Transaksi Saham di Kalsel Tembus Rp3,62 Triliun, Jumlah Investor Terus Naik
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 March 2026 | 06:44 AM


amanditmedia.id, Banjarmasin - Aktivitas pasar modal di Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir 2025, nilai transaksi saham di daerah ini tercatat mencapai Rp3,62 triliun seiring meningkatnya jumlah investor.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyebutkan jumlah Single Investor Identification (SID) saham di Kalsel mencapai 497.131 investor pada Desember 2025. Selain saham, instrumen reksa dana juga berkembang dengan nilai penjualan sebesar Rp0,715 triliun dan jumlah investor mencapai 995.860 SID.
"Penyaluran pembiayaan modal ventura juga tercatat tumbuh 0,08 persen (yoy) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp97 miliar. Selain itu, aset bersih dana pensiun tumbuh 10,12 persen (yoy) menjadi Rp377 miliar," kata Agus di Banjarmasin, Sabtu (14/3).
Di sektor industri keuangan nonbank, piutang perusahaan pembiayaan tercatat Rp11,89 triliun per Desember 2025 atau mengalami kontraksi 2,91 persen (yoy) dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,94 persen.
Sementara itu, pinjaman daring (pindar) menunjukkan peningkatan signifikan. Outstanding pembiayaan pada Agustus 2025 tumbuh 31,13 persen (yoy) menjadi Rp1,026 triliun dengan tingkat risiko kredit agregat (TWP90) sebesar 2,26 persen.
Industri pergadaian juga mencatat pertumbuhan tinggi. Hingga Mei 2025, nilai pembiayaan mencapai Rp912 miliar atau naik 61,59 persen (yoy).
Di sisi literasi keuangan, OJK Kalsel menggelar 11 kegiatan edukasi sepanjang Januari–Februari 2026 yang diikuti 1.063 peserta. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan OJK, produk jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Selain itu, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencatat 3.489 permintaan sejak Januari hingga Februari 2026, dengan 66,3 persen berupa layanan langsung (walk-in).
Dari sisi perlindungan konsumen, OJK menerima 177 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Pengaduan terbanyak berasal dari sektor fintech peer-to-peer lending sebesar 41,24 persen, diikuti bank umum 28,81 persen dan perusahaan pembiayaan 25,99 persen.
Next News

RSUD Ulin Perkuat Layanan Kanker lewat Pendampingan RS Kanker Dharmais
8 hours ago

ASN Pemprov Kalsel Terapkan Pola Kerja Fleksibel, WFH Setiap Jumat
9 hours ago

RSGM Gusti Hasan Aman Kenalkan Teknologi Laser untuk Tingkatkan Layanan Gigi
10 hours ago

Tanah Laut Juara Umum Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII Tabun Bungai 2026
11 hours ago

Kontrak Diteken, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai Tanpa Tunda
12 days ago

Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Hilirisasi Jadi Fokus Rakornis Perindustrian Kalsel 2026
12 days ago

Belanja Negara di Kalsel Tembus Rp4,55 Triliun, APBD Surplus dan THR Jadi Stimulus Ekonomi
12 days ago

KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026
12 days ago

Penyaluran Dana Daerah di Kalsel Tembus Rp3,69 Triliun, DAU Masih Mendominasi Awal 2026
12 days ago

Ekonomi Kalsel Awal 2026 Tancap Gas, Surplus Fiskal Tercatat Rp1,87 Triliun
12 days ago





