Jumat, 20 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Bukan Dengan Dia – JAZ & Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Cinta yang Tak Direstui

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 20 March 2026 | 11:08 AM

Background
Bukan Dengan Dia – JAZ & Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Cinta yang Tak Direstui
Mawar de Jongh (Genius/Mawar de Jongh)

Lagu "Bukan Dengan Dia" yang dibawakan oleh JAZ bersama Mawar De Jongh dan dirilis pada 28 Juni 2024 dalam album Pesan Cinta menghadirkan kisah cinta yang terhalang oleh keadaan. Lagu ini berbicara tentang dua orang yang saling mencintai, namun tidak bisa bersama karena takdir dan restu yang tidak berpihak.

Sejak bagian verse, lagu ini langsung menampilkan fondasi hubungan yang kuat. Lirik seperti "kita yang pernah berada di dalam satu cinta, memimpikan selamanya" menunjukkan bahwa hubungan ini bukan sekadar singkat atau main-main. Mereka pernah memiliki harapan besar untuk masa depan bersama, bahkan siap menghadapi segala kemungkinan yang datang.

Namun, konflik mulai muncul di bagian pre-chorus dengan kalimat "dunia tak berikan restunya". Ini menjadi titik balik dalam lagu, menandakan bahwa ada faktor eksternal yang menghalangi hubungan mereka. Bisa berupa perbedaan latar belakang, kondisi keluarga, atau situasi lain yang membuat cinta mereka tidak bisa dilanjutkan, meskipun perasaan masih sama kuatnya.

Bagian chorus menjadi inti emosional lagu ini. Lirik "aku ingin dengan kamu, bukan dengan dia" menggambarkan keinginan yang sangat jelas, namun berbenturan dengan kenyataan. Ada keterpaksaan untuk menerima bahwa orang yang dicintai mungkin harus bersama orang lain. Kalimat "takdir ini mengingkari cinta kita" mempertegas bahwa perpisahan ini bukan karena hilangnya rasa, melainkan karena keadaan yang tidak bisa dilawan.

Interaksi antara dua sudut pandang dalam lagu ini memperkuat kedalaman emosi yang disampaikan. Baik dari sisi pria maupun wanita, keduanya sama-sama merasakan kehilangan dan ketidakberdayaan. Mereka tidak saling menyalahkan, melainkan sama-sama mempertanyakan bagaimana cara menemukan kebahagiaan ketika cinta yang diinginkan tidak bisa dimiliki.

Bagian bridge dengan lirik "Oh Tuhan, terangkanlah kepadaku" menunjukkan titik terendah secara emosional. Ini adalah bentuk pencarian makna dan jawaban atas situasi yang terasa tidak adil. Ada keinginan untuk memahami mengapa cinta yang sudah diperjuangkan justru tidak bisa bersatu.

Lagu ini menggambarkan realitas pahit bahwa tidak semua cinta bisa berakhir bersama. Terkadang, perasaan yang tulus tetap harus dilepaskan karena keadaan yang lebih besar dari keinginan manusia, meninggalkan kenangan dan pertanyaan yang tidak selalu memiliki jawaban.

Tags