Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Ceritra Olahraga

Perubahan Format Liga Champions UEFA Mulai Musim 2024/2025

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 25 January 2026 | 01:52 PM

Background
Perubahan Format Liga Champions UEFA Mulai Musim 2024/2025
Gawang (Pexels.com/Szcze hoo)

Mulai musim 2024/2025, UEFA resmi menerapkan perubahan terbesar dalam sejarah Liga Champions dengan mengganti fase grup menjadi format liga tunggal (Swiss model). Perubahan ini tidak hanya berdampak pada struktur kompetisi, tetapi juga pada jumlah pertandingan, pendapatan klub, hingga dinamika persaingan antarnegara.

Dalam format baru, jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 36 klub. Alih-alih dibagi ke dalam grup, seluruh peserta berada dalam satu klasemen liga. Setiap klub memainkan delapan pertandingan melawan delapan lawan berbeda—empat kandang dan empat tandang—yang ditentukan melalui sistem undian berbasis pot unggulan. Sistem ini dirancang untuk memperbanyak pertemuan antarklub besar sejak fase awal.

Dari sisi kualifikasi ke fase gugur, delapan tim teratas di klasemen liga langsung lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, tim peringkat 9 hingga 24 harus menjalani babak play-off dua leg untuk memperebutkan delapan tiket tersisa. Tim di posisi 25 hingga 36 langsung tersingkir. Dengan demikian, ambang batas kelolosan menjadi lebih luas, tetapi jalur menuju gelar juara juga semakin panjang.

Perubahan format ini secara signifikan meningkatkan jumlah pertandingan. Jika sebelumnya total laga Liga Champions berjumlah 125 pertandingan per musim, format baru menaikkannya menjadi 189 pertandingan. Bagi UEFA, angka ini berbanding lurus dengan peningkatan nilai hak siar dan sponsor. Bagi klub, tambahan laga berarti potensi pendapatan lebih besar, tetapi juga beban jadwal yang semakin padat.

UEFA menyatakan bahwa format liga bertujuan meningkatkan kualitas dan variasi pertandingan. Dalam fase grup lama, klub sering menghadapi lawan yang sama dua kali. Format baru mengurangi repetisi tersebut dan meningkatkan kemungkinan laga besar sejak awal musim. Dari perspektif penonton, ini dianggap lebih menarik dan kompetitif.

Namun, perubahan ini juga memicu perdebatan. Sejumlah analis menilai tambahan pertandingan berisiko meningkatkan kelelahan pemain, terutama di tengah kalender domestik dan internasional yang sudah padat. Klub-klub dengan skuad terbatas dikhawatirkan kesulitan menjaga konsistensi performa di semua kompetisi.

Dari sudut pandang kompetisi, format baru berpotensi mengurangi kejutan. Dengan delapan pertandingan, tim unggulan memiliki ruang lebih besar untuk memulihkan posisi jika mengalami kekalahan awal. Meski demikian, babak play-off menciptakan lapisan drama baru yang sebelumnya tidak ada.

Perubahan format Liga Champions 2024/2025 mencerminkan upaya UEFA menyeimbangkan aspek olahraga dan bisnis. Dampak jangka panjangnya terhadap keseimbangan kompetisi Eropa masih akan diuji, tetapi satu hal pasti: wajah Liga Champions telah berubah secara fundamental.

Tags

UCL