Sabtu, 4 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 30 March 2026 | 05:00 PM

Background
Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
Manajemen waktu (Pexels.com/Gustavo Fring)

Bayangin skenario ini: Lo lagi duduk di kursi plastik yang agak keras, AC di ruangan ujian lagi dingin-dinginnya sampai menusuk tulang, dan suara klik mouse dari peserta sebelah udah kayak suara senapan mesin. Lo baru ngerjain setengah soal Literasi Bahasa Indonesia, tapi pas lo lirik pojok kanan atas layar, sisa waktu tinggal lima menit lagi. Panik? Jelas. Keringet dingin mulai ngucur padahal AC lagi pol-polan.

Kejadian kayak gini bukan mitos, ini horor nyata yang dialami ribuan pejuang UTBK tiap tahunnya. Masalahnya seringkali bukan karena lo nggak pinter atau nggak belajar, tapi karena lo terjebak dalam romantisme satu soal yang susah banget sampai lupa kalau masih ada puluhan soal lain yang nunggu buat dipinang. Manajemen waktu itu koentji, Sob. Tanpa strategi yang bener, pinter materi aja nggak cukup buat nembus kampus impian.

Jangan Kelamaan 'PDKT' Sama Soal Susah

Kesalahan paling klasik nan legendaris dari peserta UTBK adalah sifat nggak mau kalah sama soal. Ada satu soal Penalaran Matematika yang kelihatannya gampang tapi pas dihitung kok hasilnya nggak ada di pilihan ganda. Lo penasaran, lo coba lagi, lo coret-coret kertas buram sampai penuh, dan tanpa sadar lo udah ngabisin waktu 10 menit cuma buat satu soal. Ini namanya investasi bodong.

Ingat, poin setiap soal itu biasanya setara atau punya bobot tertentu dalam sistem IRT (Item Response Theory), tapi nggak ada satu soal pun yang harganya sebanding dengan 10 soal lainnya yang gagal lo jawab karena kehabisan waktu. Prinsipnya simpel: Kalo dalam satu menit lo masih nge-blank mau pakai rumus apa, segera move on. Tandai aja dulu, terus lari ke soal berikutnya. Anggap aja soal susah itu mantan yang nggak perlu ditangisi kelamaan.

Pahami 'Medan Perang' dan Aturan Main Sub-Tes

UTBK itu bukan lari sprint, tapi lari maraton yang dibagi-bagi jadi beberapa pos. Lo harus tahu kalau setiap sub-tes itu punya jatah waktunya masing-masing dan bersifat "mati". Artinya, kalau waktu buat sub-tes Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis udah abis, lo nggak bakal bisa balik lagi ke sana pas lo lagi ngerjain Pengetahuan Kuantitatif.

Strategi terbaik adalah dengan membagi waktu secara mikro di dalam otak lo. Misalnya, dalam satu sub-tes ada 20 soal dengan waktu 30 menit. Berarti satu soal maksimal dapet jatah 1,5 menit. Tapi jangan dipukul rata! Soal yang teksnya pendek-pendek harusnya bisa lo sikat dalam 30 detik, supaya lo punya "tabungan" waktu buat soal yang teksnya sepanjang novel atau hitungan yang perlu ketelitian ekstra.

Teknik Membaca Cepat: Jangan Dibaca Pakai Perasaan

Buat sub-tes Literasi, musuh terbesar lo adalah teks yang panjangnya ngalahin caption Instagram galau. Jangan baca teks dari awal sampai akhir secara perlahan kayak lagi baca novel di pinggir pantai. Itu namanya bunuh diri. Pakai teknik skimming dan scanning. Baca pertanyaannya dulu, baru cari jawabannya di teks.

Seringkali, jawaban dari pertanyaan "Apa ide pokok paragraf ketiga?" ya cuma ada di paragraf ketiga. Lo nggak perlu baca paragraf satu, dua, dan empat buat tahu jawabannya. Hemat energi mata dan otak lo, karena UTBK itu melelahkan secara mental. Jangan sampai di tengah jalan otak lo "hang" gara-gara kebanyakan baca informasi nggak penting.

Prinsip 'Harus Terisi Semua': Jangan Biarkan Ada yang Kosong

Sejak sistem penilaian UTBK nggak lagi pakai sistem minus, nggak ada alasan buat lo mengosongkan jawaban. Nggak tahu jawabannya? Tembak! Tapi nembaknya juga pakai logika, jangan asal pilih kancing baju. Kalau lo benar-benar mentok, coba eliminasi pilihan yang paling nggak masuk akal. Biasanya dari lima pilihan, ada dua yang jelas-jelas salah.

Sisa dua atau tiga pilihan? Di sinilah keberuntungan dan intuisi lo main. Tapi pastikan semua kolom terisi sebelum waktu sub-tes habis. Banyak orang yang nunggu di akhir buat ngisi soal-soal yang mereka lewati, eh malah keasyikan mikir soal lain terus waktunya habis duluan. Nyeseknya itu sampai ke ginjal, beneran deh.

Kondisi Fisik Itu Separuh Kemenangan

Ini mungkin kedengaran klise kayak omongan guru BK, tapi manajemen waktu itu mulai dari sebelum lo masuk ruangan. Kalau lo kurang tidur atau belum sarapan, konsentrasi lo bakal turun drastis. Otak yang lemot bakal bikin lo baca satu kalimat sampai tiga kali baru paham maksudnya. Itu pemborosan waktu yang sangat hakiki.

Bawa air minum (kalau dibolehkan ditaruh di tempat yang disediakan) dan pastikan lo udah selesai dengan urusan kamar mandi sebelum ujian dimulai. Menahan pipis selama 15 menit saat ngerjain soal itu bisa ngerusak fokus dan bikin lo jadi buru-buru yang nggak sehat. Tenang tapi cepat, itulah vibe yang harus lo jaga.

Kesimpulan: Lo Adalah Pilotnya

Di akhir hari, UTBK itu bukan cuma soal siapa yang paling pinter, tapi siapa yang paling tenang dan jago ngatur strategi. Jangan biarkan layar komputer mendikte kepanikan lo. Lo adalah pilot dari ujian lo sendiri. Kalau ada soal yang bikin emosi, tinggalin. Kalau waktu mulai mepet, percepat tempo.

Percaya deh, perasaan lega pas semua soal terjawab (meski ada beberapa yang hasil "nembak") itu jauh lebih baik daripada perasaan dihantui rasa penasaran gara-gara ada sepuluh soal yang bahkan belum sempet lo baca teksnya. Jadi, mulai sekarang pas latihan try out, jangan cuma fokus ke bener atau salah, tapi fokus juga ke sisa waktu di jam dinding lo. Semangat, para pejuang PTN! Kampus impian nggak bakal lari, tapi waktu ujian pasti lari terus.

Tags