Jumat, 20 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Mesin Waktu – Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Penyesalan dan Kerinduan pada Masa Lalu

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 20 March 2026 | 12:08 PM

Background
Mesin Waktu – Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Penyesalan dan Kerinduan pada Masa Lalu
Mawar de Jongh (Genius/Mawar de Jongh)

Lagu "Mesin Waktu" yang dinyanyikan oleh Mawar De Jongh dan dirilis pada 29 Januari 2021 menghadirkan cerita tentang kerinduan mendalam terhadap hubungan yang telah berubah. Lagu ini menggambarkan keinginan seseorang untuk kembali ke masa lalu, ke momen ketika cinta masih utuh dan penuh harapan.

Pada bagian awal, lirik "kita bertemu di persimpangan tanpa pernah kita rencanakan" menunjukkan bahwa hubungan ini bermula secara tidak terduga. Pertemuan yang sederhana berkembang menjadi kedekatan yang berarti, bahkan sampai pada janji untuk tidak saling meninggalkan. Ini menggambarkan fase awal cinta yang penuh keyakinan dan optimisme.

Namun, seiring waktu, hubungan tersebut berubah. Lirik "menujumu ku perlu peta" menjadi metafora yang kuat, menandakan bahwa kedekatan yang dulu terasa mudah kini menjadi sulit. Sosok yang dulu begitu dekat kini terasa jauh, bahkan untuk sekadar memahami pun menjadi rumit. Kalimat "ku tak tau arah pulang" mempertegas kehilangan arah dalam hubungan, seolah tidak lagi tahu bagaimana cara kembali ke keadaan semula.

Bagian chorus menjadi inti dari lagu ini. Keinginan akan "mesin waktu" adalah simbol dari penyesalan. Lirik "ku ingin mesin waktu mengantarkanku ke arahmu yang dulu" menggambarkan harapan untuk memperbaiki masa lalu atau setidaknya merasakan kembali kebahagiaan yang pernah ada. Ini bukan sekadar rindu terhadap seseorang, tetapi juga rindu terhadap versi hubungan yang dulu terasa sempurna.

Di verse berikutnya, kenangan indah kembali diingat. Janji-janji yang pernah diucapkan kini terasa kontras dengan kenyataan yang terjadi. Lirik "semuanya t'lah kuberi" menunjukkan bahwa tokoh dalam lagu merasa sudah memberikan segalanya, sehingga kehilangan ini terasa semakin berat.

Bagian akhir lagu menambah kedalaman emosi dengan gambaran kesepian dalam menunggu. "Melihat pesan di setiap waktu, tak jua datang menyapaku" mencerminkan harapan yang perlahan memudar. Komunikasi yang dulu hangat kini berubah menjadi keheningan.

Lagu ini menggambarkan fase ketika seseorang tidak hanya merindukan orang yang telah pergi, tetapi juga merindukan masa lalu yang tidak bisa diulang. Ada penyesalan, kehilangan arah, dan keinginan untuk memperbaiki semuanya, meskipun pada akhirnya waktu tidak pernah bisa diputar kembali.

Tags