Kamis, 30 April 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Pameran "Kuda Cahaya" Curi Perhatian, Sarat Makna Spiritual dan Filosofi Mendalam

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 30 April 2026 | 11:39 AM

Background
Pameran "Kuda Cahaya" Curi Perhatian, Sarat Makna Spiritual dan Filosofi Mendalam
Pameran "Kuda Cahaya" Hajriansyah Hidupkan Spirit Seni Rupa Kalsel (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin - Pameran seni rupa bertajuk Kuda Cahaya karya perupa Hajriansyah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Digelar di UPTD Taman Budaya Kalsel, pameran ini dinilai tidak sekadar menampilkan karya visual, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi yang kuat.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyebut suasana pameran langsung menghadirkan nuansa spiritual sejak pertama kali dimasuki pengunjung.

"Begitu kita masuk, kita disuguhi kaligrafi-kaligrafi yang memberi makna sebuah zikir. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu ingat kepada Tuhan," ujarnya, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, tema Kuda Cahaya mengandung filosofi mendalam. Kuda dimaknai sebagai simbol kekuatan dan perjalanan panjang perupa, sementara cahaya merepresentasikan harapan serta keberlanjutan seni rupa lokal.

Pameran ini juga menjadi bagian dari komitmen Taman Budaya dalam menyediakan ruang ekspresi bagi seniman daerah.

"Harapan kami bagi perupa lain, kami selalu memberikan ruang agar mereka tetap terfasilitasi. Dengan adanya pameran ini, kita bisa terus mendapat inspirasi," tambahnya.

Dalam pameran tunggal ke-7 sejak 2007 ini, Hajriansyah menghadirkan 19 lukisan dan dua karya instalasi dengan pendekatan surealis-ekspresionis. Tema kuda dipilih sebagai simbol pengalaman hidup, refleksi batin, hingga kritik sosial.

"Kuda dalam karya-karya ini bukan sekadar visualisasi hewan, tetapi metafora kehidupan. Ia menjadi simbol pengalaman, pikiran, dan perasaan yang saya jalani dalam beberapa tahun terakhir. Ada pula kritik sosial serta makna cahaya sebagai pengetahuan dan hasrat jiwa manusia," jelasnya.

Melalui karya-karya tersebut, pengunjung diajak menafsirkan makna secara bebas sekaligus merefleksikan diri, menjadikan pameran ini lebih dari sekadar tontonan visual.

Tags