Gerakan Pangan Murah di Banjarbaru, Warga Bisa Beli Telur hingga Ikan Jauh Lebih Murah
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 16 March 2026 | 03:11 PM


amanditmedia.id, Banjarbaru – Gerakan Pangan Murah (GPM) dan bazaar murah digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (16/3). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan menjelang Idulfitri.
Program tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan, Bank Indonesia, serta PT Bangun Banua bersama sejumlah mitra lainnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mengatakan kegiatan ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Ia menilai permintaan bahan pangan biasanya meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri sehingga berpotensi memicu kenaikan harga. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani harga pasar yang lebih tinggi.
Berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Misalnya telur itik yang biasanya sekitar Rp30 ribu per kilogram dijual sekitar Rp15 ribu, sementara ikan patin yang umumnya Rp30 ribu per kilogram ditawarkan sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menjelaskan kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah sekaligus membantu masyarakat di wilayah Banjarbaru, Martapura, dan sekitarnya.
Selain penjualan bahan pangan murah, panitia juga menyalurkan 1.000 paket sembako gratis hasil dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 450 paket disalurkan kepada anak yatim serta penyandang tunanetra.
Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk makanan dan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Next News

RSUD Ulin Perkuat Layanan Kanker lewat Pendampingan RS Kanker Dharmais
9 hours ago

ASN Pemprov Kalsel Terapkan Pola Kerja Fleksibel, WFH Setiap Jumat
10 hours ago

RSGM Gusti Hasan Aman Kenalkan Teknologi Laser untuk Tingkatkan Layanan Gigi
11 hours ago

Tanah Laut Juara Umum Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII Tabun Bungai 2026
12 hours ago

Kontrak Diteken, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai Tanpa Tunda
12 days ago

Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Hilirisasi Jadi Fokus Rakornis Perindustrian Kalsel 2026
12 days ago

Belanja Negara di Kalsel Tembus Rp4,55 Triliun, APBD Surplus dan THR Jadi Stimulus Ekonomi
12 days ago

KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026
12 days ago

Penyaluran Dana Daerah di Kalsel Tembus Rp3,69 Triliun, DAU Masih Mendominasi Awal 2026
12 days ago

Ekonomi Kalsel Awal 2026 Tancap Gas, Surplus Fiskal Tercatat Rp1,87 Triliun
12 days ago





