Pemprov Kalsel Bersama Kabupaten Pulihkan Lahan Pertanian Pasca Banjir
Adam Subayu - Monday, 16 February 2026 | 01:05 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan langkah pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak pada berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga hortikultura.
"Pasca banjir, yang terdampak bukan hanya tanaman pokok seperti padi dan jagung, tetapi juga tanaman hortikultura. Saat ini kita sedang melakukan pemulihan, namun tidak hanya oleh pemerintah provinsi, melainkan bersama pemerintah kabupaten dan kota," ujar Syamsir Rahman di Banjarbaru, Senin (9/2).
Ia menyebutkan, total lahan pertanian yang sempat terendam banjir diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare. Namun demikian, sebagian lahan tersebut sudah mulai ditangani secara mandiri oleh para petani.
"Sebagian sudah dikerjakan oleh petani sendiri. Sisanya masih kami monitoring karena ada lahan yang memang belum bisa dilakukan penanaman maupun olah lahan," jelasnya.
Syamsir menegaskan, pemerintah provinsi akan berperan mendorong percepatan pemulihan melalui penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT), serta koordinasi dengan jajaran teknis di lapangan. Fokus pemulihan saat ini berada di sejumlah wilayah terdampak, seperti Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.
"Sentra pertanian di Barito Kuala juga terdampak, tetapi tidak terlalu banyak. Kondisi ini akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi teknis (rakortek) yang akan dilaksanakan minggu depan," ujarnya.
Menurutnya, setiap kabupaten memiliki peran penting dalam penanganan pasca banjir, mengingat kewenangan wilayah berada di pemerintah kabupaten/kota.
"Pemerintah provinsi tidak memiliki wilayah. Yang memiliki wilayah itu kabupaten dan kota. Jadi kita bersama-sama mengidentifikasi ulang bersama pemerintah kabupaten/kota dan kelompok tani," ucap Syamsir.
Ia juga menekankan bahwa bantuan akan diberikan secara selektif, mengingat keterbatasan anggaran provinsi akibat adanya penyesuaian dan pemotongan anggaran tahun berjalan. Beberapa kabupaten bahkan telah lebih dahulu menyiapkan bantuan bagi petani terdampak.
"Kalau semua diminta, nanti semuanya minta bantuan. Padahal beberapa kabupaten sudah menyiapkan bantuan. Provinsi akan melihat kekurangannya saja," katanya.
Syamsir menambahkan, bantuan dari pemerintah provinsi akan difokuskan pada lahan yang benar-benar membutuhkan dukungan tambahan, dengan luasan di atas seribu hektare yang terdampak banjir.
"Biasanya petani sudah mengantisipasi lebih dulu secara mandiri. Kekurangannya nanti baru kita bantu dari provinsi," pungkasnya.
Next News

RSUD Ulin Perkuat Layanan Kanker lewat Pendampingan RS Kanker Dharmais
3 days ago

ASN Pemprov Kalsel Terapkan Pola Kerja Fleksibel, WFH Setiap Jumat
3 days ago

RSGM Gusti Hasan Aman Kenalkan Teknologi Laser untuk Tingkatkan Layanan Gigi
3 days ago

Tanah Laut Juara Umum Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII Tabun Bungai 2026
3 days ago

Evaluasi Kefarmasian Digelar, Dinkes Kalsel Tekankan Kepatuhan Regulasi Obat
a day ago

Muhidin Resmikan Dermaga Pasar Terapung TMII, Budaya Banua Tampil di Ibu Kota
2 days ago

Dermaga Pasar Terapung TMII Dinilai Efektif Kenalkan Budaya Banjar
2 days ago

Dermaga Pasar Terapung TMII Mulai Beroperasi, Dongkrak Promosi Wisata Kalsel
2 days ago

Dermaga Pasar Terapung TMII Jadi Etalase Budaya Kalsel di Tingkat Nasional
2 days ago

Produk UMKM Kalsel Laris di TMII, Madu Hutan hingga Boneka Bekantan Diburu Pengunjung
2 days ago





