Sabtu, 14 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Biar Jadi Urusanku – Sal Priadi Menyuarakan Perasaan Tanpa Filter

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 February 2026 | 04:56 AM

Background
Biar Jadi Urusanku – Sal Priadi Menyuarakan Perasaan Tanpa Filter
Sal Priadi - Biar jadi urusanku (YouTube/Sal Priadi)

Lagu "Biar Jadi Urusanku" dari Sal Priadi (2024) menghadirkan emosi yang mentah dan jujur. Dari awal, lagu ini sudah menunjukkan intensitasnya: kata-kata yang mengungkap kebingungan, jeda, dan ketegangan dalam komunikasi. Sal Priadi mengekspresikan perasaan seseorang yang ingin mengambil kendali atas emosinya sendiri, tanpa terlalu mempedulikan pendapat atau kekhawatiran orang lain.

Konsep utama lagu ini adalah otonomi emosional. Lirik seperti "biar kuselesaikan di tengah kamarku yang gelap" dan "biar jadi urusanku dengan lagu-lagu sedihku" menggambarkan momen di mana seseorang memilih menghadapi kesedihannya sendiri, membiarkan proses emosional itu berlangsung secara pribadi. Lagu ini memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan betapa beratnya menanggung rasa sakit, sekaligus menekankan pentingnya menyelesaikan perasaan tanpa intervensi orang lain.

Musiknya yang minimalis namun padat membuat setiap kata terdengar lebih intim dan intens. Suara yang disampaikan Sal Priadi seolah membawa pendengar langsung masuk ke ruang pribadinya, mendengar setiap keraguan, frustrasi, dan kejujuran. Ada ketegangan yang terus membara di setiap pengulangan lirik, seakan ingin menegaskan bahwa perasaan itu nyata, meski tak selalu bisa diungkapkan dengan mudah.

Selain itu, lagu ini juga menyentuh tema penyembuhan diri sendiri. Dengan mengekspresikan kesedihan melalui musik, Sal Priadi memberi pesan bahwa menangis, berteriak, atau sekadar menumpahkan perasaan melalui lagu bukanlah kelemahan, melainkan cara untuk tetap bertahan. Pendengar diajak untuk menerima bahwa proses emosional bisa rumit, dan terkadang satu-satunya cara adalah membiarkan diri sendiri merasakannya sepenuhnya.

Secara keseluruhan, "Biar Jadi Urusanku" adalah sebuah karya tentang kejujuran, kemandirian emosional, dan keberanian untuk menghadapi rasa sakit tanpa harus menunggu izin dari siapa pun. Lagu ini mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri, dan terkadang proses itu harus dijalani sendirian, tapi tetap dengan cara yang penuh arti.