Jumat, 20 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Cinta Aku Bisa Apa – Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Pasrah dalam Cinta

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 20 March 2026 | 09:09 AM

Background
Cinta Aku Bisa Apa – Mawar De Jongh: Arti Lagu tentang Pasrah dalam Cinta
Mawar de Jongh (Genius/Mawar de Jongh)

Lagu "Cinta Aku Bisa Apa" dari Mawar De Jongh yang dirilis pada 9 November 2023 menghadirkan cerita tentang perjuangan terakhir dalam mempertahankan cinta yang hampir berakhir. Lagu ini menggambarkan fase ketika seseorang sudah berusaha semaksimal mungkin, namun tetap harus menghadapi kemungkinan kehilangan orang yang dicintainya.

Pada bagian verse pertama, terlihat jelas usaha yang telah dilakukan. Lirik "tak bisa lagi pertahankan, t'lah berupaya semampuku" menunjukkan bahwa hubungan ini sudah berada di titik kritis. Tokoh dalam lagu mencoba bertahan, bahkan memaksakan kebahagiaan, tetapi pada akhirnya menyadari bahwa cinta tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada rasa lelah karena terus berjuang sendirian.

Masuk ke chorus, inti emosi lagu ini terasa sangat kuat. Kalimat "namun bila nanti kau bersamanya, aku bisa apa?" menjadi pertanyaan retoris yang penuh kepasrahan. Ini menggambarkan kondisi ketika seseorang harus menerima kenyataan bahwa orang yang ia cintai mungkin memilih orang lain. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menerima, meskipun hati masih ingin memperjuangkan.

Lagu ini juga menyiratkan harapan yang belum sepenuhnya padam. Lirik "aku ingin Tuhan beri kesempatan untuk perjuangkan cintaku" menunjukkan bahwa masih ada keinginan untuk memperbaiki hubungan. Tokoh dalam lagu berharap diberi satu kesempatan lagi, meskipun di sisi lain ia juga mulai menyadari bahwa hasilnya mungkin tidak akan berubah.

Di verse kedua, muncul refleksi terhadap masa lalu. Ia mencoba mengingat kembali perasaan yang dulu pernah ada, berharap cinta itu bisa hidup kembali. Namun, kalimat "cinta berhenti sejak kau pergi" menjadi penegasan bahwa hubungan tersebut sebenarnya sudah berubah sejak pasangan mulai menjauh.

Bagian bridge memperlihatkan konflik batin yang semakin dalam. Di satu sisi, ia tahu harus merelakan, tetapi di sisi lain, perasaan tidak semudah itu dilepaskan. Lirik "rela pun tak semudah itu" menggambarkan bahwa menerima kenyataan bukanlah proses instan. Ada pergulatan antara harapan dan kenyataan yang terus bertabrakan.

Lagu ini menggambarkan momen paling rapuh dalam cinta, ketika seseorang berada di antara ingin bertahan dan harus melepaskan. Ada usaha, doa, dan harapan yang masih tersisa, tetapi juga kesadaran bahwa cinta tidak bisa dipaksakan jika hati pasangan sudah memilih arah yang berbeda.

Tags