Senin, 4 Mei 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Posyandu Kalsel Bertransformasi Jadi Layanan 6 SPM, Didorong Jadi Pusat Pelayanan Warga

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 03 May 2026 | 05:48 AM

Background
Posyandu Kalsel Bertransformasi Jadi Layanan 6 SPM, Didorong Jadi Pusat Pelayanan Warga
Hari Posyandu Nasional 2026, Kalsel Optimalkan Pelayanan Dasar Berbasis 6 SPM dan SPM Perumahan (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarbaru - Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Kalimantan Selatan menjadi momentum perubahan peran layanan posyandu. Fungsinya kini diperluas, tidak hanya terbatas pada kesehatan, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin, menyebut transformasi ini sebagai langkah strategis agar posyandu lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan warga. Ia menegaskan posyandu harus hadir sebagai layanan yang aktif dan berdampak langsung.

"Transformasi ini menegaskan arah baru posyandu agar semakin dekat dengan masyarakat, lebih partisipatif, dan mampu memberikan dampak nyata," ujarnya.

Enam bidang layanan yang kini diemban posyandu meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Perluasan ini diharapkan membuat posyandu menjadi garda terdepan layanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut juga disalurkan sejumlah bantuan, seperti bibit tanaman obat keluarga, dukungan program rumah tidak layak huni (RTLH), dan paket makanan bergizi untuk warga serta kader posyandu.

Kepala Disperkim Kalsel, Rahmiyanti Jonoezir Pamuntjak, menegaskan penguatan posyandu berbasis SPM telah memiliki dasar hukum yang jelas. Ia menilai implementasi di lapangan membutuhkan kesiapan lintas sektor, termasuk SDM.

"Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup lima bidang lainnya. Ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia," katanya.

Kegiatan di Banjarbaru ini melibatkan perangkat daerah, perwakilan kabupaten/kota, serta kader posyandu dari wilayah Banjarbakula. Pemerintah daerah menargetkan posyandu dapat berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang adaptif terhadap persoalan masyarakat.

Tags