Trofi Liga Champions UEFA: Sejarah, Desain, dan Aturan Kepemilikan
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 25 January 2026 | 12:51 PM


Trofi Liga Champions UEFA dikenal luas dengan julukan "Si Kuping Besar" karena desain pegangan di kedua sisinya. Trofi ini pertama kali digunakan pada 1967 dan sejak itu menjadi ikon kejayaan sepak bola Eropa.
Awalnya, klub yang berhasil menjuarai kompetisi sebanyak tiga kali berturut-turut atau lima kali secara keseluruhan berhak menyimpan trofi asli secara permanen. Namun, aturan ini kemudian diubah oleh UEFA. Saat ini, trofi asli tetap menjadi milik UEFA, sementara klub juara menerima replika resmi.
Perubahan aturan ini bertujuan menjaga nilai historis trofi dan memastikan simbol Liga Champions tetap konsisten. Meski demikian, replika yang diterima klub juara memiliki nilai prestise yang sama tinggi.
Trofi Liga Champions tidak hanya merepresentasikan kemenangan satu musim, tetapi juga sejarah panjang dan perjuangan klub. Tidak heran jika momen pengangkatan trofi selalu menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam dunia sepak bola.
Next News

Maarten Paes di Ajax: Analisis Kekuatan Kiper Baru Musim Ini
5 days ago

Maarten Paes: Perjalanan Karier Kiper Belanda dari FC Utrecht hingga Ajax
5 days ago

Profil Janice Tjen: Perjalanan Karier dari Indonesia ke Peringkat Dunia Tenis WTA
5 days ago

Target Janice Tjen Masuk Top 20 Dunia: Ambisi Besar di Musim 2026
5 days ago

Liga 1: Panggung Rakyat Sepak Bola Indonesia Bersatu
5 days ago

Apa Itu Perbasi? Sejarah, Peran, dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Basket Indonesia
5 days ago

Apa Itu IBL? Sejarah Lengkap Liga Basket Indonesia dari Awal hingga Jadi Profesional
5 days ago

Liga Voli Indonesia: Sejarah Panjang Proliga dan Daftar Tim Peserta dari Masa ke Masa
5 days ago

Kenapa Jepang dan Vietnam Sama-Sama Menamai Liga Volinya V.League? Ini Penjelasannya
5 days ago

V.League Jepang: Sejarah, Sistem Kompetisi, dan Alasan Jadi Liga Voli Paling Rapi di Asia
5 days ago





