Jumat, 22 Mei 2026
Amandit FM
Kesehatan

Hati-Hati! Salah Pakai Kacamata Bisa Bikin Silinder Bertambah

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 21 May 2026 | 03:00 PM

Background
Hati-Hati! Salah Pakai Kacamata Bisa Bikin Silinder Bertambah
Kacamata (Pexels.com/www.kaboompics.com)

Jangan Asal Keren: Kesalahan Sepele Pakai Kacamata yang Malah Bikin Mata Makin Rusak

Bagi sebagian orang, kacamata itu sudah kayak nyawa kedua. Bangun tidur yang dicari bukan handphone, tapi kacamata. Tanpa benda ini, dunia cuma terlihat kayak lukisan abstrak yang blur-nya minta ampun. Tapi, sadar nggak sih kalau kacamata yang harusnya jadi penolong buat melihat indahnya dunia, justru bisa jadi "senjata makan tuan" kalau kita salah merawat atau menggunakannya? Seringkali kita merasa sudah benar dalam memakai kacamata, padahal ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang kalau dibiarkan terus-menerus malah bikin minus atau silinder kita makin parah.

Masalahnya, banyak dari kita yang terjebak dalam zona nyaman. Kita menganggap kacamata itu benda mati yang nggak butuh perhatian khusus, padahal mata kita adalah organ yang sangat sensitif. Gaya-gayaan pakai frame mahal boleh saja, tapi kalau cara pakainya berantakan, ya sama saja bohong. Yuk, kita bedah satu-satu apa saja kesalahan yang sering dilakukan kaum "si mata empat" yang diam-diam bisa merusak penglihatan.

1. Kebiasaan Lap Kacamata Pakai Ujung Baju

Coba ngaku, siapa yang kalau lensanya berdebu langsung tarik ujung kaos atau kemeja buat ngelap? Kebiasaan ini mungkin terlihat praktis dan cepat, apalagi kalau lagi di luar ruangan. Tapi tahu nggak, serat baju itu kasar banget buat permukaan lensa kacamata, apalagi kalau baju kamu kena debu jalanan yang mengandung partikel pasir kecil. Mengelap kacamata pakai kain sembarangan itu ibarat kamu mengamplas mata kamu sendiri secara perlahan.

Hasilnya? Lensa jadi penuh baret halus atau micro-scratches. Mungkin awalnya nggak kelihatan, tapi lama-kelamaan pandangan jadi kayak ada kabutnya. Mata kamu bakal kerja ekstra keras buat memfokuskan penglihatan melewati baret-baret itu. Efeknya mata jadi cepat lelah, sering pusing, dan otomatis minus kamu bisa naik karena mata dipaksa "lembur" setiap saat. Selalu bawa kain microfiber bawaan dari optik dan cairan pembersih khusus, ya!

2. Membeli Kacamata "Abal-abal" Tanpa Resep Dokter

Di era belanja online yang serba murah ini, godaan buat beli kacamata dengan harga 20 ribuan itu besar banget. Modelnya lucu-lucu, vibes-nya estetik, dan katanya sudah ada minusnya. Padahal, mata setiap orang itu unik. Jarak antar pupil (pupillary distance) setiap orang berbeda-beda, dan ini krusial banget buat menentukan titik fokus lensa. Kacamata murah yang dijual bebas biasanya dibuat masal tanpa memperhatikan titik fokus yang presisi.

Pakai kacamata yang titik fokusnya meleset itu bahaya banget. Mata kamu bakal "dipaksa" menyesuaikan diri dengan lensa yang salah posisi. Rasanya kayak pakai sepatu yang ukurannya beda sebelah; jalan sih bisa, tapi lama-lama kaki lecet dan jalan jadi pincang. Begitu juga mata, kamu bakal sering migrain dan mata jadi makin tegang. Ingat, kacamata itu alat medis, bukan sekadar aksesori fashion kayak bando.

3. Menunda Periksa Mata Meski Penglihatan Sudah Berubah

Banyak orang yang tetap setia pakai kacamata lama selama bertahun-tahun cuma karena alasan "masih kelihatan kok." Padahal, kondisi mata kita itu dinamis. Bisa jadi karena sering menatap layar gadget atau faktor usia, ukuran minus kita sudah berubah. Memaksakan diri memakai kacamata dengan ukuran yang sudah nggak sesuai itu kesalahan fatal.

Kalau kamu merasa harus menyipitkan mata buat melihat tulisan di kejauhan padahal sudah pakai kacamata, itu tandanya kacamata kamu sudah nggak sanggup lagi menopang penglihatanmu. Membiarkan hal ini terjadi sama saja dengan menyiksa otot mata. Idealnya, periksa mata itu minimal setahun sekali. Jangan nunggu sampai mata merah atau pusing tujuh keliling baru lari ke optik.

4. Posisi Kacamata yang Sering Melorot atau Miring

Kadang kita suka cuek kalau frame kacamata sudah agak longgar. Kacamata sering melorot sampai ke ujung hidung, atau posisinya miring sebelah karena salah satu tangkainya bengkok habis diduduki. Jangan dianggap remeh, posisi lensa yang nggak sejajar dengan mata itu bikin distribusi cahaya yang masuk jadi nggak rata. Ini bisa bikin mata silinder makin parah.

Selain itu, memakai kacamata di atas kepala (kayak bando) juga kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Kebiasaan ini bikin tangkai kacamata jadi cepat melar dan merusak bentuk frame. Ujung-ujungnya, kacamata nggak bisa duduk dengan pas di wajah kamu. Kalau frame sudah nggak simetris, segera bawa ke optik buat di-adjust ulang. Biasanya gratis kok, atau bayar seikhlasnya buat jasa teknisinya.

5. Hobinya "Rebahan" Sambil Pakai Kacamata

Siapa nih kaum rebahan yang hobinya nonton Netflix atau scroll TikTok sambil tiduran menyamping pakai kacamata? Posisi ini bikin kacamata tertekan oleh bantal dan otomatis menekan wajah serta area sekitar mata. Selain frame-nya bisa patah, tekanan yang nggak stabil ini juga bikin posisi lensa terhadap mata jadi kacau. Cahaya yang masuk jadi terdistorsi, dan mata kamu bakal stres karena berusaha menangkap gambar yang nggak stabil.

Kalau memang mau tiduran, lebih baik kacamata dilepas saja atau cari posisi yang benar-benar telentang supaya kacamata nggak kegencet. Mata juga butuh istirahat dari tekanan bingkai kacamata yang menempel di pelipis atau tulang hidung seharian penuh.

6. Mengabaikan Lapisan Anti-Radiasi

Di zaman sekarang, kita hampir nggak bisa lepas dari layar biru (blue light) dari HP atau laptop. Kesalahan banyak orang adalah menganggap semua lensa itu sama saja. Memakai lensa standar tanpa lapisan anti-radiasi di depan komputer seharian itu ibarat perang tanpa baju zirah. Sinar biru bisa menembus langsung ke retina dan bikin mata kering serta iritasi kronis.

Investasi sedikit lebih banyak untuk lensa yang punya fitur Blue Ray filter itu sangat sebanding daripada kamu harus mengobati kerusakan mata di masa depan. Mata yang terus-menerus terpapar radiasi tanpa proteksi bakal lebih cepat mengalami degradasi kualitas penglihatan.

Kesimpulan

Kacamata itu investasi jangka panjang buat kualitas hidup kita. Jangan sampai karena malas merawat atau tergiur harga murah, kita malah mempertaruhkan kesehatan mata yang harganya nggak ternilai. Mulailah lebih peduli: lap kacamata pakai kain yang benar, periksa rutin ke ahlinya, dan jangan biarkan kacamata kamu miring-miring nggak jelas. Mata yang sehat bakal bikin hidup kamu jauh lebih cerah, secerah masa depan kalau kamu sudah nggak pusing lagi karena salah pakai kacamata!

Tags