Biar Jadi Urusanku – Sal Priadi Menyuarakan Perasaan Tanpa Filter
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 February 2026 | 04:56 AM


Lagu "Biar Jadi Urusanku" dari Sal Priadi (2024) menghadirkan emosi yang mentah dan jujur. Dari awal, lagu ini sudah menunjukkan intensitasnya: kata-kata yang mengungkap kebingungan, jeda, dan ketegangan dalam komunikasi. Sal Priadi mengekspresikan perasaan seseorang yang ingin mengambil kendali atas emosinya sendiri, tanpa terlalu mempedulikan pendapat atau kekhawatiran orang lain.
Konsep utama lagu ini adalah otonomi emosional. Lirik seperti "biar kuselesaikan di tengah kamarku yang gelap" dan "biar jadi urusanku dengan lagu-lagu sedihku" menggambarkan momen di mana seseorang memilih menghadapi kesedihannya sendiri, membiarkan proses emosional itu berlangsung secara pribadi. Lagu ini memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan betapa beratnya menanggung rasa sakit, sekaligus menekankan pentingnya menyelesaikan perasaan tanpa intervensi orang lain.
Musiknya yang minimalis namun padat membuat setiap kata terdengar lebih intim dan intens. Suara yang disampaikan Sal Priadi seolah membawa pendengar langsung masuk ke ruang pribadinya, mendengar setiap keraguan, frustrasi, dan kejujuran. Ada ketegangan yang terus membara di setiap pengulangan lirik, seakan ingin menegaskan bahwa perasaan itu nyata, meski tak selalu bisa diungkapkan dengan mudah.
Selain itu, lagu ini juga menyentuh tema penyembuhan diri sendiri. Dengan mengekspresikan kesedihan melalui musik, Sal Priadi memberi pesan bahwa menangis, berteriak, atau sekadar menumpahkan perasaan melalui lagu bukanlah kelemahan, melainkan cara untuk tetap bertahan. Pendengar diajak untuk menerima bahwa proses emosional bisa rumit, dan terkadang satu-satunya cara adalah membiarkan diri sendiri merasakannya sepenuhnya.
Secara keseluruhan, "Biar Jadi Urusanku" adalah sebuah karya tentang kejujuran, kemandirian emosional, dan keberanian untuk menghadapi rasa sakit tanpa harus menunggu izin dari siapa pun. Lagu ini mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri, dan terkadang proses itu harus dijalani sendirian, tapi tetap dengan cara yang penuh arti.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
14 days ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
15 days ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
15 days ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
15 days ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
15 days ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
15 days ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
16 days ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
15 days ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
18 days ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
17 days ago





