Trofi Liga Champions UEFA: Sejarah, Desain, dan Aturan Kepemilikan
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 25 January 2026 | 12:51 PM


Trofi Liga Champions UEFA dikenal luas dengan julukan "Si Kuping Besar" karena desain pegangan di kedua sisinya. Trofi ini pertama kali digunakan pada 1967 dan sejak itu menjadi ikon kejayaan sepak bola Eropa.
Awalnya, klub yang berhasil menjuarai kompetisi sebanyak tiga kali berturut-turut atau lima kali secara keseluruhan berhak menyimpan trofi asli secara permanen. Namun, aturan ini kemudian diubah oleh UEFA. Saat ini, trofi asli tetap menjadi milik UEFA, sementara klub juara menerima replika resmi.
Perubahan aturan ini bertujuan menjaga nilai historis trofi dan memastikan simbol Liga Champions tetap konsisten. Meski demikian, replika yang diterima klub juara memiliki nilai prestise yang sama tinggi.
Trofi Liga Champions tidak hanya merepresentasikan kemenangan satu musim, tetapi juga sejarah panjang dan perjuangan klub. Tidak heran jika momen pengangkatan trofi selalu menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam dunia sepak bola.
Next News

Manchester United Naik ke Peringkat Tiga Usai Tumbangkan Crystal Palace 2-1 di Old Trafford
2 days ago

FIFA Respons Kekhawatiran Keamanan Piala Dunia 2026 Usai Ketegangan AS–Iran
2 days ago

Emil Audero Masuk Radar Juventus, tetapi Alisson Lebih Diunggulkan?
3 days ago

Kembali ke Turin? Emil Audero Berpotensi Dapat Kontrak Fantastis dari Juventus
3 days ago

Juventus Pertimbangkan Emil Audero untuk Perkuat Pos Kiper
3 days ago

Manchester City Curi Tiga Poin di Elland Road, Tekan Arsenal dalam Perburuan Gelar
4 days ago

Benjamin Sesko Tajam dari Bangku Cadangan, Michael Carrick Belum Ubah Lini Depan Manchester United
4 days ago

Hasil PSG vs Monaco: Imbang 2-2, Agregat 5-4 Bawa PSG ke Fase Gugur
7 days ago

Dortmund Tersingkir! Atalanta Menang 4-1 di Leg Kedua Play-off
7 days ago

Hasil Juventus vs Galatasaray: Menang 3-0, Agregat 5-5 Bawa Laga ke Perpanjangan Waktu
7 days ago





