Senin, 20 April 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

Diskominfo Kalsel Bentuk Forkom KAMI, Satukan Instansi Hadapi Lonjakan Serangan Siber

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 March 2026 | 08:49 AM

Background
Diskominfo Kalsel Bentuk Forkom KAMI, Satukan Instansi Hadapi Lonjakan Serangan Siber
Diskominfo Kalsel Gagas Forum Keamanan Informasi untuk Respon Cepat Ancaman Siber (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menginisiasi pembentukan Forum Komunikasi Keamanan Informasi (Forkom KAMI) guna memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman siber yang menyasar sistem digital pemerintah.

Pertemuan yang digelar di Aula Diskominfo Kalsel, Kamis (12/3/2026), sekaligus membahas rencana penyusunan nota kesepahaman antar lembaga untuk memperkuat pengamanan sistem informasi, khususnya dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Forum ini melibatkan sejumlah institusi strategis, seperti Polda Kalimantan Selatan, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Korem 101/Antasari, Badan Intelijen Negara daerah Kalsel, Lanud Syamsuddin Noor, serta Lanal Banjarmasin.

Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim menyebut ancaman terhadap sistem digital pemerintah semakin meningkat. Dari pemantauan yang dilakukan, setiap bulan terdeteksi berbagai anomali pada aplikasi maupun situs milik pemerintah daerah.

Sebagai langkah penguatan, Diskominfo Kalsel telah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang kini sudah tersedia di seluruh 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel Sucilianita Akbar mengungkapkan jumlah serangan siber yang terdeteksi masih cukup tinggi. Pada Desember tercatat 36.925 serangan, Januari 11.617 serangan, dan Februari 9.663 serangan yang sebagian besar menargetkan alamat IP jaringan pemerintah daerah.

Melalui Forkom KAMI, Pemprov Kalsel berharap terbentuk koordinasi yang lebih solid antarinstansi sehingga respons terhadap potensi serangan siber dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.

Tags