Kunjungan ke Banjarbaru, Komisi IX DPR RI Soroti Kreativitas Tenaga Kerja Kalsel Masih Rendah
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 February 2026 | 04:02 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyerap berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini, menjelaskan bahwa dalam agenda tersebut pihaknya menerima banyak masukan dari pemerintah daerah, dinas teknis, hingga mitra kerja lainnya. "Kami mendapatkan banyak masukan dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta para mitra. Diskusi berlangsung sangat terbuka dan konstruktif," kata Yahya Zaini di Banjarbaru, Jumat (20/2).
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun demikian, sejumlah indikator ketenagakerjaan serta kualitas SDM dinilai masih perlu pembenahan. Tingkat kreativitas, kompetensi, dan kualitas tenaga kerja disebut belum sepenuhnya sebanding dengan besarnya potensi daerah.
Menurut Yahya, langkah konkret yang perlu diperkuat adalah pengembangan pendidikan vokasi yang lebih fokus dan berkualitas melalui berbagai lembaga pelatihan, baik Unit Pelaksana Teknis Pusat, Balai Latihan Kerja, maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah.
"Kami mendapat informasi bahwa pemerintah pusat berencana meningkatkan status UPTD di Kalimantan Selatan menjadi UPT tingkat nasional. Mudah-mudahan dengan peningkatan status ini, kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi semakin baik, sehingga berdampak langsung pada peningkatan SDM di daerah," jelasnya.
Selain isu ketenagakerjaan, Komisi IX juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang telah dibangun sekitar 212 unit. Meski secara umum berjalan baik, ditemukan satu kasus penolakan pembagian program di sebuah pesantren.
Menanggapi hal tersebut, pihaknya meminta pemerintah daerah melakukan pendekatan persuasif disertai edukasi agar program tersebut dapat diterima.
"Kami mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pendekatan dan edukasi, karena jumlah santri di pesantren tersebut cukup besar, sekitar 13 ribu orang. Ini sangat potensial untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program yang sudah disiapkan pemerintah," tegas Yahya Zaini.
Komisi IX DPR RI berharap hasil kunjungan kerja ini segera ditindaklanjuti sehingga potensi besar daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM yang unggul dan kompetitif.
Next News

Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Kembali Salurkan Bantuan TJSL Safari Ramadan Kepada Masyarakat Dan Komunitas Bandara
a day ago

Akhirnya Mufrida Resmi Mewakili Indonesia Di Regional Athlete Congress 2026 Singapura
a day ago

Pengamanan Lebaran 2026 Dimatangkan, Pemprov Kalsel Dukung Operasi Ketupat Intan
in 6 hours

Diskominfo Kalsel dan HST Sinkronkan Program 2026–2027, Dorong Transformasi Digital hingga Desa
in 5 hours

Bazaar Ramadan RSUD Ulin Banjarmasin Digelar 3 Hari, 24 UMKM Ramaikan Pasar Murah
in 4 hours

Pemprov Kalsel Konsultasi ke Kementerian Pariwisata, Perkuat Geopark Meratus dan Pariwisata Berkelanjutan
in 4 hours

Kalsel Perkuat Keamanan Siber Lewat SI KAMI, CSIRT Sudah Terbentuk di Seluruh Daerah
in 3 hours

Safari Ramadan Pemprov Kalsel di Balangan, Bahas Pembangunan Jembatan Kotabaru hingga Beasiswa Pendidikan
in 4 hours

Dinas Pertanian Kalsel Ikut Gerakan Pangan Murah di Polda Kalsel Selama Ramadan
2 days ago

Pemprov Kalsel Serahkan SK CPNS STTD dan Lantik 116 Pejabat Fungsional
2 days ago




