang dan gampang terstimulasi. Akhirnya, otot mata jadi 'error' dan bergerak-gerak sendiri. Ini adalah cara mata protes karena dipaksa kerja lembur tanpa dikasih jatah istirahat yang cukup. Jadi, kalau mata kamu kedutan, itu bukan kode bakal dapet transferan, tapi kode buat segera taruh HP dan tarik selimut.

Penglihatan Kabur dan Risiko Jangka Panjang

Mungkin kamu pernah ngerasa setelah begadang, pandangan jadi agak burem atau susah fokus pas baca tulisan. Ini terjadi karena otot siliaris di mata—yang tugasnya mengatur fokus—sudah terlalu lelah. Kalau kondisi ini dibiasakan, jangan kaget kalau minus mata kamu cepat nambah atau mata jadi gampang lelah meski cuma kerja sebentar.

Lebih ngerinya lagi, kurang tidur yang ekstrem dan berkepanjangan bisa meningkatkan risiko penyakit mata yang lebih serius, seperti glaukoma atau Ischemic Optic Neuropathy (AION). Penyakit ini berhubungan dengan aliran darah ke saraf optik. Kalau aliran darah ini terganggu terus-menerus karena tubuh nggak punya waktu buat recovery, penglihatan permanen bisa jadi taruhannya. Seram, kan? Hanya demi scroll sosmed sampai jam 3 pagi, kita mempertaruhkan jendela dunia kita.

Gimana Caranya Biar Mata Tetap Sehat?

Solusinya sebenarnya klise tapi emang itu kuncinya: tidur cukup 7-8 jam sehari. Tapi saya tahu, buat sebagian orang, tidur cepat itu tantangan berat. Jadi, mulailah dengan langkah kecil. Misalnya, terapin aturan 20-20-20 kalau lagi terpaksa harus begadang buat kerja. Setiap 20 menit lihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda yang jaraknya 20 kaki (sekitar 6 meter).

Selain itu, kurangin paparan blue light dari gadget minimal satu jam sebelum tidur. Gunakan mode malam atau filter cahaya biru di HP kamu. Dan yang terpenting, dengerin sinyal tubuh. Kalau mata sudah terasa berat dan perih, itu tandanya baterai tubuh kamu sudah di zona merah. Jangan dipaksa cuma karena merasa FOMO (Fear of Missing Out) sama apa yang terjadi di jagat maya.

Intinya, mata kita itu bukan mesin. Mereka butuh kegelapan total dan waktu istirahat buat regenerasi sel. Menjaga kesehatan mata bukan cuma soal makan wortel atau pakai kacamata anti-radiasi, tapi juga soal menghargai waktu tidur. Yuk, mulai malam ini, coba buat lebih sayang sama mata sendiri. Jangan sampai kita baru menyesal pas pandangan sudah mulai kabur dan dunia nggak seindah dulu lagi cuma gara-gara hobi begadang yang nggak jelas tujuannya.

Tags