Selasa, 14 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Arti Lagu One Last Time Ariana Grande: Penyesalan dan Permintaan Kesempatan Terakhir

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 01 March 2026 | 09:42 PM

Background
Arti Lagu One Last Time Ariana Grande: Penyesalan dan Permintaan Kesempatan Terakhir
Ariana Grande - One Last Time (YouTube/Ariana Grande)

One Last Time adalah lagu tahun 2014 dari Ariana Grande yang masuk dalam album My Everything. Lagu ini menampilkan sisi emosional Ariana melalui tema penyesalan, rasa bersalah, dan keinginan untuk memperbaiki kesalahan meski sudah terlambat.

Sejak awal, lirik "I was a liar, I gave in to the fire" menunjukkan pengakuan jujur atas kesalahan yang ia buat dalam hubungan. Ia sadar telah mengecewakan pasangannya dan merasa gagal. Tidak ada upaya menyalahkan orang lain. Justru ada kesadaran penuh bahwa hubungannya hancur karena kelalaiannya sendiri.

Konflik utama lagu ini terletak pada situasi ketika sang mantan sudah bersama orang lain. Ariana memahami bahwa perempuan baru itu mungkin memberi segalanya, sesuatu yang dulu tidak mampu ia berikan. Namun ia tetap memohon satu kesempatan terakhir, bukan untuk kembali selamanya, melainkan hanya untuk satu malam penutup.

Refrain "One last time, I need to be the one who takes you home" menjadi inti emosi lagu. Ini bukan permintaan rasional, melainkan dorongan emosional. Ia tahu dirinya tidak pantas, tetapi tetap berharap diberi momen terakhir sebelum benar benar melepaskan.

Secara musikal, lagu ini dibalut produksi EDM pop yang melankolis namun tetap antemik. Build up menuju chorus menciptakan ledakan emosi yang memperkuat rasa urgensi dan keputusasaan dalam liriknya. Vokal Ariana terdengar rapuh sekaligus kuat, mencerminkan campuran penyesalan dan keinginan.

Secara keseluruhan, One Last Time menggambarkan fase ketika seseorang menyadari kesalahan setelah semuanya berubah. Lagu ini berbicara tentang rasa bersalah, cinta yang belum sepenuhnya padam, dan keinginan menutup kisah dengan satu kesempatan terakhir.