Dispora Kalsel Hapus Pencak Silat dari Program Spobnas 2026, Ini Alasannya!
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 10 March 2026 | 06:03 PM


amanditmedia.id, Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melakukan penyesuaian kebijakan dalam program pembibitan olahraga pelajar tahun 2026. Perubahan tersebut berdampak pada komposisi cabang olahraga yang masuk dalam program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (Spobnas).
Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Asfia Urrahman menjelaskan, sebelumnya kuota atlet Spobnas yang bersumber dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berjumlah tujuh orang.
Komposisi awal terdiri dari dua atlet cabang angkat besi, dua atlet dayung, serta tiga atlet pencak silat. Namun setelah dilakukan evaluasi program pada akhir tahun lalu bersama pihak Kemenpora, terdapat perubahan kebijakan terkait komposisi cabang olahraga.
Dalam aturan terbaru, setiap cabang olahraga yang masuk dalam program pembinaan minimal harus diisi oleh tiga atlet.
"Setelah kami berkoordinasi dengan atasan, internal, dan Kemenpora, serta mempertimbangkan kualitas atlet, prestasi, dan kondisi fisik, kami memutuskan cabang pencak silat tidak lagi masuk dalam Spobnas," ujar Asfia di Banjarmasin, Senin (9/3/2026).
Meski cabang pencak silat tidak lagi masuk dalam program nasional tersebut, pembinaan atlet tetap dilanjutkan melalui program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (Spobda) yang dikelola di tingkat daerah.
Sementara itu, komposisi baru untuk program Spobnas mengalami perubahan dengan jumlah tiga atlet angkat besi dan empat atlet dayung.
"Artinya ada perubahan kuota. Angkat besi menjadi tiga atlet dan dayung empat atlet, sehingga total ada penambahan tiga atlet dibanding komposisi awal," jelasnya.
Dispora Kalsel sebelumnya juga telah melaksanakan proses seleksi atlet pada Februari 2026. Dari total 12 atlet yang mengikuti seleksi dan memenuhi syarat awal dari sisi usia serta prestasi, hanya empat atlet yang berhasil melaju ke tahap seleksi lanjutan.
Setelah dilakukan penilaian akhir, satu atlet dari cabang angkat besi dan satu atlet dayung dinyatakan lolos seleksi. Sementara atlet lainnya belum memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, terutama terkait persyaratan fisik seperti tinggi badan.
Dengan adanya penyesuaian kebijakan tersebut, Dispora Kalsel berharap program pembinaan atlet pelajar dapat berjalan lebih terarah dan selektif sehingga mampu melahirkan atlet berbakat yang siap bersaing di tingkat nasional.
"Untuk cabang dayung masih ada kekurangan satu atlet, sehingga kami akan melaksanakan seleksi ulang guna memenuhi kuota pembinaan," ungkap Asfia.
Next News

Pemprov Kalsel Sambut Kemenko Polkam, Bahas Percepatan Penanganan Blankspot
11 minutes ago

Pemprov Kalsel Matangkan Pembentukan Komcad, Sasar ASN dan Warga Usia Produktif
an hour ago

Skema Kerja Hybrid Diterapkan, Layanan Laboratorium Tetap Jalan Optimal
3 hours ago

Rakontek SDM Kesehatan Digelar, Peran Apoteker dan Penggunaan Antibiotik Jadi Sorotan
2 hours ago

Program RTLH 2026 Diperketat, Validasi Data dan Akuntabilitas Jadi Prioritas
5 hours ago

"Banua Influencer" Jadi Ruang Kolaborasi Kreator Lokal dan Dispar Kalsel
6 hours ago

Penguatan Kinerja ASN dan Tertib Arsip Jadi Fokus Sosialisasi di Kalsel
7 hours ago

Jemaah Haji Kalsel Dilepas, Pesan Penting: Jaga Kesehatan dan Ikuti Arahan Petugas
8 hours ago

40 Pejabat Ikut PKA 2026, Disiapkan Jadi Penggerak Kinerja di Kalsel
11 hours ago

Hasnuryadi Melenggang Sendiri, Kursi Ketua KONI Kalsel Nyaris Tanpa Lawan
12 hours ago





