Dari Penolakan ke Penerimaan – Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan dari Bernadya
Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 12 February 2026 | 10:28 PM


Jika Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan berbicara tentang fase paling gelap setelah kehilangan, maka Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang juga rilis pada 2024 terasa seperti sisi lain dari perjalanan yang sama. Lagu ini bukan lagi tentang penolakan, melainkan tentang kesadaran yang datang setelah waktu bekerja.
Kalimat pembuka, "Persis setahun yang lalu ku dijauhkan dari yang tak ditakdirkan untukku," langsung memberi jarak waktu. Setahun adalah simbol proses. Ia tidak lagi berada di momen paling hancur, melainkan sudah cukup jauh untuk melihat ulang kejadian itu dengan perspektif baru. Kata "dijauhkan" juga menarik. Ia tidak mengatakan "ditinggalkan", tapi seolah ada kuasa lebih besar yang mengatur jarak itu.
Bagian "Lebih percaya cara-caraku, pilih ragukan rencana Sang Maha Penentu" menunjukkan konflik batin di masa lalu. Ia mengaku pernah merasa paling benar, bahkan meragukan rencana Tuhan. Maknanya, saat kehilangan terjadi, ia melihatnya sebagai kesalahan atau ketidakadilan, bukan sebagai bagian dari takdir.
Reff menjadi titik balik emosional lewat pengulangan "Untungnya, bumi masih berputar." Secara harfiah, hidup terus berjalan. Secara makna, ia bersyukur waktu tidak berhenti di titik patah itu. Lalu "Untungnya, ku tak pilih menyerah" menandakan ada momen ketika menyerah terasa paling mudah. Dalam konteks lagu sebelumnya yang penuh putus asa, ini seperti pengakuan bahwa ia sempat berada di jurang yang sama, tapi tidak melompat.
Kalimat "Hal-hal baik yang datangnya belakangan" adalah inti refleksi lagu ini. Dulu ia hanya melihat kehilangan, sekarang ia bisa melihat hikmah yang baru terasa setelah waktu berlalu. Artinya, kebaikan tidak selalu datang bersamaan dengan kejadian, kadang baru terlihat setelah kita melewati fase terburuk.
Di bagian "Hal buruk datang berturut-turut, semua yang tinggal juga yang hilang", ia mengakui bahwa hidup memang tidak selalu ramah. Namun ditutup dengan keyakinan bahwa "seberapa pun absurdnya pasti ada makna". Kata absurd menandakan bahwa dulu kejadian itu terasa tidak masuk akal, tapi kini ia percaya ada alasan di baliknya.
Menarik ketika ia mengatakan "Itu memang paling mudah, untungnya kupilih yang lebih susah." Yang paling mudah adalah menyerah, tenggelam dalam kecewa. Yang lebih susah adalah bangkit, berpikir jernih, dan menerima kenyataan. Maka saat ia berkata "Untungnya, kupakai akal sehat," itu seperti pengakuan bahwa bertahan adalah keputusan sadar.
Pada akhirnya, lagu ini adalah fase penerimaan setelah badai. Jika sebelumnya hidup terasa menyebalkan karena tetap berjalan, kini ia melihatnya sebagai keberuntungan. Waktu yang dulu terasa kejam justru menjadi penyembuh.
Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan menunjukkan bahwa luka yang sama bisa dilihat dari dua sudut berbeda, tergantung di titik mana kita berdiri. Dan kadang, yang terasa seperti kehilangan terbesar justru adalah cara semesta mengarahkan kita ke sesuatu yang lebih tepat.
Next News

Festival Bamboo Rafting Loksado 2026, Sensasi Menyusuri Sungai Amandit dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus
a month ago

Westlife: Rahasia Kenapa Mas-Mas Irlandia Ini Masih Jadi Juara di Hati Kita
2 months ago

Bukan Sekadar Boyband, Westlife Adalah Definisi Tongkrongan yang Menolak Bubar
2 months ago

Westlife: Dari Era Bangku Lipat ke Era Bapak-Bapak Estetik
2 months ago

Nostalgia Meteor Garden: Cerita di Balik Terbentuknya F4 yang Pernah Mengacak-acak Hati Kita
2 months ago

Nostalgia F4: Menelusuri Jejak Para Pangeran Meteor Garden yang Kini Sudah Senior
2 months ago

Westlife: Bukan Sekadar Modal Kursi Bar dan Wajah Tampan, Ini Sisi Lain yang Jarang Terungkap
2 months ago

Nostalgia Tipis-Tipis: Deretan Album Westlife Terbaik yang Wajib Masuk Playlist Kamu
2 months ago

Fenomena F4: Saat Seluruh Indonesia Terkena Demam Meteor Garden
2 months ago

Westlife: Kenapa Boyband 'Bapak-Bapak Wangi' Ini Tetap Jadi Juara di Hati Orang Indonesia?
2 months ago





