Kamis, 5 Maret 2026
Amandit FM
Ceritra Olahraga

FIFA Respons Kekhawatiran Keamanan Piala Dunia 2026 Usai Ketegangan AS–Iran

Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 03 March 2026 | 01:05 PM

Background
FIFA Respons Kekhawatiran Keamanan Piala Dunia 2026 Usai Ketegangan AS–Iran
FIFA respons isu serangan AS ke Iran, pastikan Piala Dunia 2026 tetap aman dan berjalan sesuai jadwal (Pinterest/Pinterest)

amanditmedia.id - FIFA akhirnya angkat bicara terkait kekhawatiran publik atas stabilitas keamanan menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, menyusul laporan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut memicu pertanyaan mengenai kelangsungan turnamen, mengingat Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global guna memastikan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung tahun depan tetap berjalan sesuai rencana.

"Saya membaca berita (tentang Iran) pagi ini sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci, namun kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia," ujar Grafström, dikutip dari Reuters, Minggu (1/3).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut setelah jajaran pimpinan FIFA menggelar pertemuan untuk membahas potensi dampak dinamika geopolitik terhadap aspek keamanan turnamen.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan aman dan lancar," lanjutnya dalam pernyataan resmi yang dirilis sekitar pukul 18.40 WIB.

Grafström juga menyinggung pelaksanaan pengundian babak grup yang telah digelar di Washington dan diikuti seluruh tim peserta sebagai bentuk komitmen bersama untuk tetap berpartisipasi.

"Kami telah melaksanakan pengundian babak grup di Washington yang diikuti oleh semua tim, dan fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi seluruh tim," tegasnya.

Selain evaluasi internal, FIFA meningkatkan koordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko guna memastikan aspek keamanan tetap terjaga selama persiapan hingga pelaksanaan turnamen.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan ketiga pemerintah (tuan rumah) sebagaimana yang selalu kami lakukan dalam setiap kasus. Semua orang akan aman," tutup Grafström.

Tags